Harga Plastik Naik
Melawan Mahalnya Plastik di Padang, Dalima Beralih ke Keranjang Daur Ulang
Keranjang belanja hasil daur ulang limbah plastik kini menjadi primadona baru
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Arif Ramanda Kurnia
Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang, Fauzan Ibnovi memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif warga dan kelompok binaan UMKM.
Menurutnya, membawa tas belanja sendiri dari rumah adalah solusi paling konkret menghadapi lonjakan harga plastik.
Pihak pemerintah daerah juga mengimbau kepada pelaku usaha ritel untuk mulai mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.
Sebagai alternatif, para pengusaha disarankan menggunakan kardus bekas atau tas ramah lingkungan (goodie bag) bagi pelanggan.
Fauzan menekankan bahwa menggunakan produk UMKM lokal seperti keranjang daur ulang memiliki manfaat ganda. Selain hemat biaya dalam jangka panjang dan memberikan tampilan yang lebih estetik, tindakan ini secara langsung mendukung perputaran ekonomi kreatif di Kota Padang.
"Ini adalah gerakan mendukung ekonomi lokal. Kita kurangi limbah, kita bantu perajin kita, dan secara otomatis kita juga menyelamatkan lingkungan dari ancaman mikroplastik," pungkas Fauzan.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah pedagang mengeluhkan harga plastik yang meroket tajam di Pasar Raya Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).
Kenaikan harga ini terjadi secara merata pada hampir seluruh jenis kemasan plastik mulai dari plastik gula hingga kantong asoy.
Kenaikan harga ini diduga kuat sebagai imbas dari pecahnya perang di Iran yang memicu gejolak harga bahan baku global.
Pantauan di lokasi Rabu (8/4/2026), kenaikan harga terjadi merata pada hampir seluruh jenis kemasan plastik. Kondisi ini membuat para pedagang dan konsumen di pusat pasar terbesar di Kota Padang tersebut mulai resah.
Toni, salah seorang pedagang plastik di Pasar Raya Padang, menyebutkan bahwa kenaikan yang paling dirasakan masyarakat adalah pada produk plastik gula.
"Plastik gula sekilo yang biasanya kita jual Rp28.000, sekarang sudah melambung sampai Rp50.000. Naiknya hampir seratus persen," ungkap Toni.
Menurut Toni, kenaikan harga yang sangat drastis ini mulai terjadi sejak konflik bersenjata di Iran memanas.
Kenaikan harga ini lantas memicu protes dari para pembeli. Masyarakat yang datang ke pasar banyak yang terkejut saat mengetahui harga plastik sudah tidak sama lagi dengan minggu lalu.
Dampaknya pun mulai terasa pada omzet pedagang. Toni mengaku daya beli masyarakat menurun drastis karena pelanggan memilih untuk membatasi jumlah belanjaan mereka.
kenaikan harga plastik
Harga plastik di Padang
harga plastik di Pasar Raya Padang
keranjang daur ulang
daur ulang sampah
| Harga Plastik Melonjak, Pedagang di Padang Naikkan Harga hingga Kurangi Porsi |
|
|---|
| Harga Plastik di Padang Melonjak, Pedagang Sebut Dampak Gangguan Pasokan Global |
|
|---|
| Harga Plastik di Padang Meroket Nyaris 100 Persen, Plastik Gula dari Rp28 Ribu Jadi Rp50 Ribu Sekilo |
|
|---|
| Daya Beli Lesu Dampak Harga Plastik Naik di Padang, Pedagang Keluhkan Omzet Anjlok |
|
|---|
| Harga Plastik di Padang Naik Ugal-ugalan, Pedagang Minuman Terpaksa Jual Lebih Mahal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/keranjang-daur-134.jpg)