Berita Populer Padang

4 Berita Populer Padang: Sapi Kurban Mandi Kembang, Momen Idul Adha di Huntara dan Penangkapan Curas

Menurut Amizar, air yang digunakan tidak hanya dicampur dengan aneka kelopak bunga berbau wangi, melainkan juga diperas dengan jeruk nipis atau limau.

Tayang:
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
IDUL ADHA 2026- Seorang warga yang ikut berkurban memandikan hewan kurban dengan air kembang tujuh rupa sebelum dilakukan penyembelihan di Masjid Nurul Huda, Purus Baru, Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (27/5/2026) pagi. Simak sejumlah informasi terbaru seputar Kota Padang dalam 24 jam terakhir dirangkum dalam berita populer Padang. 

Tradisi ini menjadi simbol penyucian diri dan penghormatan terhadap makhluk yang akan dikorbankan.

Salah satu Imam Masjid Nurul Huda, Amizar, mengungkapkan bahwa tradisi memandikan sapi dengan kembang tujuh rupa ini bukan sekadar rutinitas tanpa makna.

Prosesi ini merupakan warisan leluhur yang terus dijaga untuk merawat nilai-nilai spiritualitas dalam berkurban.

Filosofi dan Napak Tilas Keteguhan Hati

Menurut Amizar, air yang digunakan tidak hanya dicampur dengan aneka kelopak bunga berbau wangi, melainkan juga diperas dengan jeruk nipis atau limau.

Kombinasi ini diyakini mampu membersihkan fisik hewan kurban sebelum menghadap Sang Pencipta.

Baca juga: Maknai Idul Adha, Fadly Amran Ajak Warga Padang Perkuat Kepedulian Pascabencana

Secara filosofis, Amizar menjelaskan bahwa ritual balimau ini merujuk pada napak tilas keteguhan hati Nabi Ibrahim AS saat menerima perintah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS.

Keikhlasan dan kebersihan hati itulah yang dianalogikan melalui pembersihan fisik sang hewan.

“Dengan memandikan hewan kurban menggunakan kembang tujuh rupa, pihak jemaah meyakini bahwa hewan tersebut berada dalam kondisi paling bersih dan suci saat disembelih.,”terangnya.

Hal ini dianggap sebagai bentuk adab tertinggi manusia terhadap hewan yang menyerahkan nyawanya untuk ibadah.

Lantunan Selawat dan Ikatan Batin Pemilik Kurban

Prosesi pemandian ini idealnya dilakukan langsung oleh para peserta kurban atau warga yang berkontribusi membeli hewan tersebut.

Keterlibatan langsung ini diharapkan mampu mempererat ikatan batin antara si pekurban dengan ibadah yang ditunaikannya.

“Selama prosesi penyiraman air kembang berlangsung, lantunan selawat nabi terus digemakan secara bersama-sama oleh jemaah yang hadir,”ucapnya.

Baca juga: Salat Iduladha 1447 H, Ribuan Umat Muslim Padati Halaman Kantor Gubernur Sumbar

Suasana religius pun terasa begitu kental, mengubah halaman masjid menjadi panggung refleksi iman yang mendalam.

Dalam keyakinan jemaah Tarekat Syattariyah, hewan kurban yang disembelih dengan cara yang baik dan suci akan menjadi kendaraan bagi pemiliknya di alam barzakh kelak.

Berapa pun jumlah hewan yang mampu dikurbankan di dunia, begitulah bentuk pertolongan yang akan dipanen di akhirat.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved