Warga Tertabrak Kereta Api

Buruh Tewas Tertabrak Kereta Api di Limau Manis Padang, Saksi Dengar Jeritan Dini Hari

Ernawati sempat mendengar bunyi jeritan usai buruh asal Cilacap tertabrak kereta api di kawasan perumahan Fakrisindo, Limau Manis Selatan,

Tayang:
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Iqbal
KORBAN TABRAKAN KERETA - Warga, Ernawati saat memberikan keterangan di kawasan perumahan Fakrisindo, Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (25/3/2026) pukul 10:05 WIB. Ernawati mengaku sempat mendengar jeritan saat ia tertidur, ternyata ada jasad korban kecelakaan kereta api pagi harinya. 
Ringkasan Berita:
  • Buruh asal Cilacap tertabrak kereta api di Limau Manis Selatan, Padang, Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.
  • Warga bernama Ernawati mengaku sempat mendengar suara jeritan dari arah rel saat kejadian dini hari.
  • Ernawati baru mengetahui kejadian itu ketika membuka pintu belakang rumahnya pagi hari.
  • Ia melihat petugas kereta api sudah berada di lokasi bersama jasad korban di dekat rel.
  • Korban bernama Kaslim (50), buruh harian asal Cilacap yang mengontrak tidak jauh dari lokasi kejadian.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Ernawati sempat mendengar bunyi jeritan usai buruh asal Cilacap tertabrak kereta api di kawasan perumahan Fakrisindo, Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (25/3/2026) sekira pukul 03:30 WIB.

Keterangan ini disampaikan Ernawati, warga sekitar lokasi kecelakaan yang ditemui TribunPadang.com pukul 10:05 WIB.

Rumah Ernawati hanya berjarak sekitar 6 meter di TKP, dari pintu belakang rumahnya, langsung mengarah ke perlintasan rel kereta api di daerah tersebut.

Ketika kecelakaan terjadi, Ernawati mengaku sedang tertidur di rumahnya, akan tetapi bunyi jeritan sempat ia dengar sekira pukul 03:30 WIB.

Merasa hanya mimpi dan tidak menyadari ada kecelakaan kereta di belakang rumahnya, Ernawati lantas melanjutkan tidurnya.

Baca juga: Buruh di Pauh Padang Tewas Tertabrak Kereta Api, Sempat Keluar Mess Sambil Telepon Malam Hari

Barulah ketika pagi hari saat ia membuka pintu belakang rumah, sudah tergeletak sesosok mayat yang ternyata buruh asal Cilacap.

Korban diketahui bernama Kaslim (50) seorang buruh harian yang berasal dari Tegal Kamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

"Saya terdengar bunyi jeritan saat tidur, kurang lebih sekitar 03:30 WIB, karena mengira hanya mimpi, saya lanjut tidur. Ternyata saat membuka pintu, sudah ada petugas kereta api di belakang rumah dan jasad," terangnya.

Kata Ernawati, ia sempat ditanyai mengenai kronologi kecelakaan buruh asal Cilacap tersebut dan memastikan jasad korban di lokasi.

Sebab ketika di lokasi, jasadnya sudah tertutup daun talas. Ernawati beberapa kali membuka daun tersebut, untuk memastikan wajahnya.

Baca juga: Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Jalur Lintas Sumatera Dharmasraya Dipadati Kendaraan Pelat B dan BH

Menurut Ernawati, korban kecelakaan kereta api itu memang mengontrak di sekitar rumahnya, tepatnya di perumahan Frakrisindo, hanya berjarak beberapa meter saja.

"Setelah saya pastikan, langsung kaget, karena tidak mengira ia menjadi korban tabrakan kereta api," kata Ernawati.

Keluar Jam 9 malam

Keterangan rekan korban menjadi salah satu fokus utama penyelidikan polisi dalam kasus pria yang tewas diduga tertemper kereta api di kawasan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (25/3/2026).

Kapolsek Pauh, AKP Edi Harto, mengungkapkan berdasarkan hasil wawancara dengan rekan-rekan korban, pria tersebut terakhir kali terlihat meninggalkan mess pada Selasa (24/3/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

“Dari keterangan rekan korban, yang bersangkutan keluar dari mess sekitar pukul 21.00 WIB sambil melakukan panggilan telepon. Setelah itu, korban tidak kembali,” ujar AKP Edi Harto.

Keesokan paginya, rekan korban menerima informasi bahwa korban telah ditemukan dalam kondisi mengenaskan di atas rel kereta api.

“Mereka mendapat kabar bahwa korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di rel, dengan kondisi tubuh tidak utuh akibat diduga tertabrak kereta api,” jelasnya.

Baca juga: Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Jalur Lintas Sumatera Dharmasraya Dipadati Kendaraan Pelat B dan BH

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh petugas Polsuska yang tengah melakukan patroli rel sekitar pukul 03.00 WIB. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Pauh untuk ditindaklanjuti.

Dari hasil identifikasi sementara, korban diketahui bernama Kaslim (50), seorang buruh harian asal Cilacap, Jawa Tengah, sesuai identitas yang ditemukan di lokasi.

Meski demikian, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk menggali keterangan tambahan dari para saksi.

“Kita tetap akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, termasuk pihak PT KAI dan masinis, guna memastikan penyebab pasti kejadian ini,” tutup AKP Edi Harto.

Saat ini, jasad korban telah dibawa ke Rumah Sakit M Djamil Padang dan masih menunggu kedatangan pihak keluarga.

Baca juga: Buruh Asal Cilacap Tertabrak Kereta di Limau Manis Padang, Sisa Darah Masih Terlihat di Rel

TERTEMPER KERETA - Kapolsek Pauh AKP Edi Harto memberikan keterangan terkait kasus pria tewas diduga tertemper kereta api di kawasan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (25/3/2026). Polisi akan memeriksa sejumlah saksi serta masinis kereta untuk mendalami penyebab kejadian.
TERTEMPER KERETA - Kapolsek Pauh AKP Edi Harto memberikan keterangan terkait kasus pria tewas diduga tertemper kereta api di kawasan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (25/3/2026). Polisi akan memeriksa sejumlah saksi serta masinis kereta untuk mendalami penyebab kejadian. (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

Polisi Periksa Saksi

Kepolisian Sektor (Polsek) Pauh akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait peristiwa seorang pria yang tewas diduga tertemper kereta api di kawasan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (25/3/2026).

Kapolsek Pauh, AKP Edi Harto, mengatakan pihaknya telah menerima laporan kejadian tersebut dari Call Center Polresta Padang setelah adanya informasi dari masyarakat dan pihak PT KAI.

“Setelah kita mendapatkan informasi, personel langsung menuju lokasi kejadian. Di TKP memang benar ditemukan seorang laki-laki dewasa dalam kondisi meninggal dunia dan tubuhnya tidak utuh akibat tertabrak kereta api,” ujar AKP Edi Harto.

Ia menjelaskan, sebagai tindak lanjut, polisi akan mendalami penyebab pasti kejadian dengan memeriksa sejumlah pihak yang berkaitan.

“Kita akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, kita juga akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak PT KAI, khususnya masinis yang mengoperasikan kereta saat kejadian,” jelasnya.

KORBAN TERTABRAK KERETA - Warga sekitar, Ernawati saat menunjukkan lokasi kecelakaan buruh asal Cilacap kepada TribunPadang.com di perumahaan Fakrisindo, Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (25/3/2026). Sisa darah dan daun talas untuk menutup jasad korban masih tertinggal di lokasi kecelakaan.
KORBAN TERTABRAK KERETA - Warga sekitar, Ernawati saat menunjukkan lokasi kecelakaan buruh asal Cilacap kepada TribunPadang.com di perumahaan Fakrisindo, Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (25/3/2026). Sisa darah dan daun talas untuk menutup jasad korban masih tertinggal di lokasi kecelakaan. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Baca juga: Buruh Asal Cilacap Tertabrak Kereta di Limau Manis Padang, Sisa Darah Masih Terlihat di Rel

Peristiwa tersebut diketahui terjadi di lintasan rel kereta api kawasan Perum Prakisindo, RT 06 RW 02, Kelurahan Limau Manis Selatan.

Berdasarkan laporan awal, korban pertama kali ditemukan oleh petugas Polsuska saat melakukan patroli rel sekitar pukul 03.00 WIB.

Dari hasil identifikasi sementara, korban diketahui bernama Kaslim (50), seorang buruh harian asal Cilacap, Jawa Tengah, sesuai dengan identitas yang ditemukan di lokasi.

Berdasarkan keterangan rekan korban, lanjut AKP Edi Harto, korban terakhir kali terlihat meninggalkan mess pada Selasa (24/3/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB sambil melakukan panggilan telepon.

“Paginya, rekan korban mendapatkan informasi bahwa korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di rel kereta api,” tambahnya.

Baca juga: H+ 4 Lebaran Rabu 25 Maret 2026, BMKG Prediksi Cuaca Bukittinggi Berawan Sepanjang Hari

Saat ini, jasad korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit M Djamil Padang untuk penanganan lebih lanjut sambil menunggu pihak keluarga datang menjemput.

Polisi masih terus melakukan penyelidikan guna memastikan kronologi dan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Cerita Saksi

Pantauan TribunPadang.com di lokasi sekira pukul 10:03 WIB, terlihat sisa darah dan tiga helai daun talas masih berada di lokasi.

Satu daun talas berada di tengah rel, lokasinya berada di belakang rumah Ernawati, warga sekitar.

Ernawati menunjukan lokasi kecelakaan tersebut kepada TribunPadang.com, sembari menunjuk lokasi pertama korban tertabrak kereta api.

Hingga jari telunjuknya mengarah ke sisa darah dan dua daun talas lainnya yang berada di pinggir rel.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Sumbar 25 Maret 2026: Agam dan Bukittinggi Waspada Angin Kencang

Lokasi kedua ini menjadi tempat jasad korban dipindahkan usai kecelakaan terjadi sekira pukul 03:30 WIB itu.

Sementara itu, di sekitar TKP, bau amis darah masih tercium, ditambah angin berhembus membuat aromanya semakin pekat di hidung.

Warga sekitar, Ernawati menyebut bahwa ia tak mengetahui secara persis kronologi kecelakaan buruh asal Cilacap tersebut.

Kejadian naas itu ia ketahui setelah membuka pintu rumahnya yang hanya berjarak 6 meter dari TKP, sekira pukul 07:00 WIB.

"Saya tahu saat bangun, membuka pintu rumah, ternyata ada petugas kereta api di sana," ucapnya memberikan keterangan di lokasi.

Petugas tersebut lantas menanyakan kepada Ernawati, apakah mengetahui kejadian lengkapnya, lantas ia menjawab baru bangun tidur.

Baca juga: BMKG Prediksi Siang Hari Kabupaten Solok Diguyur Hujan Sedang hingga Lebat, Pagi dan Malam Berawan

Hingga akhirnya, masyarakat sekitar juga berdatangan ke lokasi untuk melihat jasad buruh asal Cilacap tersebut.

Hingga pihak kepolisian datang ke lokasi dan akhirnya membawa jasad tersebut ke RSUP M Djamil Padang.

"Jasadnya sudah dibawa oleh polisi ke rumah sakit, kurang lebih pukul 09:00 WIB tadi," jelas Ernawati saat memberikan keterangan sekira pukul 10:05 WIB tersebut.

Identitas Korban

Seorang warga diduga tertabrak kereta api di Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (25/3/2026).

Peristiwa yang terjadi tepatnya di lintasan rel kereta api RT06/RW 02 membuat masyarakat gempar pada pagi hari.

Kapolsek Pauh, AKP Edi Harto, menyebut awalnya ada laporan penemuan mayat pada pukul 05.30 WIB.

Kemudian dilakukan pengecekan dan diduga korban tertabrak kereta api Indarung-Teluk Bayur.

Usai dilakukan pendataan, korban diketahui bernama Kaslim (50) seorang buruh harian yang berasal dari Tegal Kamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sumbar Hari Ini: Sawahlunto Diguyur Hujan Ringan, 6 Kota Lain Dominan Berawan

WARGA TERTABRAK KERETA - Seorang warga dilaporkan tertabrak kereta api di kawasan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (25/3/2026). Kapolsek Pauh, AKP Edi Harto, menyebut awalnya ada laporan penemuan mayat pada pukul 05.30 WIB.
WARGA TERTABRAK KERETA - Seorang warga dilaporkan tertabrak kereta api di kawasan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (25/3/2026). Kapolsek Pauh, AKP Edi Harto, menyebut awalnya ada laporan penemuan mayat pada pukul 05.30 WIB. (TribunPadang.com/Istimewa)

"Usai menerima informasi tersebut, kami beserta piket fungsi Poslek Pauh melakukan pengecekan adanya penemuan mayat diduga tertabrak kereta api Indarung-Teluk Bayur," ujarnya.

Personel Polsek Pauh langsung melakukan pendataan dan membawa jenazah ke RSUP Dr M Djamil Padang untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.

Kata dia, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Informasi tersebut didapatkan Polsek Pauh dari petugas Polsuska.

"Saat itu petugas Polsuska bernama Revanstevano melaksanakan patroli rel kereta api di sepanjang rel Indarung," ujarnya.

Kemudian petugas menemukan mayat di atas rel kereta api dan melaporkannya ke Polsek Pauh.

Mayat Ditutup Daun di Pinggir Rel

Seorang warga dilaporkan tertabrak kereta api di kawasan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (25/3/2026).

Informasi yang dihimpun TribunPadang.com, beredar informasi adanya seorang warga tertabrak kereta api sehingga bagian tubuhnya ditutupi daun talas.

Terkait informasi tersebut, Kapolsek Pauh, AKP Edi Harto, membenarkan informasi tersebut saat dihubungi TribunPadang.com pada pukul 08.06 WIB.

"Iya, ada laporan warga dilaporkan tertabrak kereta api," katanya.

Edi Harto menjelaskan bahwa peristiwa nahas tersebut terjadi di Kelurahan Limau Manis Selatan yang berjarak sekitar 7,1 kilometer dari Polsek Pauh.

Baca juga: 3 BERITA POPULER SUMBAR: Baku Hantam saat Macet, Marapi Erupsi Lagi dan Pria Meninggal di Mobil

"Kejadiannya masuk wilayah hukum Polsek Pauh, karena terjadi di Kelurahan Limau Manis Selatan," sebutnya.

Edi Harto mengungkapkan untuk kronologi dan kondisi korban belum diketahui.

Hal itu dikarenakan pihaknya masih berada di lapangan untuk mengumpulkan informasi dengan mendatangi lokasi kejadian.

"Nanti akan kita sampaikan kembali," pungkasnya.

Peristiwa Sebelumnya: Kereta vs Mobil

Peristiwa orang ditabrak kereta sebelumnya juga terjadi di Padang hingga memakan korban jiwa.

Tepatnya kecelakaan maut antara minibus Honda Brio dan kereta api terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu, tepatnya di kawasan Parak Salai, Kelurahan Jati, Kota Padang, Sumatera Barat.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (21/8/2025) sekitar pukul 12.45 WIB. Akibat kecelakaan ini, dua orang penumpang dikabarkan meninggal dunia.

Pantauan TribunPadang.com di lokasi, mobil Brio berwarna putih itu tampak ringsek parah pada bagian bodi sebelah kiri.

Kaca samping dan depan mobil pecah berhamburan. Kendaraan tersebut tergeletak di samping rel. Warga sekitar pun ramai memadati lokasi kejadian.

Kereta api yang terlibat kecelakaan ini diketahui sedang melaju dari arah Stasiun Padang menuju Bandara Internasional Minangkabau.

Baca juga: Sayuri Bersaudara Dapat Panggilan, Susul Rizky Ridho Perkuat Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday

 Kecelakaan diduga terjadi saat mobil minibus ini melintas di perlintasan sebidang yang tidak dilengkapi palang pintu.

Petugas kepolisian telah berada di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Menurut keterangan salah seorang warga setempat bernama Wen, mobil tersebut membawa tujuh orang penumpang.

Dua dari tujuh penumpang itu meninggal dunia. Kedua korban yang meninggal dikabarkan masih berstatus pelajar di SMAN 10 Padang.

Semua korban kecelakaan mobil ditabrak kereta api ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Yos Sudarso.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved