Bencana Agam
117 Huntara di Kayu Pasak Agam Selesai Dibangun, Siap Dihuni Korban Galodo
"Benar, sebanyak 117 unit bangunan huntara di Kayu Pasak, sudah siap. Peresmian dan penyerahan dilakukan besok," kata Roza.
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 117 hunian sementara selesai dibangun di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
- Bangunan hunian sementara ini hanya tinggal proses pengerjaan tambahan, seperti pemasangan instalasi septik tank, drainase dan lain sebagainya.
- Hunian sementara ini akan diresmikan pada Sabtu (24/1/2026.
TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Sebanyak 117 unit hunian sementara (huntara) di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, bakal diresmikan pada Sabtu (24/1/2026).
Lokasi huntara ini tepatnya berada di belakang SDN 05 Kayu Pasak, tempat korban banjir bandang akhir November 2025 lalu mengungsi.
Sementara untuk peresmian 117 unit huntara ini direncanakan akan dihadiri langsung oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).
Baca juga: Warga Malalak Agam Temukan Mayat Balita di Selokan, Ternyata Korban Galodo November 2025 Lalu
Kemudian, Menteri Dalam Negeri, Kepala BNP, Wakil Menteri Koperasi dan UMKM serta Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI.
Hal itu disampaikan oleh Kadis Kominfo Kabupaten Agam, Roza Syafdefianti, saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Jumat (23/1/2026).
"Benar, sebanyak 117 unit bangunan huntara di Kayu Pasak, sudah siap. Peresmian dan penyerahan dilakukan besok," kata Roza.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Agam, Rahmad Lasmono, menyebut pengerjaan huntara di Kayu Pasak sudah selesai dikerjakan.
Baca juga: Empat Hari Pasca Penemuan Bayi di Agam, Polisi Belum Kantongi Petunjuk Pelaku
Pengerjaan sebelumnya melibatkan Kodim 0304/Agam, Yonif TP 897/SGL, Yonzikon 12/KJ serta tenaga tukang sipil.
Sebanyak 117 unit huntara tersebut dibangun secara swakelola, dengan total berjumlah 24 barak di Kayu Pasak.
"21 barak terdiri dari lima pintu, dengan total mencapai 105 unit. Sedangkan tiga barak menggunakan empat pintu, berjumlah 12 unit," sebutnya.
Akan tetapi, untuk saat ini masih terdapat proses pengerjaan tambahan, seperti pemasangan instalasi septik tank, drainase dan lain sebagainya.
Pekerjaan tambahan:
1. Instalasi septik tank dan air kotor unit
2. Pemasangan instalasi listrik
3. Fasilitas lingkungan (drainase, pengerasan jalan, pembersihan)
4. Pemasangan instalasi air bersih dari sumber Pamsimas oleh PT. Hutama Karya
5. Pemasangan instalasi air bersih pendukung, berasal dari sumur bor hasil pekerjaan TNI AD
165 Orang Meninggal Dunia, 32 Warga Masih Hilang
Melansir dari TribunPadang.com, Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Agam mencatat korban meninggal dunia mencapai 165 orang, akibat bencana hidrometeorologi.
Data itu disampaikan Bupati Agam, Benni Warlis kepada Tribun Padang, usai memaparkan dan menandatangani Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Aula Gubernuran Sumbar, Kamis (8/1/2026).
| Kerangka Diduga Korban Galodo di Salareh Aia Barat Agam Dievakuasi ke RSUD Lubuk Basung |
|
|---|
| Kerangka Manusia Dewasa Ditemukan di Salareh Aia Barat Agam, Diduga Korban Galodo |
|
|---|
| Banjir Sungai Batang Agam Rendam Rumah Warga, 100 KK Mengungsi di Tanjung Raya |
|
|---|
| Jalur Lintas Palupuh Agam Bisa Dilewati Kembali, Alat Berat Bersihkan Material Longsor 20 Meter |
|
|---|
| Longsor Sepanjang 20 Meter Tutupi Badan Jalan Nasional di Palupuh Agam, Akses Lalin Lumpuh Total |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/huntara-di-kabupaten-agam-2312026.jpg)