Beruang Serang Warga

Update Penanganan Konflik Beruang Madu di Pasaman Barat, BKSDA Sumbar Pasang Kandang Jebak

Langkah ini kami ambil untuk meminimalisir potensi interaksi berulang antara satwa dan masyarakat.

Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/BKSDA Sumbar
KONFLIK SATWA- Petugas BKSDA Sumatera Barat bersama tim Centre for Orangutan Protection (COP) dan warga memasang kandang jebak di kawasan perkebunan Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Minggu (15/2/2026) malam. Pemasangan perangkap tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut penanganan konflik beruang madu yang dilaporkan menyerang warga dan hingga hari ketiga masih dalam proses pengamanan. 

Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo, mengatakan perangkap akan dipasang di lokasi larinya beruang, yakni ke arah bukit di kawasan tersebut.

“Kalau berhadapan dengan binatang buas, risikonya besar. Untuk itu kita lakukan pemasangan perangkap di lokasi larinya binatang buas,” ujarnya.

Perangkap masih dalam perjalanan dari BKSDA wilayah Agam dan dijadwalkan dipasang pada malam hari.

Selain itu, dua personel tambahan dari Agam juga dikerahkan ke lokasi.

Saat ini, tujuh petugas telah berjaga di lapangan, terdiri dari tiga petugas BKSDA, satu dokter hewan, satu COP, serta personel pendukung lainnya.

“Saat ini ada tujuh yang berjaga-jaga di lokasi, sembari menunggu tambahan personel dan kedatangan perangkat dari Lubuk Basung, Agam,” tambahnya.

Baca juga: Beruang Madu Serang Warga di Pasaman Barat, Tiga Orang Terluka Saat Panen Padi

Sebelumnya, pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, beruang madu menyerang tiga warga yang tengah panen padi di kawasan tersebut. Ketiganya adalah Aidil Putra (20), warga Barulak; Sabri (65), warga Talu; dan Maijasman (63), warga Barulak.

Sehari berselang, Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, beruang kembali muncul dan menyerang seorang petugas BKSDA yang hendak melakukan pembiusan. Petugas tersebut mengalami luka di kaki kiri dan harus mendapatkan lima jahitan.

Usai kejadian, warga sempat melakukan pengejaran, namun BKSDA mengimbau agar pengejaran dihentikan karena berisiko tinggi.

Seluruh korban telah mendapatkan perawatan di RSUD Pasaman Barat dan Puskesmas Talu. Hingga kini, petugas bersama masyarakat masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif.(*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved