Kota Padang

Pemko Padang Aktifkan Pendidikan Agama di Masjid, Siswa SMP-MTs Ikuti 3 Kali Sepekan

Pemerintah Kota Padang mengaktifkan pendidikan agama Islam di masjid bagi siswa SMP dan MTs dengan jadwal tiga kali sepekan,

Tayang:
Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Pemko Padang
PEMKO PADANG - Pemko Padang membahas kebijakan pendidikan agama Islam di masjid dalam rapat revisi kurikulum MDTA/TQA yang dipimpin Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Kamis (30/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pemko Padang aktifkan belajar agama di masjid untuk siswa SMP dan MTs
  • Kegiatan digelar 3 kali sepekan, mulai Kamis hingga Sabtu
  • Fadly Amran ingatkan durasi belajar agar tak ganggu fisik siswa
  • Program libatkan 970 masjid dan lebih dari 1.200 pengajar
  • Belajar dimulai Magrib hingga Isya dengan konsep 3T

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pemerintah Kota Padang mengaktifkan pendidikan agama Islam di masjid bagi siswa SMP dan MTs dengan jadwal tiga kali sepekan, Kamis, Jumat, dan Sabtu.

Program pendidikan agama Islam di masjid ini menjadi bagian dari penguatan pembelajaran di luar sekolah.

Pemko Padang membahas kebijakan pendidikan agama Islam di masjid dalam rapat revisi kurikulum MDTA/TQA yang dipimpin Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Kamis (30/4/2026).

Dalam rapat tersebut, Fadly Amran menekankan pengaturan waktu belajar siswa dalam pelaksanaan pendidikan agama Islam di masjid agar tidak mengganggu kondisi fisik dan waktu istirahat.

Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang untuk mengatur durasi jam pembelajaran secara proporsional.

Baca juga: Menteri Pariwisata Tinjau Persiapan 100 Tahun Jam Gadang, Widiyanti Putri Kagumi Sejarah Bukittinggi

“Anak-anak sudah memulai aktivitas sejak pukul subuh melaksanakan program Subuh Mubarakah. Jika ditambah kegiatan yang terlalu panjang, tentu akan berdampak pada kondisi fisik mereka. Waktu anak-anak bersama keluarga dan istirahat juga harus diperhatikan,” ujarnya.

Fadly Amran menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari rencana pembangunan jangka menengah lima tahunan sehingga membutuhkan dukungan lintas sektor. Untuk itu, ia meminta Dinas Pendidikan agar segera melakukan sosialisasi kepada seluruh kepala sekolah di Kota Padang.

“Pelaksanaannya harus tertib, terukur, dan jika memungkinkan berbasis digital. Jangan sampai pelaksanaannya berlebihan dan tidak terkontrol,” tambahnya.

Sementara itu, Maigus Nasir menyampaikan bahwa program MDTW/TQA akan diluncurkan pada 2 Mei mendatang. Program ini akan dilaksanakan di 970 masjid dan musala dengan dukungan 1.227 tenaga pengajar, melibatkan 36.175 santri dari SMP dan 7.891 santri dari MTs.

“Proses belajar dimulai dengan salat Magrib berjamaah dan diakhiri dengan salat Isya berjamaah. Materi pembelajaran difokuskan pada konsep 3T, yaitu Tahsin, Tahfidz, dan Tafsir, dengan metode halaqah, klasikal, serta menyesuaikan kondisi lapangan,” ujarnya didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved