BBM Langka di Padang
Sopir Truk di Padang Potong Nafkah untuk Keluarga Gara-Gara Antre Solar
Yang paling kami takuti itu sudah lama mengantre di sini, tetapi pas giliran kita mendekat, minyaknya malah habis,
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: afrizal
Ringkasan Berita:
TRIBUNPADANG.COM- Kelangkaan solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Padang memaksa sopir truk harus menyediakan waktu lebih lama antre solar.
Antrean solar ibarat mempertaruhkan nafkah keluarga dan waktu.
Pasalnya, walau waktu sudah disediakan, belum ada jaminan solar sebagai bahan bakar kendaraan bisa didapatkan.
Ketakutan terbesar mereka bukanlah lelahnya menunggu berjam-jam.
Baca juga: Sopir Truk di Padang Menjerit, Hendra: Uang Rp100.000 Habis untuk Makan dan Minum Saat Antre Solar
Melainkan rasa getir saat antrean tinggal selangkah lagi, namun muncul papan pengumuman "Solar Habis" yang mendadak dipasang.
Jika hal buruk itu terjadi, modal operasional yang dikeluarkan hari itu otomatis hangus tanpa hasil.
"Yang paling kami takuti itu sudah lama mengantre di sini, tetapi pas giliran kita mendekat, minyaknya malah habis," keluh Hendra, seorang sopir truk yang TribunPadang.com temui saat antre solar di SPBU Pertamina Kayu Gadang, Simpang Kampus, Kelurahan Pasa Ambacang, Kecamatan Kuranji, Minggu (17/5/2026).
Bila hal itu terjadi, lanjut Hendra, uang belanja dapur pun terpaksa dipotong demi bertahan hidup hingga esok hari.
Artinya, mereka harus siap mengeluarkan kembali uang untuk biaya konsumsi mengantre pada hari berikutnya.
Biaya Antre Rp100 Ribu Sehari
Dalam sehari mengantre, ia setidaknya harus merogoh kocek minimal Rp100.000 untuk keperluan bertahan hidup di lokasi antrean.
"Uang Rp100 ribu habis begitu saja dalam sehari hanya untuk menunggu antre solar. Biaya itu keluar untuk membeli makan, minum, dan rokok agar tidak jenuh selama berjam-jam di pinggir jalan," kata Hendra saat ditemui reporter TribunPadang.com, Arif Ramanda lokasi.
Pengeluaran ekstra ini menjadi beban ganda karena tidak masuk dalam kalkulasi ongkos jalan yang disediakan oleh pemilik barang atau perusahaan.
Akibatnya, para sopir harus memotong pendapatan bersih yang seharusnya dibawa pulang untuk nafkah keluarga.
Pantauan Reporter TribunPadang.com, Arif Ramanda pada Minggu (17/5/2026) siang sekitar pukul 14.00 WIB, antrean armada angkutan barang mengular panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina Kayu Gadang, Simpang Kampus, Kelurahan Pasa Ambacang, Kecamatan Kuranji.
Deretan truk meluber hingga memakan sebagian badan jalan utama.
Kondisi ini memaksa para pengemudi menepi dalam ketidakpastian.
| Sopir Truk di Padang Menjerit, Hendra: Uang Rp100.000 Habis untuk Makan dan Minum Saat Antre Solar |
|
|---|
| Curhat Sopir Antre Solar di Padang, Jika Tak Dapat Langsung Balik Rumah, Cari Info dan Antre Lagi |
|
|---|
| Toni Terpaksa Cari Solar ke Solok Akibat Tak Dapat BBM di Padang |
|
|---|
| Solar Kosong, 3 SPBU di Jalur Padang-Solok Kawasan Indarung Sepi Antrean Truk |
|
|---|
| Demi Solar Sopir Truk di Padang Antre Sejak Jumat, Sabtu Sore Belum Dapat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/ANTRE-SOLAR-Antrean-panjang-truk-1705.jpg)