Longsor di Agam

Dua Titik Longsor Bikin Akses Jalan Provinsi di Palembayan Agam Lumpuh Total

Longsor menutupi akses jalan provinsi sebanyak dua titik di Jorong Sungai Taleh, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam

Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rahmadi
Tribunnews.com/BPBD Agam
LONGSOR TUTUP JALAN: Penampakan longsor di Jorong Sungai Taleh, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kota Padang, Selasa (25/11/2025). Kabid KL BPBD Agam, Abdul Ghafur sebut longsor terjadi di dua titik, memiliki panjang 20 meter dan 10 meter, Rabu (26/11/2025 
Ringkasan Berita:
  • Dua titik jalan provinsi di Palembayan tertutup longsor dan tak bisa dilalui kendaraan.
  • Material tanah sepanjang 20 meter dan 10 meter menutup badan jalan dalam dua waktu berbeda.
  • Longsor terjadi setelah curah hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut.
  • BPBD Agam sudah turun ke lokasi dan berkoordinasi dengan PUPR untuk pembersihan material.
  • Warga menunggu akses jalan kembali normal, proses penanganan masih berlangsung.

 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Longsor menutupi akses jalan provinsi sebanyak dua titik di Jorong Sungai Taleh, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (25/11/2025).

Akibat longsor tersebut, akses jalan tertutup dan tidak bisa dilewati kendaraan.

Kabid KL BPBD Agam, Abdul Ghafur membenarkan terkait longsor yang menutup dua titik jalan provinsi di Jorong Sungai Taleh tersebut.

"Benar, kejadiannya Selasa kemarin , sekira pukul 10:00 WIB di satu titik lokasi dan satu lagi pukul 15:55 WIB," ungkapnya.

Ia menjeskan, titik pertama longsor memiliki panjang 20 meter dan tinggi 1 meter.

Baca juga: Dilanda Banjir Parah, Bupati Ungkap 10 Sungai Padang Pariaman Mendesak Normalisasi

"Sedangkan titik ke dua, di jorong sama, panjang longsor menutupi badan jalan hanya 10 meter. Sementara ketinggianya juga 1 meter," pungkasnya, Rabu (26/11/2025).

Bencana longsor di Jorong Sungai Taleh, disebabkan karena curah hujan tingggi dalam waktu terakhir.

"Penyebabnya karena curah hujan tinggi" tegasnya.

Kendati demikian, pihaknya sudah terjun ke lokasi untuk mendata dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pemeritah kecamatan dan nagari untuk pendataan dan PUPR Provinsi Sumbar untuk pembersihan material," tambahnya.(*)

 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved