Kota Pariaman
Pemko Pariaman Terjunkan Tim Penyemprotan Hama untuk Mengendalikan Penyebaran Wereng
Tidak hanya fokus pada penanganan darurat, Pemko Pariaman juga menyiapkan strategi pencegahan jangka panjang.
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rezi Azwar
TRIBUNPADSNG.COM, PARIAMAN – Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, melalui Wali Kota Yota Balad dan Wakil Wali Kota Mulyadi, bergerak cepat untuk menanggulangi wabah hama wereng yang melanda lahan sawah di Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, Rabu (10/9/2025).
Tindakan ini diambil setelah melihat tingkat keparahan serangan yang mengancam hasil panen petani.
Hama wereng adalah serangga kecil penghisap cairan tanaman yang menjadi salah satu hama utama pada tanaman padi.
Wereng biasanya hidup di batang, pelepah, atau pangkal daun padi, lalu menusuk jaringan tanaman untuk mengisap cairannya.
Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Sumatera Barat Kamis 11 September 2025, Waspada Hujan Lebat di Pasaman Barat
Wali Kota Yota Balad melakukan peninjauan langsung di dua desa yang paling terdampak hama wereng, yakni Desa Tungkal Selatan dan Desa Sikapak Barat.
"Kami melihat beberapa lahan sawah telah terdampak hama wereng, dengan area terparah berada di wilayah utara Kota Pariaman," ungkapnya.
Menurut data dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pariaman, kedua desa ini mengalami dampak paling signifikan.
Menanggapi situasi darurat ini, Pemko Pariaman langsung mengambil langkah konkret.
Baca juga: Semen Padang vs PSBS Biak Sore Ini, Almeida Tegaskan Timnya Punya Motivasi Tinggi Amankan 3 Poin
Tim penyemprotan hama segera diterjunkan ke area terdampak untuk mengendalikan penyebaran wereng.
Wali Kota Yota Balad menyebutkan bahwa upaya pemupukan cepat dengan protan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian di Desa Sikapak Barat telah menunjukkan hasil positif, dimana sawah yang tadinya rusak kini mulai menghijau kembali.
Selain itu, Dinas Pertanian diinstruksikan untuk memberikan bantuan langsung kepada para petani, serta mendorong mereka untuk melakukan tiga kali penyemprotan guna mencegah penyebaran hama lebih luas.
Baca juga: Cuaca Mentawai Kamis 11 September 2025, Sore hingga Malam Berpotensi Hujan Ringan
Tidak hanya fokus pada penanganan darurat, Pemko Pariaman juga menyiapkan strategi pencegahan jangka panjang.
Wali Kota Yota Balad menegaskan bahwa mulai tahun depan, setiap desa di Kota Pariaman akan diwajibkan untuk menganggarkan dana khusus untuk bantuan bencana pertanian, termasuk gagal panen.
Sebagai langkah pendukung lainnya, Pemko Pariaman akan segera menyalurkan bantuan benih padi gratis pada September ini.
"Benih yang akan kami berikan adalah benih tahan hama untuk meminimalisir gangguan. Dengan usaha bersama, kami berharap persoalan gagal panen bisa diatasi dan petani tidak lagi mengalami kerugian," tutur Yota.
Baca juga: Cuaca 7 Kota di Sumatera Barat 11 September 2025, Bukittinggi Berawan dan Payakumbuh Hujan Ringan
| Serap Aspirasi dari Dunia Pendidikan, Wako Yota Balad Kunjungi Ponpes Ibnu Abbas di Pariaman Utara |
|
|---|
| Menilik Buayan Kaliang yang Tetap Eksis di Pariaman, Tradisi Lebaran Sejak 70 Tahun |
|
|---|
| Pria Ditemukan Meninggal di Mobil Pikap Parkir di Pariaman, Tubuh Basah Bensin |
|
|---|
| Wako Pariaman Beri Santunan dan Jamin Beasiswa Anak Warga yang Diduga Minum Racun |
|
|---|
| Kematian Wanita di Pariaman Diduga Minum Racun, Wako Yota Balad Tegaskan Bukan karena Faktor Ekonomi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Wali-Kota-Pariaman-Yota-Balad-1192025.jpg)