Berita Populer

3 Berita Populer Sumbar: Lubang di Pessel Bukan Sinkhole, Teror Manusia Bertopeng di Agam 

Mulai dari teror manusia bertopeng di Agam, lubang di Pesisir Selatan bukan sinkhole serta update penemuan bayi di Gadut Agam.

Tayang:
Editor: afrizal
Dokumentasi/Polsek Tilatang Kamang
PENEMUAN BAYI- Warga temukan bayi dengan jenis kelamin perempuan di Jorong Pandam Gadang Ranggo Malai (PGRM), Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Kamis (15/1/2026). Simak kembali deretan berita populer Sumatera Barat di TribunPadang.com sepanjang Jumat (16/1/2026). 

TRIBUNPADANG.COM- Simak kembali deretan berita populer Sumatera Barat di TribunPadang.com sepanjang Jumat (16/1/2026). 

Mulai dari teror manusia bertopeng di Agam, lubang di Pesisir Selatan bukan sinkhole serta update penemuan bayi di Gadut Agam.

1. Teror Manusia Bertopeng di Agam Hantui Warga, Cuma Pakai Celana Dalam Sambil Bawa Parang

Masyarakat Maua Hilia, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam dibuat resah dengan kemunculan manusia bertopeng saat malam hari di daerah tersebut.

Informasi mengenai kemunculan manusia bertopeng dan membuat warga resah tersebut juga viral di media sosial.

Diketahui sebelumnya, kemunculan teror tersebut bertepatan di lokasi bencana banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.

KEMUNCULAN MANUSIA BERTOPENG: Proses pencarian teror manusia bertopeng di Maua Hilia, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Agam, Rabu (14/1/2026) lalu. Jorong Kayu Pasak Timur, Yoka sebut warga jadi resah, karena mengejar dan hanya memakai celana dalam, parang dan penutup wajah.
KEMUNCULAN MANUSIA BERTOPENG: Proses pencarian teror manusia bertopeng di Maua Hilia, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Agam, Rabu (14/1/2026) lalu. Jorong Kayu Pasak Timur, Yoka sebut warga jadi resah, karena mengejar dan hanya memakai celana dalam, parang dan penutup wajah. (TribunPadang.com/Dok (Jorong/Yoka))

Menurut keterangan Jorong Kayu Pasak Timur, Yoka membenarkan terkait kemunculan manusia bertopeng dan membuat warganya resah.

Kata Yoka, kemunculan teror tersebut sudah terjadi sejak Minggu (11/1/2026) lalu. 

Hanya saja saat kemunculan pertama, masyarakat Maua Hilia, Jorong Kayu Pasak Timur belum terlalu merespon hal tersebut.

Baca juga: 3 BERITA POPULER SUMBAR: Rehabilitasi Sawah, Penemuan Bayi dan Pasal Pengeroyokan Nenek Saudah

Hingga akhirnya, manusia bertopeng kembali muncul pada Rabu (14/1/2026) dan sampai melakukan pengejaran terhadap warga.

"Muncul pertama pada Minggu, kemudian pada Rabu lalu. Sempat melakukan pengejaran ke warga, sehingga warga resah," ungkapnya saat dikonfirmasi Tribunpadang.com via telepon whatsapp, Jumat (16/1/2026).

Ia menjelaskan ciri-ciri dari manusia bertopeng tersebut, hanya mengenakan celana dalam, bawa parang dan wajahnya ditutupi.

Manusia bertopeng itu muncul saat malam hari. Warga mengaku, ada yang melihat di batang pohon, jalan dan lain sebagainya.

Tak hanya itu, manusia bertopeng itu juga dominan terlihat oleh warga yang berjenis kelamin perempuan.

"Tapi yang laki-laki juga pernah melihat, namun hanya tampak bagian belakang atau punggung," terangnya.

Kendati demikian, sejak kemunculan kedua tersebut, polisi, brimob, perangkat jorong hingga masyarakat langsung patroli mencari keberadaan manusia bertopeng yang meresahkan warga tersebut.

Namun karena kondisinya gelap dan penerangan tidak memadai, terduga pelaku belum berhasil ditemukan.

Selengkapnya KLIK DI SINI

2. Lubang di Rumah Warga Pessel, BPBD: Bukan Sinkhole, Tapi Dampak Bencana Desember 2025

Beredar video viral terkait sinkhole di sebuah rumah warga, Koto Ranah Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Tampak di video, lubang besar terjadi di dalam sebuah rumah warga. Ukurannya cukup besar.

Video tersebut diposting akun instagram @medankini dan menuai berbagai tanggapan dari masyarakat.

Hal itu dikarenakan, dikaitkan dengan fenomena sinkhole.

Baca juga: 3 Berita Populer Padang: Warga Tunggu Air Bersih hingga Malam, Truk Terbalik di Sitinjau Lauik

Video tersebut mendapatkan 2.261 like, 127 komentar, dan 732 kali dibagikan oleh netizen.

Diketahui, sinkhole adalah fenomena alam yang terjadi akibat runtuhnya lapisan batugamping di bawah permukaan tanah.

Fenomena ini bisa terjadi karena runtuhan yang berada di kawasan batuan kapur atau batu gamping, atau bisa disebabkan karena terjadinya erosi pipa.

Menanggapi itu, Kalaksa BPBD Pesisir Selatan, Mulyandri menyebut video tersebut tidak benar informasinya terkait sinkhole.

Pihaknya sudah memastikan lubang yang terjadi di dalam rumah warga tersebut akibat dampak bencana pada akhir tahun 2025 lalu.

Sehingga BPBD menegaskan, lubang di dalam rumah warga itu bukan fenomena sinkhole seperti di Kabupaten Limapuluh Kota.

"Pemilik rumah dan wali nagari setempat membenarkan bahwa itu bukan fenomena alam sinkhole," ungkap Mulyandri saat dikonfirmasi, Jumat (16/1/2026).

Namun Mulyandri tidak menjelaskan spesifik terkait bencana apa yang menyebabkan lubang besar di dalam rumah warga tersebut.

Selengkapnya KLIK DI SINI

3. Update Penemuan Bayi di Agam, Polisi: Kondisinya Sehat dan Dirawat di Puskesmas

Update penemuan bayi dengan jenis kelamin perempuan di Jorong Pandam Gadang Ranggo Malai (PGRM), Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Kamis (15/1/2026).

Terkait penemuan bayi ini, pihak kepolisian dari Polsek Tilatang Kamang Polresta Bukittinggi tengah melakukan penyelidikan.

Kapolsek Tilatang Kamang, Iptu Riko Kurniawan, menyampaikan bahwa bayi dalam kondisi sehat setelah ditemukan oleh seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di depan rumahnya.

Kata dia, bayi dalam kondisi sehat dan masih dirawat di Puskemas Pakan Kamis.

Puskesmas ini berada tepat di Jalan Syeikh Muhammad Nurdin, Jalan Raya Pakan Kamis, Kecamatan Tilatang Kamang.

"Iya, masih dirawat di Puskesmas Pakan Kamis," ujar  Iptu Riko Kurniawan, saat dihubungi TribunPadang.com, Jumat (16/1/2026).

Terkait orang tua dan pelaku pembuangan bayi ini masih dalam penyelidikan.

Saat ini, pihak terus berupaya melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.

Namun, hingga hari ini belum ada laporan kecurigaan dari warga terkait ciri-ciri pelaku pembuangan.

"Masih kita dalami kasusnya sampai hari ini," katanya, saat memberikan keterangan via telepon WhatsApp.

Kronologi Penemuan Bayi di Tilatang Kamang Agam

Selengkapnya KLIK DI SINI

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved