Bencana Sumbar
BPJN Targetkan Penanganan Permanen Jalan Padang Panjang–Bukittinggi Rampung Juli 2026
Jalan Padang Panjang–Bukittinggi akan ditangani secara permanen setelah penanganan sementara rampung.
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- BPJN Sumatera Barat menargetkan penanganan permanen jalan Padang Panjang–Bukittinggi rampung paling lambat Juli 2026.
- Penanganan permanen dilakukan setelah perbaikan sementara pascabanjir bandang di Lembah Anai.
- Jalur ini tetap difungsikan karena menjadi penghubung utama Sumbar–Riau jelang Nataru.
- Total ruas terdampak mencapai 5,4 kilometer dan berada di sepanjang aliran sungai.
- Selama proses, pembatasan kendaraan masih diberlakukan di beberapa titik.
TRIBUNPADANG.COM, TANAH DATAR – Jalan Padang Panjang–Bukittinggi akan ditangani secara permanen setelah penanganan sementara rampung.
Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat menargetkan pekerjaan permanen selesai paling lambat Juli 2026.
Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi, mengungkapkan banjir bandang yang melanda kawasan Jembatan Kembar Padang Panjang pada Kamis (27/11/2025) lalu menyebabkan kerusakan di 15 titik.
Hal tersebut disampaikan Elsa Putra Friandi saat ditemui TribunPadang.com di kawasan Lembah Anai, Kamis (18/12/2025).
“Di ruas Padang Panjang–Bukittinggi terdapat 15 titik yang mengalami kerusakan. Saat ini pekerjaan perbaikan sudah dilakukan oleh HKI. Alhamdulillah, seluruh titik tersebut sudah bisa difungsionalkan sejak 16 Desember kemarin,” ujar Elsa Putra Friandi.
Baca juga: Galodo dan Dosa Pembangunan: Saat Negara Diuji oleh Murka Alam
Ia menjelaskan, ruas jalan tersebut kini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.
Namun, masih terdapat satu titik yang sedang dalam proses perbaikan sehingga diberlakukan sistem buka tutup.
“Ruas jalan sudah bisa dilalui, tetapi masih ada satu lokasi yang diberlakukan buka tutup,” jelasnya.
Selain itu, penutupan sementara juga akan diberlakukan kembali apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
“Jika curah hujan tinggi, ruas jalan ini akan kami tutup kembali demi keselamatan,” tegas Elsa.
Baca juga: Cuaca 7 Kota Sumbar Hari Ini: BMKG Catat Hujan Ringan hingga Berawan
Elsa menambahkan, perbaikan yang dilakukan saat ini masih bersifat sementara mengingat jalur tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Sumatera Barat dan Riau, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Untuk Nataru, kondisinya masih seperti ini karena penanganan permanen membutuhkan waktu yang cukup lama,” katanya.
Penanganan permanen, lanjut Elsa, ditargetkan rampung paling lambat pada Juli 2026.
“Setelah ini akan kita lanjutkan dengan penanganan permanen. Targetnya paling lambat bulan Juli 2026,” ujarnya.
| Petani Terdampak Bencana Diminta Bertahan, Sarankan Tanam Ubi di Lokasi Lahan Pertanian Rusak |
|
|---|
| Nasib Petani Sumbar Menggantung, Anggaran Perbaikan Lahan Rusak Berat Akibat Bencana Belum Ada |
|
|---|
| Kementan Targetkan Pemulihan Lahan Pertanian Sumbar Rampung Satu Bulan, Dinas Percepat Cairkan Dana |
|
|---|
| Ribuan Hektare Sawah Terdampak Bencana di Sumbar Mulai Pulih, Petani di Solok Segera Panen Mei 2026 |
|
|---|
| Anggaran Cair, Pemulihan Sawah Terdampak Banjir di Sumbar Sasar Ribuan Hektare Lahan Petani |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Kepala-Balai-Pelaksana-Jalan-Nasional-BPJN-Sumatera-Barat-Elsa-Putra-Friandi-18122025.jpg)