Kebakaran di Padang

Banyak Korban Kebakaran Kampung Jao Padang Tak Sempat Selamatkan Harta

Angin kencang membuat api cepat menyebar dan menghanguskan puluhan bangunan di Kampung Jao Dalam, Padang Barat, Jumat (12/6/2026).

Tayang:
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
KEBAKARAN BANGUNAN - Nasrul, korban kebakaran di Kampung Jao Dalam, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, berdiri di depan puing-puing rumah dan kamar kos miliknya yang hangus terbakar, Sabtu (13/6/2026). Kebakaran yang terjadi pada Jumat (12/6/2026) sore itu menghanguskan rumah, belasan kamar kos, serta tiga unit sepeda motor. 

Petugas kemudian bergerak satu menit setelah laporan diterima dan tiba di lokasi pukul 16.40 WIB.

Sebanyak 10 unit armada dan sekitar 100 personel diterjunkan untuk memadamkan api yang membakar rumah tinggal, rumah petak, hingga gudang penyimpanan suku cadang kendaraan roda dua.

Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api pada pukul 17.49 WIB.

Akibat peristiwa tersebut, dua unit rumah dan 32 pintu rumah petak mengalami kerusakan berat. Sebanyak 38 jiwa kehilangan tempat tinggal, sementara kerugian materi ditaksir mencapai Rp1,2 miliar.

Bagi Nasrul, angka kerugian itu mungkin hanya deretan data. Sebab yang paling berat adalah melihat tempat yang selama ini menjadi rumah bagi keluarganya dan puluhan penghuni kos berubah menjadi puing dalam hitungan menit.

Penghuni kKos Bertahan Dengan Kondisi Seadanya. 

Banyak dari mereka hanya memiliki pakaian yang melekat di badan ketika mendapat kabar tempat tinggalnya terbakar.

"Anak-anak kos sekarang banyak yang menumpang di rumah teman atau keluarga yang dekat sini. Mereka panik karena tidak punya pakaian gantian. Barang-barangnya habis terbakar," ujar Nasrul.

Tak hanya tempat tinggal yang hilang, kebakaran juga menghanguskan tiga unit sepeda motor. 

Satu motor milik anak Nasrul, sementara dua lainnya milik penghuni kos.

"Itu motor anak saya satu, dua lagi milik anak kos. Semuanya terbakar," katanya.

Di tengah kehilangan yang begitu besar, Nasrul masih berusaha tegar. 

Ia sadar proses untuk bangkit kembali tidak akan mudah. Namun sebagai kepala keluarga, ia memilih menyimpan harapan di tengah puing-puing yang tersisa.

Dengan mata yang sesekali memandang reruntuhan bangunan, Nasrul mengaku hanya ingin rumahnya kembali bisa ditempati.

"Harapan saya mudah-mudahan tempat tinggal ini bisa pulih kembali. Walaupun tidak seperti semula, sekurang-kurangnya bisa ditempati lagi," ucapnya.

Namun di balik arang dan sisa bangunan yang menghitam, masih ada harapan yang ia genggam. Harapan sederhana untuk kembali memiliki tempat berteduh dan memulai hidup dari awal. (*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
Live
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved