Prakiraan Gelombang

Banjir Rob Ancam Pesisir Sumatera Barat Awal Januari 2026, Cek Daftar Wilayahnya Terdampak

Wilayah pesisir Sumatera Barat kini masuk dalam status siaga menyusul peringatan dini dari BMKG mengenai potensi

Penulis: Rahmadisuardi | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Panji Rahmat
BANJIR ROB- Kawasan Purus Atas, Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, yang pernah terdampak banjir rob Selasa (11/11/2025). Wilayah pesisir Sumatera Barat kini masuk dalam status siaga menyusul peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi banjir pesisir atau rob. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Wilayah pesisir Sumatera Barat kini masuk dalam status siaga menyusul peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi banjir pesisir atau rob.

Fenomena alam ini diprediksi akan menerjang sejumlah titik strategis di wilayah Sumbar pada periode pergantian tahun hingga awal Januari 2026.

Masyarakat yang tinggal di kawasan pantai perlu meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap kenaikan permukaan air laut.

Dilansir laman BMKG Kamis (8/1/2026), kondisi kritis ini dipicu oleh adanya fenomena Fase Perigee, yaitu posisi di mana bulan berada pada jarak terdekatnya dengan bumi pada 2 Januari 2026. 

Kondisi ini semakin diperparah dengan munculnya fase Bulan Purnama pada 3 Januari 2026 yang secara gravitasi berpotensi besar meningkatkan ketinggian air laut maksimum di sepanjang garis pantai.

Baca juga: Persis Solo Incar Poin Penuh di Kandang Semen Padang FC, Milo Siapkan Taktik Khusus

BMKG mencatat bahwa kombinasi kedua fenomena astronomi ini menjadi penyebab utama ancaman luapan air laut ke daratan.

Berdasarkan data lampiran BMKG, wilayah  yang akan terdampak meliputi area yang sangat luas, mulai dari Pesisir Kota Padang, Pesisir Kabupaten Padang Pariaman, hingga Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan.

Tidak hanya daratan utama, wilayah Pesisir Kabupaten Kepulauan Mentawai juga masuk dalam zona bahaya banjir rob ini.

Menurut prediksi pantauan data water level, ancaman banjir rob ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari berturut-turut, yakni mulai tanggal 2 hingga 6 Januari 2026.

Dampak dari banjir rob ini diprediksi akan mengganggu urat nadi ekonomi masyarakat pesisir, terutama aktivitas bongkar muat di pelabuhan-pelabuhan lokal.

Baca juga: Rute Trans Padang Berubah di 3 Koridor, Cek Titik Pemberhentian Terbarunya

Selain itu, pemukiman warga di pinggir pantai terancam tergenang air laut, yang juga akan merusak sektor perikanan darat serta tambak garam milik petani setempat. 

Para nelayan dan pelaku usaha wisata bahari diminta untuk terus memantau pergerakan pasang surut air laut demi keselamatan jiwa dan harta benda.

Masyarakat diimbau untuk segera melakukan langkah antisipasi mandiri dan selalu memperbarui informasi cuaca maritim melalui saluran resmi BMKG di call center 021-6546315 atau melalui akun Instagram @BMKGmaritim.(*)


 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved