Beruang Serang Warga

Update Penanganan Konflik Beruang Madu di Pasaman Barat, BKSDA Sumbar Pasang Kandang Jebak

Langkah ini kami ambil untuk meminimalisir potensi interaksi berulang antara satwa dan masyarakat.

Tayang:
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/BKSDA Sumbar
KONFLIK SATWA- Petugas BKSDA Sumatera Barat bersama tim Centre for Orangutan Protection (COP) dan warga memasang kandang jebak di kawasan perkebunan Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Minggu (15/2/2026) malam. Pemasangan perangkap tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut penanganan konflik beruang madu yang dilaporkan menyerang warga dan hingga hari ketiga masih dalam proses pengamanan. 
Ringkasan Berita:
  • Update satwa liar menyerang warga dan petugas BKSDA di Pasaman Barat.
  • Memasuki hari ketiga, tim BKSDA Sumbar memasang kandang jebak di titik yang diduga menjadi jalur keluar masuk satwa tersebut.
  • Kandang jebak berada di perbatasan kebun yang diduga menjadi jalur keluar masuk beruang.

TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN BARAT – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat terus meningkatkan upaya penanganan konflik interaksi negatif satwa beruang madu dengan warga di Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar).

Memasuki hari ketiga, Senin (16/2/2026), tim BKSDA Sumbar memperkuat langkah penanganan dengan memasang kandang jebak di titik yang diduga menjadi jalur keluar masuk satwa tersebut.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar, Antonius Vevri, mengatakan pihaknya menerima laporan awal pada Sabtu (14/2/2026) dari Wali Nagari terkait adanya warga yang diserang beruang di area perladangan.

“Sejak laporan kami terima pada hari Sabtu, tim langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Hingga hari ini upaya terus kami lakukan," katanya.

Baca juga: Empat Orang Terluka, BKSDA Pasang Perangkap Beruang Madu di Pasaman Barat

"Tadi malam kami sudah memasang kandang jebak di perbatasan kebun yang diduga menjadi jalur keluar masuk beruang. Semoga segera membuahkan hasil,” tambahnya.

Ia menjelaskan, sejak hari pertama, tim BKSDA Sumbar bersama Centre for Orangutan Protection (COP) telah melakukan serangkaian upaya, mulai dari patroli intensif di sekitar lokasi kejadian, penghalauan satwa, hingga sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat.

Namun karena satwa belum berhasil diamankan, upaya penanganan ditingkatkan dengan penambahan perangkap berupa kandang jebak yang ditempatkan secara strategis.

“Langkah ini kami ambil untuk meminimalisir potensi interaksi berulang antara satwa dan masyarakat. Penanganan akan terus kami tingkatkan sampai kondisi benar-benar aman,” jelasnya.

Baca juga: Petugas BKSDA Terluka Diserang Beruang Madu di Pasaman Barat, Total Korban Jadi Empat Orang

Menurut Antonius, situasi di lokasi saat ini mulai berangsur kondusif. Meski demikian, tim BKSDA bersama pemerintah nagari dan warga tetap siaga melakukan pemantauan di sekitar area kebun dan permukiman.

BKSDA Sumbar juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas, terutama di area perladangan dan kebun yang berbatasan dengan habitat satwa liar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas seorang diri di kebun, selalu waspada, dan segera melaporkan kepada aparat nagari atau BKSDA jika kembali melihat keberadaan beruang,” tegasnya.

Penanganan konflik satwa liar ini akan terus dilakukan hingga beruang madu tersebut berhasil diamankan dan risiko terhadap keselamatan warga dapat diminimalisir.

Empat Orang Terluka

KEMUNCULAN BERUANG MADU – Petugas BKSDA Pasaman Barat menelusuri arah larinya beruang madu di kawasan Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat. Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo, menyebut tiga warga terluka akibat serangan beruang saat panen padi, Sabtu (14/2/2026).
KEMUNCULAN BERUANG MADU – Petugas BKSDA Pasaman Barat menelusuri arah larinya beruang madu di kawasan Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat. Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo, menyebut tiga warga terluka akibat serangan beruang saat panen padi, Sabtu (14/2/2026). (TribunPadang.com)

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pasaman Barat merencanakan pemasangan perangkap untuk mengamankan beruang madu yang menyerang warga di Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat.

Langkah tersebut diambil setelah empat orang terluka akibat serangan beruang dalam dua hari berturut-turut, Sabtu-Minggu (14-15/2/2026).

Korban terdiri dari tiga warga dan satu petugas BKSDA.

Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo, mengatakan perangkap akan dipasang di lokasi larinya beruang, yakni ke arah bukit di kawasan tersebut.

“Kalau berhadapan dengan binatang buas, risikonya besar. Untuk itu kita lakukan pemasangan perangkap di lokasi larinya binatang buas,” ujarnya.

Perangkap masih dalam perjalanan dari BKSDA wilayah Agam dan dijadwalkan dipasang pada malam hari.

Selain itu, dua personel tambahan dari Agam juga dikerahkan ke lokasi.

Saat ini, tujuh petugas telah berjaga di lapangan, terdiri dari tiga petugas BKSDA, satu dokter hewan, satu COP, serta personel pendukung lainnya.

“Saat ini ada tujuh yang berjaga-jaga di lokasi, sembari menunggu tambahan personel dan kedatangan perangkat dari Lubuk Basung, Agam,” tambahnya.

Baca juga: Beruang Madu Serang Warga di Pasaman Barat, Tiga Orang Terluka Saat Panen Padi

Sebelumnya, pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, beruang madu menyerang tiga warga yang tengah panen padi di kawasan tersebut. Ketiganya adalah Aidil Putra (20), warga Barulak; Sabri (65), warga Talu; dan Maijasman (63), warga Barulak.

Sehari berselang, Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, beruang kembali muncul dan menyerang seorang petugas BKSDA yang hendak melakukan pembiusan. Petugas tersebut mengalami luka di kaki kiri dan harus mendapatkan lima jahitan.

Usai kejadian, warga sempat melakukan pengejaran, namun BKSDA mengimbau agar pengejaran dihentikan karena berisiko tinggi.

Seluruh korban telah mendapatkan perawatan di RSUD Pasaman Barat dan Puskesmas Talu. Hingga kini, petugas bersama masyarakat masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved