Solok Selatan

Solok Selatan Kucurkan Rp9,5 Miliar untuk Transformasi Ekonomi Dusun Tangah

Langkah strategis ini ditujukan untuk menciptakan pemerataan kesejahteraan melalui integrasi pembangunan infrastruktur.

TribunPadang.com/Pemkab Solsel
TRANSMIGRASI: Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mempercepat transformasi ekonomi di Dusun Tangah, Kecamatan Sangir Batang Hari, dengan alokasi anggaran Rp9,5 miliar. Penguatan anggaran ini diumumkan dalam rangkaian Safari Ramadhan di Masjid At-Taqwa, Jorong Sungai Cupak, Sabtu (28/2/2026) malam. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Solok Selatan alokasikan Rp9,5 miliar untuk transformasi ekonomi Dusun Tangah.
  • Rp5,7 miliar untuk pembangunan infrastruktur, sisanya untuk pemberdayaan masyarakat.
  • Fokus pada pertanian: bibit kopi, replanting sawit, dan peningkatan produktivitas lahan.
  • Perbaikan jalan provinsi untuk konektivitas ke Jalan Lintas Sumatera dan distribusi hasil bumi.
  • Safari Ramadhan: penyerahan hibah masjid Rp30 juta, bantuan sosial dan pendidikan bagi warga.

TRIBUNPADANG.COM, SOLOK SELATAN – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mempercepat transformasi ekonomi di wilayah transmigrasi dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,5 miliar untuk pengembangan kawasan Dusun Tangah, Kecamatan Sangir Batang Hari.

Langkah strategis ini ditujukan untuk menciptakan pemerataan kesejahteraan melalui integrasi pembangunan infrastruktur, penguatan kapasitas masyarakat, serta peningkatan produktivitas ekonomi lokal.

Baca juga: Safari Ramadan di Solok Selatan, Wabup Yulian Efi Desak Wagub Vasko Prioritaskan Perbaikan Jalan

Dana yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pusat tersebut dibagi dalam dua instrumen utama. Sebesar Rp5,7 miliar dialokasikan untuk pembangunan fisik infrastruktur, sementara sisanya diperuntukkan mendukung program pemberdayaan masyarakat di kawasan yang kini telah menjadi salah satu sentra ekonomi penting di kecamatan tersebut.

Penguatan anggaran ini diumumkan secara resmi saat rangkaian Safari Ramadhan di Masjid At-Taqwa, Jorong Sungai Cupak, Sabtu (28/2/2026) malam.

Kehadiran jajaran pemerintah daerah menjadi momentum penting untuk menyinkronkan kebijakan pembangunan dengan kebutuhan riil di lapangan.

Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan kawasan transmigrasi agar tidak tertinggal dari wilayah perkotaan.

Menurutnya, potensi ekonomi Dusun Tangah sangat besar, sehingga intervensi anggaran harus tepat sasaran, mulai dari tingkat daerah hingga nasional.

“Selain membangun fasilitas umum, sektor pertanian menjadi motor utama ekonomi. Program stimulan seperti pembagian bibit kopi berkualitas dan replanting sawit diarahkan ke wilayah ini untuk meningkatkan produktivitas lahan petani,” jelas Yulian Efi.

Ia menambahkan, tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan akses transportasi. Pihaknya terus melakukan lobi ke pemerintah provinsi dan pusat agar kualitas jalan di wilayah transmigrasi mendapat perhatian serius.

“Saat mendampingi Wakil Gubernur Sumatera Barat beberapa waktu lalu, kami menyampaikan urgensi perbaikan ruas jalan Dusun Tangah menuju Kampung Baru Lubuk Ulang Aling. Jalur ini sangat krusial bagi mobilitas warga,” ungkapnya.

Optimisme pemerintah muncul karena peningkatan kualitas jalan diproyeksikan membuka rute alternatif strategis, mempermudah transportasi barang dan orang, serta memangkas biaya logistik bagi pelaku usaha kecil di pedesaan.

Kawasan transmigrasi Dusun Tangah memiliki sejarah panjang dan nilai sosiologis unik. Dengan luas mencapai 1.250 hektare, kawasan ini dihuni campuran warga lokal dan peserta transmigrasi yang datang sejak dua dekade lalu.

Anggota DPRD Solok Selatan, Marwan Efendi, menjelaskan bahwa wilayah ini dibuka pada 2002 dan dikelola intensif sejak awal, hingga berkembang menjadi pemukiman produktif yang kini menjadi salah satu pilar ekonomi Kecamatan Sangir Batang Hari.

Meski demikian, potensi kawasan belum tergarap maksimal akibat kendala konektivitas. Marwan menekankan pentingnya peningkatan jalan provinsi yang melintasi Dusun Tangah sehingga bisa tersambung langsung ke Jalan Lintas Sumatera.

Akses tembus menuju Sungai Dareh di Pulau Punjung, Dharmasraya, diyakini mampu mengubah kawasan yang sebelumnya terisolasi menjadi titik pertumbuhan baru yang dinamis di perbatasan kabupaten.

Baca juga: Safari Ramadan di Solok Selatan, Wabup Paparkan Alokasi Infrastruktur Rp264 Miliar

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved