Sumatera Barat
Jalur Penyelamatan Segera Dibangun di Panyalaian, Pemerintah Gandeng KAI Cegah Kecelakaan Berulang
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyebut pembangunan jalur penyelamatan akan dikoordinasikan dengan Balai Jalan Nasional.
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Jalur penyelamatan atau jalur pemberhentian darurat akan dibangun di kawasan Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar.
- Langkah ini diambil menyusul seringnya terjadi kecelakaan di ruas Jalan Padang Panjang–Bukittinggi, tepatnya di Bintuangan Panyalaian.
- Perencanaan pembangunan jalur penyelematan adalah untuk meminimalisir angka kecelakaan di kawasan rawan tersebut.
- Pembangunan jalur penyelamatan akan dikoordinasikan dengan Balai Jalan Nasional.
TRIBUNPADANG.COM, TANAH DATAR – Pemerintah berencana membangun jalur penyelamatan atau jalur pemberhentian darurat di kawasan Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar).
Langkah ini diambil menyusul seringnya terjadi kecelakaan di ruas Jalan Padang Panjang–Bukittinggi, tepatnya di Bintuangan Panyalaian.
Terbaru, kecelakaan maut terjadi pada Senin (26/1/2026) pagi yang menewaskan sedikitnya lima orang dan menyebabkan empat lainnya luka-luka.
Kecelakaan beruntun tersebut diduga dipicu truk mengalami rem blong.
Baca juga: Jalur Penyelamatan di Panyalaian Disiapkan Pasca Laka Truk Rem Blong Tewaskan Lima Orang
Rencana pembangunan jalur penyelamatan itu mengemuka usai kunjungan Pimpinan BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, didampingi Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Gubernur Sumbar Mahyeldi, Bupati Tanah Datar Eka Putra dan Dirut PT KAI, Kamis (19/2/2026).
BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, mengatakan pemerintah ingin meminimalisir angka kecelakaan di kawasan rawan tersebut.
“Pada intinya tentu kita ingin ke depan kecelakaannya bisa kita minimalisasi. Pemerintah daerah juga sudah mengimbau seluruh truk, terutama untuk memperhatikan syarat-syarat kelengkapan kendaraannya. Yang utama tentu rem harus diperiksa dan dipastikan dalam kondisi baik,” ujar Dony Oskaria kepada wartawan.
Baca juga: Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Padang Tangani 1.686 Penyelamatan di 2025, Ada Evakuasi Ular
Selain pengawasan kendaraan, pemerintah juga menyiapkan langkah antisipatif dengan membangun jalur darurat.
“Tetapi sebagai antisipasi, nanti kita akan membangun jalur pemberhentian darurat di kawasan tersebut. Ini akan dibuat bekerja sama dengan KAI dan juga pemerintah,” jelasnya.
Senada dengan itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyebut pembangunan jalur penyelamatan akan dikoordinasikan dengan Balai Jalan Nasional.
Namun, karena lahan di sekitar lokasi dikuasai PT Kereta Api Indonesia (KAI), diperlukan dukungan dari BP BUMN untuk proses perizinan.
Baca juga: Jalur Panyalaian Tanah Datar Telan 5 Korban Jiwa, Petugas Gabungan Siapkan Jalur Penyelamat Khusus
“Nanti Balai Jalan Nasional akan membangunkan jalur penyelamatan darurat. Tapi tentu kita minta bantuan BP BUMN karena lahan ini dikuasai KAI. Kita akan minta izin KAI untuk menggunakan lahannya sebagai jalur pemberhentian darurat,” kata Andre.
Ia menegaskan, kecelakaan di kawasan Panyalaian bukan kali pertama terjadi, melainkan hampir rutin setiap tahun.
“Karena kecelakaan ini rutin terjadi tiap tahun, maka harus ada solusi konkret. Nantinya mobil atau truk yang mengalami rem blong bisa masuk ke jalur pemberhhentian darurat untuk menghindari kecelakaan lebih besar,” ujarnya.
Terkait panjang jalur penyelamatan yang akan dibangun, Andre menyebut teknisnya masih akan dibahas lebih lanjut.
Sumatera Barat
Ramadan 2026
Ramadan
Andre Rosiade
Mahyeldi Ansharullah
KAI Divre II Sumbar
Multiangle
| Kapolri Mutasi Kapolda Sumbar: Irjen Pol Djati Wiyoto Gantikan Irjen Pol Gatot Tri Suryanta |
|
|---|
| Dukung Kenaikan Status Kanwil KemenHAM Sumbar, Mahyeldi Usul Dinas Khusus Tangani Tanah Ulayat |
|
|---|
| Gubernur Mahyeldi: Tambang Emas Tradisional Masih Ditoleransi, Penggunaan Alat Berat Harus Ditindak |
|
|---|
| Mahyeldi Dorong Legalisasi Tambang Rakyat, Usulkan 15 Ribu Hektare WPR ke Kementerian ESDM |
|
|---|
| Pemprov Sumbar Siapkan Skema WFH ASN, Gubernur: Rumah Sakit dan Layanan Publik Tetap Jalan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/jalur-penyelamatan-lembah-anai-1922026.jpg)