Kota Padang

DPRD Padang Serap Aspirasi KSB Lubuk Begalung, Bahas Pelatihan dan Peralatan Tanggap Bencana

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menghadiri undangan Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Lubuk Begalung dalam rangka silaturahmi

Tayang:
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman
KELOMPOK SIAGA BENCANA - Ketua DPRD Padang Muharlion (tengah) bersama jajaran dan relawan saat menghadiri pertemuan dengan Kelompok Siaga Bencana (KSB) Lubuk Begalung di salah satu aula di Kota Padang, Selasa (17/2/2026). Dalam kegiatan tersebut, KSB menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kebutuhan pelatihan, peralatan, seragam, serta alat komunikasi guna mendukung penanganan bencana di tingkat kelurahan. 

Ringkasan Berita:
  • Ketua DPRD Padang menyerap aspirasi KSB Lubuk Begalung terkait penanganan bencana di kelurahan.
  • Relawan meminta pelatihan kebencanaan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
  • KSB mengusulkan pengadaan peralatan tanggap darurat agar respon awal lebih cepat.
  • Seragam dan identitas resmi dinilai penting untuk koordinasi di lapangan.
  • Alat komunikasi HT diusulkan karena jaringan seluler sering terganggu saat bencana.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menghadiri undangan Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Lubuk Begalung dalam rangka silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi terkait penanganan bencana di tingkat kelurahan, Selasa (17/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Muharlion menegaskan bahwa KSB merupakan mitra strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam upaya penanganan kebencanaan di Kota Padang.

Keberadaan KSB dinilai sangat vital, terutama saat terjadi musibah seperti kebakaran, pohon tumbang, banjir, hingga bencana lainnya.

“Ya, hari ini kita menghadiri undangan dari KSB Lubuk Begalung. KSB ini adalah mitra dari BPBD dalam penanggulangan bencana. Ketika terjadi musibah seperti kebakaran, pohon tumbang, kebanjiran, dan musibah lainnya, mereka ini yang menjadi garda terdepan di lapangan,” ujar Muharlion.

Ia mengatakan, kehadirannya dalam pertemuan tersebut tidak hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga untuk mendengarkan langsung berbagai persoalan yang dihadapi para relawan KSB saat bertugas di lapangan.

Baca juga: Rasakan Sensasi Ngabuburit ala Taj Mahal di Masjid Al Hakim Padang, Ada Menu Buka Gratis

Menurut Muharlion, ada sejumlah aspirasi yang disampaikan anggota KSB. Salah satu yang paling utama adalah kebutuhan pelatihan kebencanaan yang lebih intensif dan berkelanjutan.

“Mereka butuh pelatihan. Karena ketika di lapangan itu perlu ilmu dan keterampilan. Jangan sampai saat menolong orang lain, justru mereka yang menjadi korban. Ini tentu harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Selain pelatihan, KSB juga mengeluhkan keterbatasan peralatan penunjang saat terjadi bencana. Muharlion menilai, ketersediaan peralatan di tingkat kelurahan sangat penting agar penanganan awal bisa dilakukan dengan cepat tanpa harus menunggu bantuan dari BPBD Kota Padang.

“Misalnya saat terjadi pohon tumbang, mereka butuh alat untuk memotong dan mengevakuasi. Kalau harus menunggu dari BPBD Kota tentu membutuhkan waktu. Sementara mereka ini ada di setiap kelurahan, sehingga bisa bergerak lebih cepat,” jelasnya.

Tak hanya itu, kebutuhan seragam dan identitas resmi juga menjadi perhatian. Menurut Muharlion, seragam akan memudahkan masyarakat mengenali keberadaan relawan KSB saat bertugas di lapangan.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sumbar Rabu 18 Februari 2026: Mentawai Berpotensi Hujan Lebat

“Seragam ini penting sebagai identitas. Saat terjadi bencana, masyarakat bisa langsung tahu siapa yang bertugas dan berkoordinasi dengan mereka,” ujarnya.

Persoalan lain yang turut disampaikan adalah kebutuhan alat komunikasi seperti handy talky (HT). Muharlion mengungkapkan, dalam situasi darurat seringkali jaringan telepon seluler tidak stabil, sehingga komunikasi menjadi terhambat.

“Kalau hanya mengandalkan handphone biasa, sering terkendala jaringan. Jadi mereka berharap ada alat komunikasi seperti HT yang lebih efektif saat kondisi darurat,” tambahnya.

Muharlion menegaskan, peran KSB dalam penanganan bencana sangat strategis. Dengan keterbatasan personel yang dimiliki pemerintah, keberadaan relawan di tingkat kelurahan menjadi ujung tombak dalam respon cepat penanggulangan bencana.

“Kalau kita lihat, peran mereka sangat penting. Personel di BPBD terbatas, begitu juga di dinas sosial. Sementara KSB di setiap kelurahan rata-rata beranggotakan 15 sampai 20 orang. Mereka ini yang paling dekat dengan lokasi kejadian dan bisa langsung bergerak,” tuturnya.

Baca juga: Cek Lokasi Pasa Pabukoan Padang Panjang Ramadan 2026, Ada Live Musik hingga Urus KTP Gratis

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved