Bencana Sumatera

Bantuan Bencana di Luar Huntara Menanti, Mendagri Minta Daerah Gesit Mendata Penerima

Namun Tito menegaskan bahwa kecepatan penyaluran bergantung pada kesiapan dan kelengkapan data korban.

Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
PERESMIAN HUNTARA AGAM- Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, memberikan keterangan di lokasi pembangunan hunian sementara untuk korban bencana di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sabtu (24/1/2026). Mendagri menuturkan, bagi warga yang rumahnya aman namun lahan sawah hanyut terbawa banjir bandang, maka berhak menerima uang stimulan tersebut. 
Ringkasan Berita:
  • Mendagri Tito Karnavian hadir meresmikan hunian sementara di ayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam, pada Sabtu (24/1/2026) sore.
  • Dalam keterangannya, Mendagri menbeybut, melalui Kementerian Sosial, bantuan perabotan diberikan RFp3 juta kepada korban bencana yang rumahnya rusak.
  • Lalu kata Tito, ditambah dengan uang lauk-pauk atau jaduk, Rp15 ribu per orang dalam sehari.
  • Bagi warga yang rumahnya aman namun lahan sawah hanyut terbawa banjir bandang, maka berhak menerima uang stimulan.

TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memastikan korban galodo di Kabupaten Agam mendapat bantuan berupa uang perabotan sebanyak Rp3 juta per Kartu Keluarga (KK).

Keterangan itu disampaikan Mendagri Tito Karnavian usai meresmikan hunian sementara (huntara) di Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, pada Sabtu (24/1/2026) sore.

Bantuan perabotan itu diberikan kepada korban banjir bandang atau galodo yang terjadi pada akhir November 2025 yang lalu.

Pemberian bantuan perabotan ini di luar penyediaan huntara di Kayu Pasak, Agam.

Baca juga: Menilik Huntara Kayu Pasak Agam, Penyintas Banjir Bandang Keluhkan Ruang Tidur Berbatas Kamar Mandi

Melalui Kementerian Sosial, bantuan perabotan diberikan kepada korban bencana yang rumahnya rusak.

"Uang perabotan Rp3 juta," ungkapnya usai memotong pita tanda peresmian huntara di Kayu Pasak, Agam.

Selain itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial juga menyediakan uang stimulan kepada para korban.

"Jumlah uang yang diberikan Rp5 juta," sebutnya.

Lalu kata Tito, ditambah dengan uang lauk-pauk atau jaduk, Rp15 ribu per orang dalam sehari.

Baca juga: Merajut Asa Usai Kehilangan Rumah, Penyintas Banjir Bertahan di Huntara dengan Trauma Membekas

Diskresinya diserahkan kepada bupati dan wali kota yang terdampak, untuk menentukan siapa yang berhak menerima.

Mendagri menuturkan, bagi warga yang rumahnya aman namun lahan sawah hanyut terbawa banjir bandang, maka berhak menerima uang stimulan tersebut.

"Maka diberikan uang stimulan Rp5 juta, sambil menunggu program revitalisasi sawah yang dilakukan oleh Menteri Pertanian. Namun programnya sudah launching minggu lalu di Aceh Utara," terangnya.

Namun Tito menegaskan bahwa kecepatan penyaluran bergantung pada kesiapan dan kelengkapan data korban.

Untuk itu, para bupati dan wali kota harus mendata warga yang terdampak dan berhak mendapatkan bantuan tersebut.

"Ini butuh kecepatan, kita menunggu data dari daerah terdampak," tambahnya. (Tribunparang.com/Muhammad Iqbal)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved