Bencana Agam

Aksi Kemanusiaan Terus Mengalir ke Palembayan Agam, Arus Kendaraan ke Lokasi Bencana Meningkat

Saking ramainya, terpantau sekitar pukul 17.00 WIB ada dua kendaraan roda empat terperosok masuk parit.

Tayang:
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Panji Rahmat
BANJIR BANDANG AGAM- Penampakan kemacetan yang terjadi di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Sabtu (6/12/2025). Kemacetan terjadi akibat banyaknya kendaraan roda dua hingga enam memasuki lokasi bencana banjir bandang, baik untuk menyalurkan bantuan maupun sekedar melihat kondisi lokasi pasca bencana banjir bandang. 

Ringkasan Berita:
  • Aksi kemanusiaan terus mengalir ke daerah terdampak bencana di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sabtu (6/12/2025).
  • Banyak pengendara melabeli kendaraan mereka dengan tulisan “Bantuan untuk Korban Galodo Palembayan” dan tulisan lainnya.
  • Para donatur ini datang silih berganti, saking ramainya, terpantau ada dua kendaraan roda empat terperosok masuk parit.
  • Warga yang datang tak hanya memberi bantuan, tapi ada juga yang ingin tahu kondisi Salareh Aia pasca banjir bandang.

TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Pasca banjir bandang menerjang Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, akhir November 2025, aksi kemanusiaan terus mengalir deras pada para korban yang masih berada di pengungsian, Sabtu (6/12/2025).

Ragam bantuan ini terus berdatangan baik dengan mobil dump truck, pikap bahkan minibus terus berlalu lalang di akses jalan utama menuju lokasi bencana.

Akses jalan merupakan akses jalan Palembayan menuju Matur, namun akibat bencana, akses jalan itu hanya bisa dilalui menuju Palupuah.

Terpantau kendaraan roda dua hingga roda enam terus memenuhi akses jalan satu-satunya itu, baik dari arah atas maupun bawah.

Baca juga: BPBD Sumbar Imbau Warga Tak Berkerumun di Lokasi Bencana agar Penyaluran Bantuan Tak Terganggu

Banyak pengendara melabeli kendaraan mereka dengan tulisan “Bantuan untuk Korban Galodo Palembayan” dan tulisan lainnya.

Terlihat banyak juga mobil pikap yang datang berisikan orang, bukan barang, menutupi baknya dengan terpal.

Kendaraan itu melintas di antara para relawan dan tim gabungan yang masih sibuk menyisir area pasca banjir bandang.

Sesekali kendaraan mereka harus berhenti menunggu alat berat yang sedang bekerja memindahkan material banjir bandang.

Baca juga: Sungai Batang Agam Terisolir Akibat Bencana, Polda Sumbar Salurkan Bantuan Pakai Helikopter

Jalanan selebar empat meter sampai lima meter itu cukup padat, dari siang hingga sore hari, dari bermandi debu hingga bermandi hujan.

Para donatur ini datang silih berganti seperti tak ada habisnya, saking ramainya, terpantau sekitar pukul 17.00 WIB ada dua kendaraan roda empat terperosok masuk parit.

Satu dari ban kendaraan itu terperosok karena menghindari kendaraan dari arah berlawanan di jalanan selebar empat meter hingga lima meter.

Masyarakat setempat, Nanda, korban banjir bandang, mengaku intensitas kendaraan yang melintas hari ini cukup ramai dari dua hari sebelumnya.

Baca juga: Agam Kembali Menyala, PLN Pastikan Pemulihan Listrik Sumbar Selesai Total

“Sejak awal kejadian memang sudah ramai juga kendaraan masuk. Tapi dua hari terakhir agak sepi, ini baru ramai lagi,” ujarnya ditemui saat sedang mengatur para pengendara yang menyerobot arus dari arah berlawanan.

Nanda menduga para masyarakat yang hadir tidak hanya sekadar memberi bantuan, tapi ada juga yang hanya ingin tahu bagaimana kondisi Salareh Aia pasca banjir bandang.

Ia memprediksi, jumlah masyarakat yang datang ini akan mengalami peningkatan lagi besok, Minggu (7/12/2025).

“Soalnya besok hari libur, instansi atau komunitas yang hendak menyalurkan bantuan tentu di hari libur lebih mudah,” ujarnya. (TribunPadang.com/Panji Rahmat)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved