Berita Populer Sumbar

4 Berita Populer Sumbar: Teror Beruang di Dharmasraya dan Pasbar, Banjir di Agam dan Padang Pariaman

Ia melihat sosok hitam besar di balik rimbunnya pohon sawit, hanya berjarak sekitar 25 meter dari posisinya berdiri.

Tayang:
Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/BKSDA Sumbar
KEMUNCULAN BERUANG MADU- Masyarakat melakukan pengejaran terhadap beruang madu di kawasan Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat. Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo ungkap kemungkinan beruang madu masuki kawasan warga karena cari makan lalu tersesat. 
Ringkasan Berita:
  • Seekor beruang muncul di Jorong Pandaleh, Nagari Sialang Gaung, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya.
  • Update beruang serang warga dan petugas BKSDA Sumbar di Pasaman Barat, Sumbar.
  • Banjir dan longsor melanda empat nagari di dua kecamatan di Kabupaten Agam usai hujan deras.
  • Hujan lebat memicu luapan sungai di Korong Banda Manggih, Kayu Tanam, Padang Pariaman.

TRIBUNPADANG.COM - Sejumlah berita menarik TribunPadang.com dalam 24 jam terakhir, yang disajikan pada berita populer Sumatera Barat (Sumbar).

Ada berita terkait kemunculan beruang yang membuat warga dan petani resah di Jorong Pandaleh, Nagari Sialang Gaung, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya.

Kemudian seekor beruang juga dilaporkan muncul di Kabupaten Pasaman Barat, sehingga membuat sebanyak empat orang terluka.

Kemunculan beruang di Kabupaten Pasaman Barat diduga karena satwa liar tersebut sedang mencari makan. BKSDA sudah meemasang perangkap, agar tidak lagi meresahkan masyarakat.

Baca juga: Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Padang Salat Tarawih Malam Ini, Besok Mulai Puasa Ramadan 2026

Selanjutnya, banjir dan dan longsor melanda empat nagari di dua kecamatan di Kabupaten Agam usai hujan deras.

Permukiman warga dan ruas jalan nasional terendam, ketinggian air capai 1-2 meter di Tapian Kandih.

Longsor menutup jalan provinsi di Tanjung Raya dan Palembayan, akses kendaraan terhenti.

Selain itu, banjir juga dilaporkan merendam Korong Banda Manggih, Kayu Tanam, Padang Pariaman, akibat meluapnya aliran sungai saat hujan.

Ketinggian banjir di Kayu Tanam mencapai 30-40 cm, sehingga sudah masuk ke dalam rumah warga.

Baca berita selengkapnya:

1. Teror Beruang di Koto Baru Dharmasraya, Warga Merasa Terancam dan Minta BKSDA Segera Bertindak

BERUANG- Penampakan seekor beruang di Jorong Pandaleh, Nagari Sialang Gaung, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.
BERUANG- Penampakan seekor beruang di Jorong Pandaleh, Nagari Sialang Gaung, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. (Dokumentasi/Warga)

Masyarakat di Jorong Pandaleh, Nagari Sialang Gaung, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, kini dilingkupi rasa cemas. 

Kehadiran seekor beruang madu di kawasan perkebunan kelapa sawit milik warga dalam beberapa hari terakhir memicu kekhawatiran akan keselamatan jiwa dan potensi kerusakan lahan pertanian.

Peristiwa ini mulai menarik perhatian publik setelah salah seorang petani setempat, Adwillian Hika berpapasan langsung dengan satwa liar tersebut pada Minggu (15/2/2026). 

Saat itu, Adwillian sedang bersiap untuk mengakhiri aktivitas rutinnya di kebun sawit dan semangka miliknya.

Baca juga: Dugaan Pemicu Beruang Masuk Permukiman di Sinuruik Pasbar: Cari Makan hingga Tersesat di Sawah

Adwillian Kaget Bertemu Beruang dengan Jarak 25 Meter

Menurut penuturan Adwillian, kemunculan beruang tersebut terjadi begitu tiba-tiba di saat hari mulai beranjak sore.

Ia melihat sosok hitam besar di balik rimbunnya pohon sawit, hanya berjarak sekitar 25 meter dari posisinya berdiri.

Insting bertahan hidup membuatnya segera mencari tempat perlindungan.

Ia bergegas menaiki pondok tinggi yang ada di kebunnya guna memantau pergerakan hewan tersebut sembari memastikan dirinya berada di posisi yang relatif aman dari jangkauan sang beruang.

Baca juga: Update Penanganan Konflik Beruang Madu di Pasaman Barat, BKSDA Sumbar Pasang Kandang Jebak

Sambil menahan napas dan mengamati situasi, Adwillian sempat mengabadikan momen langka sekaligus mengerikan tersebut menggunakan kamera ponselnya. 

Dokumentasi visual ini kemudian menjadi bukti kuat bagi warga dan pihak berwenang mengenai keberadaan predator tersebut di lahan warga.

Kemunculan Beruang Picu Ketakutan Petani Pergi ke Kebun

Kehadiran beruang ini diakui sangat mengganggu produktivitas para petani.

Apalagi, Adwillian tengah menunggu masa panen buah semangka dalam waktu dekat, yang kini terancam rusak akibat potensi gangguan dari hewan tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa ketakutan akan serangan fisik menjadi beban pikiran utama.

"Kami berharap Pemerintah Kabupaten Dharmasraya segera mengambil langkah konkret. Jangan sampai menunggu ada korban jiwa baru bertindak," ujarnya.

Tanaman Warga Dirusak Beruang, Wali Nagari Desak BKSDA Segera Bertindak

Secara terpisah, Wali Nagari Sialang Gaung, Ariyes Gunawan, mengonfirmasi kebenaran laporan tersebut. 

Pihak nagari telah menerima berbagai keluhan dari masyarakat terkait penampakan satwa yang diduga kuat merupakan jenis beruang madu yang memang habitatnya bersinggungan dengan wilayah Sumatera.

Ariyes menjelaskan bahwa laporan warga tidak hanya berfokus pada ketakutan akan serangan, tetapi juga kerugian ekonomi.

Beberapa tanaman perkebunan dilaporkan mulai mengalami kerusakan akibat aktivitas pencarian makan oleh hewan liar tersebut.

Baca juga: Empat Orang Terluka, BKSDA Pasang Perangkap Beruang Madu di Pasaman Barat

Sebagai langkah administratif dan protektif, Pemerintah Nagari Sialang Gaung bergerak cepat dengan melayangkan surat resmi kepada Pemerintah Kabupaten Dharmasraya. Langkah ini diambil guna mengoordinasikan bantuan teknis dalam penanganan konflik satwa dan manusia.

Selain itu, laporan juga telah diteruskan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Barat.

Instansi tersebut dianggap memiliki kompetensi serta peralatan yang memadai untuk melakukan evakuasi atau penggiringan satwa kembali ke habitat aslinya.

"Kami menyadari bahwa beruang adalah hewan yang dilindungi oleh undang-undang. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan oleh para profesional agar tidak membahayakan satwa itu sendiri maupun warga kami," tambah Ariyes.

Sembari menunggu tindakan dari pihak BKSDA, pihak nagari mengeluarkan imbauan keras agar warga meningkatkan kewaspadaan.

Para petani diminta untuk tidak pergi ke kebun sendirian dan menghindari aktivitas di kebun hingga larut malam.

2. Dugaan Pemicu Beruang Masuk Permukiman di Sinuruik Pasbar: Cari Makan hingga Tersesat di Sawah

KEMUNCULAN BERUANG MADU- Masyarakat melakukan pengejaran terhadap beruang madu di kawasan Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat. Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo ungkap kemungkinan beruang madu masuki kawasan warga karena cari makan lalu tersesat.
KEMUNCULAN BERUANG MADU- Masyarakat melakukan pengejaran terhadap beruang madu di kawasan Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat. Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo ungkap kemungkinan beruang madu masuki kawasan warga karena cari makan lalu tersesat. (Dokumentasi/BKSDA Sumbar)

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) beberkan penyebab kemunculan beruang madu ke permukiman warga di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar).

Diketahui bahwa seekor beruang muncul di kawasan Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat.

Satwa liar tersebut juga dilaporkan menyerang warga hingga petugas BKSDA Sumbar.

Berdasarkan keterangan Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo, menyebut kemunculan beruang madu diterima pihaknya pada Sabtu (14/2/2026) lalu.

Baca juga: Update Penanganan Konflik Beruang Madu di Pasaman Barat, BKSDA Sumbar Pasang Kandang Jebak

Beruang itu muncul pertama kali di area persawahan, saat warga sedang memanen padi.

Hewan buas tersebut kemudian menyerang warga yang sedang beraktivitas di sawah hingga melukai sebanyak tiga orang.

Keesokan harinya pada Minggu (15/2/2026), beruang madu kembali muncul setelah sebelumnya sempat melarikan diri.

Pada kemunculan hari kedua, satu orang petugas BKSDA menjadi korban.

"Totalnya ada empat korban, sebanyak tiga orang merupakan warga setempat," ungkapnya, saat dikonfirmasi, Minggu (15/2/2026) malam.

Ia lantas membeberkan beberapa kemungkinan beruang madu memasuki dan menyerang warga.

Baca juga: 3 Berita Populer Sumbar: Warga dan Petugas BKSDA Diserang Beruang, Razia Miras Jelang Ramadan

Mulai dari mencari makan, mendapat perlawanan di habitatnya hingga ingin keluar dari habitat yang sudah rusak.

Kata dia, beruang madu yang memasuki permukiman masyarakat di Labuah Barulak, kemungkinan kata Edi dipicu karena ingin mencari makan.

"Kemungkinan mencari makan, namun tersesat di sawah. Karena sawah di tempat tersebut luas, dia berputar-putar hingga akhirnya lari ke arah bukit akibat dikejar masyarakat," terangnya.

Hingga saat ini, BKSDA sudah melakukan pemasangan perangkap untuk beruang madu tersebut agar tidak lagi meresahkan masyarakat.

Beruang Madu Serang Warga saat Panen Padi

KEMUNCULAN BERUANG MADU – Petugas BKSDA Pasaman Barat menelusuri arah larinya beruang madu di kawasan Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat. Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo, menyebut tiga warga terluka akibat serangan beruang saat panen padi, Sabtu (14/2/2026).
KEMUNCULAN BERUANG MADU – Petugas BKSDA Pasaman Barat menelusuri arah larinya beruang madu di kawasan Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat. Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo, menyebut tiga warga terluka akibat serangan beruang saat panen padi, Sabtu (14/2/2026). (TribunPadang.com)

Tiga warga mengalami luka-luka setelah diserang seekor beruang madu di kawasan Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat, Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Minggu (15/2/2026). 

Ia menjelaskan, peristiwa bermula saat warga tengah melakukan panen padi di area persawahan.

Baca juga: Ayah dan Anak Diserang Beruang Madu di Suliki, BKSDA Larang Warga Beraktivitas Sendirian di Ladang

Tiba-tiba seekor beruang madu muncul dari sekitar lokasi dan langsung menyerang warga yang berada di tempat itu.

“Saat kejadian, para korban sedang beraktivitas di area persawahan. Seekor beruang tiba-tiba muncul dan menyerang warga,” ujarnya.

Warga lain yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan dan berupaya mengamankan situasi.

Akibat serangan tersebut, tiga orang warga mengalami luka-luka, yakni Aidil Putra (20), warga Barulak; Sabri (65), warga Talu; dan Maijasman (63), warga Barulak.

Baca juga: BKSDA Telusuri Informasi Kemunculan Beruang Madu pada Siang Hari di Pemukiman Warga di Simanau Solok

Usai kejadian, sebagian warga menelusuri jejak beruang sambil menunggu kedatangan petugas untuk penanganan lebih lanjut.

Para korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis di RSUD Pasaman Barat dan Puskesmas Talu.

“Saat ini situasi di lokasi sudah berangsur kondusif dengan meningkatnya kewaspadaan masyarakat. Petugas BKSDA, termasuk dari BKSDA Agam, wali nagari setempat serta masyarakat melakukan penelusuran arah larinya beruang,” pungkasnya.

Empat Orang Terluka, BKSDA Pasang Perangkap

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pasaman Barat merencanakan pemasangan perangkap untuk mengamankan beruang madu yang menyerang warga di Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat.

Langkah tersebut diambil setelah empat orang terluka akibat serangan beruang dalam dua hari berturut-turut, Sabtu-Minggu (14-15/2/2026).

Korban terdiri dari tiga warga dan satu petugas BKSDA.

Baca juga: Petugas BKSDA Terluka Diserang Beruang Madu di Pasaman Barat, Total Korban Jadi Empat Orang

Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo, mengatakan perangkap akan dipasang di lokasi larinya beruang, yakni ke arah bukit di kawasan tersebut.

“Kalau berhadapan dengan binatang buas, risikonya besar. Untuk itu kita lakukan pemasangan perangkap di lokasi larinya binatang buas,” ujarnya.

Perangkap masih dalam perjalanan dari BKSDA wilayah Agam dan dijadwalkan dipasang pada malam hari.

Selain itu, dua personel tambahan dari Agam juga dikerahkan ke lokasi.

Saat ini, tujuh petugas telah berjaga di lapangan, terdiri dari tiga petugas BKSDA, satu dokter hewan, satu COP, serta personel pendukung lainnya.

“Saat ini ada tujuh yang berjaga-jaga di lokasi, sembari menunggu tambahan personel dan kedatangan perangkat dari Lubuk Basung, Agam,” tambahnya.

Baca juga: Beruang Madu Serang Warga di Pasaman Barat, Tiga Orang Terluka Saat Panen Padi

Sebelumnya, pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, beruang madu menyerang tiga warga yang tengah panen padi di kawasan tersebut. Ketiganya adalah Aidil Putra (20), warga Barulak; Sabri (65), warga Talu; dan Maijasman (63), warga Barulak.

Sehari berselang, Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, beruang kembali muncul dan menyerang seorang petugas BKSDA yang hendak melakukan pembiusan. Petugas tersebut mengalami luka di kaki kiri dan harus mendapatkan lima jahitan.

Usai kejadian, warga sempat melakukan pengejaran, namun BKSDA mengimbau agar pengejaran dihentikan karena berisiko tinggi.

Seluruh korban telah mendapatkan perawatan di RSUD Pasaman Barat dan Puskesmas Talu. Hingga kini, petugas bersama masyarakat masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif.(*)

3. Hujan Deras Guyur Agam, Banjir 2 Meter Rendam Tapian Kandih hingga Longsor Tutup Jalan Provinsi

LONGSOR KABUPATEN AGAM - Penampakan jalan usai tertutup material longsor di Jalan Provinsi Jorong Lubuk Sao, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Senin (16/2/2026) sore. Kabid KL BPBD Agam, Abdul Ghafur sebut longsor kembali terjadi di ruang Jalan Provinsi Jorong Lubuk Sao, akibat hujan intensitas tinggi.
LONGSOR KABUPATEN AGAM - Penampakan jalan usai tertutup material longsor di Jalan Provinsi Jorong Lubuk Sao, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Senin (16/2/2026) sore. Kabid KL BPBD Agam, Abdul Ghafur sebut longsor kembali terjadi di ruang Jalan Provinsi Jorong Lubuk Sao, akibat hujan intensitas tinggi. (TribunPadang.com/Dok. Warga)

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Agam memicu bencana banjir dan longsor pada Senin (16/2/2026) sore.

Setidaknya empat nagari di dua kecamatan terdampak langsung oleh cuaca ekstrem yang berlangsung sejak siang hari tersebut.

BPBD Kabupaten Agam melaporkan bahwa banjir dan longsor di Agam ini melanda Nagari Dalko dan Koto Kaciak di Kecamatan Tanjung Raya, serta Nagari Salareh Aia Barat dan Tigo Koto Silungkang di Kecamatan Palembayan.

Hujan dengan intensitas tinggi berlangsung sejak Senin siang hingga sore, akibatnya empat nagari tersebut terdampak banjir serta longsor.

Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Agam, Abdul Ghafur mengatakan informasi banjir dan longsor di daerah tersebut diterimanya dari pemerintahan kecamatan dan nagari setempat.

Baca juga: BREAKING NEWS 8 Warga Terjebak Aliran Sungai di Balai Gadang Padang, Debit Air Tiba-Tiba Naik

"Laporan kami terima sekira pukul 17:20 WIB, kejadian pukul 17:04 WIB," ungkapnya saat memberikan keterangan.

Ia menjelaskan, di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Palembayan, banjir menggenangi pemukiman masyarakat.

Pada nagari ini, dua jorong terdampak antara lain Jorong Koto Kaciak dan Pakan Rabaa. Sementara itu, untuk data mengenai banjir ini pihaknya masih melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan pemerintahan setempat.

"Sementara itu, longsor terjadi di Ruas Jalan Provinsi Jorong Lubuak Sao, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya. Akses jalan tertutup dengan panjang sekitar 20 meter dan tinggi sekitar 1,5 meter," sebutnya.

Untuk informasi terkini, akses jalan tidak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.

Baca juga: Sungai Meluap, Banjir di Kayu Tanam Padang Pariaman Rendam Rumah Warga Setinggi Lutut

Kemudian, banjir juga terjadi di Nagari Salareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan akibat hujan dengan intensitas tinggi tersebut.

Banjir menggenangi ruas jalan nasional dan permukiman warga, tepatnya di Jorong Tapian Kandih.

Informasi yang diterima, ketinggian banjir mencapai 1 hingga 2 meter. Sedangkan untuk akses jalan tidak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Longsor juga terjadi di Tonggo Gumarang I, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan. Longsor menutupi akses jalan provinsi, untuk ketinggian material longsor sedang berkoordinasi dengan pemerintah nagari," tambahnya.

Jalan Provinsi Lumpuh Total

Longsor kembali terjadi di ruas Jalan Provinsi Jorong Lubuak Sao, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Senin (16/2/2026).

Longsor ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi mengguyur berbagai daerah di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), salah satunya Kabupaten Agam.

Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Agam, Abdul Ghafur membenarkan terkait tanah longsor di Jalan Provinsi Jorong Lubuk Sao tersebut.

"Benar, longsor kembali terjadi di Jalan Provinsi Jorong Lubuk Sao sekira pukul 17:04 WIB," ungkapnya saat dikonfirmasi.

Informasi mengenai longsor tersebut diterima oleh pihaknya dari pemerintahan nagari dan kecamatan setempat sekira pukul 17:20 WIB.

Sementara itu, akibat kejadian, longsor menutupi akses jalan sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda hingga roda empat.

Baca juga: Sungai Meluap, Banjir di Kayu Tanam Padang Pariaman Rendam Rumah Warga Setinggi Lutut

Tanah longsor menghambat jalan dengan kurang lebih 20 meter dan ketinggian mencapai 1,5 meter.

"Upaya yang dilakukan saat ini, berkoordinasi dengan pemerintahan kecamatan dan nagari setempat," pungkasnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya pada Rabu (11/2/2026) malam longsor juga menutupi badan Jalan Provinsi di Jorong Lubuk Sao, Kabupaten Agam.

Bahkan material longsor tersebut sudah dibersihkan dan kembali bisa dilewati kendaraan roda dua hingga roda empat.

Namun pada Senin (16/2/2026) kejadian serupa kembali terulang. Penyebabnya juga sama yakni dipicu hujan dengan intensitas tinggi.

Baca juga: 16 Pertunjukan Seni Meriahkan Imlek di Padang Malam Ini, Ada Barongsai Tari Piring Hingga Wushu

LONGSOR KABUPATEN AGAM- Penampakan jalan usai material longsor dibersihkan alat berat di jalan provinsi, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (12/2/2026). Kabid KL BPBD Agam, Abdul Ghafur sebut sistem buka tutup diberlakukan.
LONGSOR KABUPATEN AGAM- Penampakan jalan usai material longsor dibersihkan alat berat di jalan provinsi, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (12/2/2026). Kabid KL BPBD Agam, Abdul Ghafur sebut sistem buka tutup diberlakukan. (Dokumentasi/BPBD Agam)

Longsor Sebelumnya

Longsor sempat menutupi akses jalan provinsi di Lubuk Sao, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, kini sudah bisa dilalui.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) Abdul Ghafur pada Kamis (12/2/2026).

Diketahui sebelumnya, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), salah satu kabupaten terdampak yakni Agam.

Tepatnya, longsor terjadi di Nagari Dalko, menyebabkan longsor yang menutupi jalan provinsi di Lubuk Sao pada Rabu (11/2/2026) malam.

Akses lalu lintas sempat tertutup sejak Rabu malam tersebut, hingga Kamis pagi, alat berat langsung diterjunkan ke lokasi untuk membersihkan material.

Baca juga: SPPG Sijunjung Bertambah, Dapur Gizi MBG ke-13 Resmi Operasi di Nagari Timbulun

Kata Abdul Ghafur, total ada dua unit alat berat yang dikerahkan ke lokasi dalam membersihkan material longsor.

"Longsornya sepanjang 50 Meter dengan ketinggian mencapai 1,5 Meter. Namun dua unit alat berat sudah melakukan pembersihan material yang menutupi jalan tersebut," ungkapnya.

Ia menerangkan, dari dua unit alat berat itu, satu milik PUTR Kabupaten Agam dan sisanya kepemilikan TNI.

Akses jalan, berhasil dibersihkan sekira pukul 09:15 WIB. Selain alat berat, pengerjaan juga dilakukan BPBD, TNI, Polri, Dishub, Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya hingga Pemerintahan Nagari Dalko.

Meski akses lalu lintas berhasil dilewati usai material longsor dibersihkan menggunakan alat berat, di lokasi masih diberlakukan akses buka tutup.

"Akses jalan bisa dilewati kendaraan dengan sistem buka tutup pada pukul 09.15 WIB," tambahnya.

4. Sungai Meluap, Banjir di Kayu Tanam Padang Pariaman Rendam Rumah Warga Setinggi Lutut

AIR SUNGAI MELUAP - Banjir terjadi akibat luapan sungai di Korong Banda Manggih, Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (16/2/2026) siang. Kalaksa BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman sebut debit air sungai meluap dipicu hujan lebat, menggenangi permukiman masyarakat dengan ketinggian 30 sampai 40 sentimeter.
AIR SUNGAI MELUAP - Banjir terjadi akibat luapan sungai di Korong Banda Manggih, Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (16/2/2026) siang. Kalaksa BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman sebut debit air sungai meluap dipicu hujan lebat, menggenangi permukiman masyarakat dengan ketinggian 30 sampai 40 sentimeter. (TribunPadang.com/ist)

Hujan lebat yang mengguyur sejak siang memicu banjir tepatnya di Korong Banda Manggih, Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (16/2/2026). 

Luapan air sungai tersebut merangsek masuk ke permukiman warga setelah debit air meningkat akibat intensitas hujan yang tinggi di wilayah Sumatera Barat.

Pernyataan ini dibenarkan oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman saat dikonfirmasi TribunPadang.com.

Kata Emri, luapan air sungai di daerah tersebut memang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi sejak Senin siang.

Hujan berlangsung sekira pukul 14:00 WIB hingga pukul 17:00 WIB. Membuat debit air sungai meluap dan masuk ke rumah warga dengan ketinggian lebih kurang 30-40 sentimeter.

"Saat ini memang terjadi luapan air sungai yang cukup tinggi. Ketinggiannya diperkirakan mencapai lutut orang dewasa atau 30-40 sentimeter," ungkapnya saat memberikan keterangan.

Baca juga: 16 Pertunjukan Seni Meriahkan Imlek di Padang Malam Ini, Ada Barongsai Tari Piring Hingga Wushu

Setelah kejadian tersebut, BPBD Padang Pariaman langsung terjun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pendataan.

Sementara untuk total rumah terdampak, TribunPadang.com belum mendapatkan keterangan. Sebab, Emri mengaku masih dalam tahap pendataan.

Namun, saat ini hujan sudah reda dan debit air sungai perlahan mulai menyusut. Laporan surutnya debit air sungai diterima Emri dari wali nagari setempat.

"Sore ini sekira pukul 17:00 WIB hujan sudah reda dan debit air mulai surut. Warga juga tidak diungsikan," tambahnya.

Hingga berita ini ditayangkan, TribunPadang.com masih menunggu laporan dari BPBD Padang Pariaman terkait total rumah terdampak.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved