Kabupaten Dharmasraya
Tembus Skor 66,80, Bapperida Dharmasraya Raih Predikat Sangat Inovatif Berkat Program Jari Manis
Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, terus mematangkan langkahnya dalam kancah tata kelola pemerintahan berbasis kebaruan.
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Skor Inovasi Daerah Dharmasraya tembus angka 66,80 pada penilaian IID 2025.
- Capaian tersebut mengantarkan Dharmasraya ke kategori Sangat Inovatif tingkat nasional.
- Bapperida Dharmasraya mengawal inovasi lintas OPD melalui program Jari Manis.
- Program ini mendorong pendampingan, asistensi, dan fasilitasi inovasi daerah.
- Jari Manis diarahkan melahirkan inovasi nyata di sektor layanan publik.
TRIBUNPADANG.COM,DHARMASRAYA - Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, terus mematangkan langkahnya dalam kancah tata kelola pemerintahan berbasis kebaruan.
Melalui program unggulan bertajuk "Jari Manis" atau Jaringan Pengembangan Inovasi, daerah ini berhasil mengukuhkan posisi sebagai salah satu daerah dengan predikat Sangat Inovatif di tingkat nasional.
Predikat tersebut bukanlah klaim sepihak, melainkan hasil penilaian objektif dalam Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2025.
Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Dharmasraya, kabupaten ini berhasil mengantongi skor 66,80.
Capaian tersebut secara resmi tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 400.10.11-6097 Tahun 2025.
Baca juga: Virus Nipah Belum Ditemukan di Padang, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada
Angka ini mencerminkan lonjakan performa birokrasi dalam menerjemahkan kebutuhan publik menjadi solusi kreatif yang terukur.
Kepala Bapperida Kabupaten Dharmasraya, Frinaldi, menjelaskan bahwa keberhasilan ini bermuara pada efektivitas program Jari Manis.
Sejak awal, program ini dirancang bukan sekadar sebagai pemanis birokrasi, melainkan motor penggerak lintas sektor yang bersifat integratif.
"Jari Manis kami rancang sebagai penggerak inovasi lintas sektor. Orientasinya bukan sekadar melahirkan ide-ide di atas kertas, tetapi memastikan setiap inovasi benar-benar diimplementasikan dan memberi dampak konkret bagi masyarakat," ujar Frinaldi dilansir, Selasa (3/2/2026).
Menilik rekam jejaknya, Jari Manis resmi diperkenalkan ke publik pada 10 April 2025. Bertempat di Aula Kantor Bupati Dharmasraya, program ini lahir dari kebutuhan mendesak akan adanya wadah sinergi, sinkronisasi, dan harmonisasi antarperangkat daerah yang selama ini cenderung bekerja dalam sekat-sekat sektoral.
Baca juga: Pedagang Pasar Raya Padang Tolak Pindah ke Basement: Di Sana Sudah Ada Orang, Kami Tak Mau Bentrok
Dalam praktiknya, Jari Manis bekerja melalui tiga pilar utama: pendampingan, asistensi, dan fasilitasi. Ketiga aspek ini dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki panduan yang jelas dalam mengembangkan program unggulan mereka.
Frinaldi menekankan bahwa tantangan terbesar dalam inovasi daerah sering kali terletak pada keberlanjutan. Banyak inovasi yang mati suri setelah diluncurkan karena kurangnya pengawalan dan evaluasi. Di sinilah Jari Manis mengambil peran sebagai pengawal ekosistem.
"Melalui pola pendampingan yang intensif, setiap perangkat daerah didorong untuk menjadikan inovasi sebagai bagian dari budaya kerja. Kami ingin mengubah pola pikir bahwa inovasi adalah beban tambahan, melainkan sebuah kebutuhan dalam pelayanan publik," lanjutnya.
Perubahan paradigma ini penting mengingat tuntutan masyarakat terhadap kecepatan dan kemudahan layanan semakin tinggi.
Dengan menjadikan inovasi sebagai kebiasaan, setiap aparatur sipil negara di Dharmasraya diharapkan mampu mencari solusi paling efisien atas kendala yang ditemukan di lapangan.
Baca juga: Bupati Annisa Suci Ramadhani Hadiri Rakornas di SICC, Siap Kawal Program Prioritas Presiden Prabowo
Bapperida sendiri memegang kendali penuh dalam koordinasi program ini. Sebagai "otak" di balik strategi pembangunan daerah, Bapperida bertugas merancang peta jalan inovasi, mengawal setiap tahapan implementasi, hingga memastikan dampak inovasi tersebut dapat diukur secara statistik maupun sosial.
Keberhasilan meraih predikat Sangat Inovatif ini menjadi modal sosial yang kuat bagi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan geografis atau sumber daya bukanlah penghalang bagi daerah untuk bersaing di level nasional asalkan didorong oleh manajemen inovasi yang sistematis.
Capaian skor 66,80 ini juga menjadi standar baru bagi Dharmasraya untuk terus berbenah. Pemerintah setempat menegaskan komitmennya untuk memperkuat fondasi pembangunan yang adaptif, kreatif, dan responsif terhadap dinamika zaman yang terus berubah dengan cepat.
Ke depan, Jari Manis diharapkan mampu melahirkan lebih banyak aplikasi praktis dan kebijakan publik yang langsung menyentuh sendi-sendi kehidupan warga, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi kerakyatan di pedesaan.(*)
| Pemkab Dharmasraya Gelar Lomba Perpustakaan Nagari Terbaik 2026, Hadiah Puluhan Juta Menanti |
|
|---|
| Pemkab Dharmasraya Percepat Pembangunan Jembatan Batang Mimpi di Sikabau |
|
|---|
| Bupati Annisa Suci Ramadhani Lepas 83 Jemaah Haji Dharmasraya, Titip Doa untuk Kemajuan Daerah |
|
|---|
| Pemkab Dharmasraya Pasang Box Culvert, Perbaiki Jalan Amblas di Nagari Kurnia Selatan |
|
|---|
| Pemkab Dharmasraya Targetkan PBB Rp 3,55 Miliar, Bupati Annisa Mulai Bagikan SPPT 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/JARI-MANIS-Kabupaten-Dharmasrdgkat-nasional.jpg)