Kabupaten Padang Pariaman

Berpotensi Cuaca Ekstrem, BPBD Padang Pariaman Ingatkan Daerah Perbukitan Waspada Bencana Longsor

Bencana tanah longsor ini tersebar di Lubuk Alung, Aur Malintang, Kampung Dalam dan sejumlah daerah perbukitan lainnya.

Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rezi Azwar
Canva
Ilustrasi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) petakan sejumlah titik rawan bencana hidrometeorologi yang harus diantisipasi oleh masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Bencana tanah longsor ini tersebar di Lubuk Alung, Aur Malintang, Kampung Dalam dan sejumlah daerah perbukitan lainnya. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) petakan sejumlah titik rawan bencana hidrometeorologi yang harus diantisipasi oleh masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.

Diketahui bahwa Kabupaten Padang Pariaman sebagai daerah 'minimarket bencana' atau memiliki potensi berbagai bencana alam.

Oleh karena itu, BPBD Padang Pariaman telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat waspada terhadap bencana hidrometeorologi.

Dikutip dari bpbd.bogorkab.go.id, bencana hidrometeorologi adalah bencana yang diakibatkan oleh aktivitas cuaca seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin dan kelembapan.

Baca juga: VIRAL Harimau Sumatera Muncul di Solok, Warga Bertemu Langsung lalu Sorot dengan Lampu

Bentuk bencana hidrometeorologi berupa kekeringan, banjir, badai, kebakaran hutan, longsor, angin puyuh, gelombang dingin, hingga gelombang panas.

Pemetaan lokasi rawan bencana ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman, melalui pantauan di lapangan dan geografis daerah tersebut.

Pihaknya mengaku juga sudah meningkatan waspada dan siaga mengingat imbauan cuaca ekstrem yang sudah dikeluarkan oleh BMKG.

Emri Nurman menerangkan, di musim penghujan ini, potensi bencana hidrometeorologi sangat besar terjadi di Padang Pariaman, seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung hingga pohon tumbang.

Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Petakan Titik Rawan Bencana Hidrometeorologi di Padang Pariaman

“Kalau tanah longsor, biasanya akibat tanah yang sudah gembur akibat panas berkepanjangan lalu diguyur hujan,” ujarnya.

Bencana tanah longsor ini tersebar di Lubuk Alung, Aur Malintang, Kampung Dalam dan sejumlah daerah perbukitan lainnya.

Sedangkan untuk bencana banjir, yang sudah menjadi langganan di Padang Pariaman banyak terjadi di Batang Anai, Lubuk Alung, Sungai Limau, Ulakan hingga kampung dalam.

“Bencana yang cukup sering kami tangani dalam tahun ini merupakan pohon tumbang akibat angin kencang yang disertai hujan intensitas ringan hingga sedang,” tuturnya.

Baca juga: Indonesia Ditargetkan Jadi Lumbung Pangan Dunia, Mentan Andi Amran: Empat Tahun Harus Swasembada

Bencana ini banyak terjadi di wilayah perbukitan yang banyak ditumbuhi pohon, terutama di Aur Malintang, Sungai Geringging, Limo Koto Timur dan VII Koto Sungai Sariak.

Selain pohon tumbang, bencana hidrometeorologi yang banyak terjadi di daerah perbukitan merupakan tanah longsor.

“Di semua titik rawan tersebut, kami sudah berikan peringatan pada masyarakat untuk berhati-hati dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk berperan aktif mengingatkan masyarakat,” ujarnya.

Peringatan Cuaca Ekstrem

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Pariman imbau warga waspada selama peringatan cuaca ekstrem BMKG sejak 11 September hingga 18 September 2025, yang berlangsung di sejumlah provinsi termasuk Sumatera Barat.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman, mengatakan peringatan cuaca ekstrem ini membuat musim penghujan berlangsung lebih cepat dari prediksi awal BMKG.

Berdasarkan data BMKG potensi cuaca ekstrem yang terjadi di Sumbar, akan berlangsung hujan intensitas sedang hingga tinggi, baik di pagi, siang hingga malam hari.

Menyikapinya, BPBD Padang Pariaman berikan imbauan kepada masyarakat untuk lebih waspada dan siaga guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem ini.

“Dengan adanya prediksi ini, kami memantau di Padang Pariaman memang sering terjadi hujan beberapa hari terakhir,” ujarnya, Selasa (16/9/2025).

Dampak dari hujan berkepanjangan, menurut Emri Nurman akan terjadi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, puting beliung dan tanah longsor.

“Kalau di Padang Pariaman, sesuai pengamatan  saya dan situasi di lapangan, kondisi ini juga sering menyebabkan pohon tumbang,” ujarnya.

Hal ini mengacu pada laporan masuk yang paling sering ditindaklanjuti pihaknya, baik pohon tumbang yang menimpa bangunan warga maupun akses jalan.

Baca juga: Hilirisasi Gambir Jadi Andalan Baru Sumbar, Mentan Andi Amran: Bisa Dongkrak Ekonomi Petani

Melihat situasi yang ada, Emri Nurman meminta masyarakat meningkatkan waspada akan potensi bencana yang ada.

“Imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan ini sudah kami lakukan melalui, media sosial dan pesan grup,” tuturnya. 

Selain memberikan imbauan pada masyarakat, pihaknya juga sudah meningkatkan siaga dan waspada melalui koordinasi lintas sektor.

Koordinasi ini diharapkan bisa mempercepat informasi masuk dengan penanganan lebih cepat. (TribunPadang.com/Panji Rahmat)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved