Banjir di Padang
Lebaran di Hunsela Kampung Talang Padang, Eva Susanti: Uang Tidak Ada dan Fasilitas Terbatas
"Lebaran tahun ini berbeda, karena kebahagian kurang, uang tidak ada, hati bersedih," ungkapnya saat ditemui di kediamannya.
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Menilik kondisi korban banjir dalam merayakan momen Idul Fitri 1447 H di Hunsela Kampung Talang.
- Penyintas banjir merasakan perbedaan yang sangat besar dalam merayakan Lebaran 2026 dengan tahun sebelumnya.
- Penyintas banjir juga mengaku kesulitan akibat fasilitas yang terbatas di bangunan hunsela.
- Dikarenakan tidak ada tempat untuk tinggal, Eva harus menetap di hunsela bersama dengan suami dan empat orang anaknya.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Momen Lebaran penyintas banjir bandang di hunian sehat dan layak (Hunsela) Kampuang Talang, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sabtu (21/3/2026).
Diketahui saat ini umat Muslim merayakan momen Idul Fitri 1447 Hijriah, setelah berpuasa 30 hari.
Namun, momen lebaran ini dirasakan berbeda oleh penyintas banjir di Hunsela Kampuang Talang.
Hal itu dikarenakan rumahm lahan pertanian, dan harta benda mereka hilang terbawa arus banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.
Baca juga: Wabup Yulian Efi Harap Momen Lebaran 2026 Memperkuat Persatuan dan Gotong Royong
Korban banjir terpaksa menetap untuk saat ini di hunsela. Berbeda dari tahun sebelumnya yang merayakan di rumah sendiri.
Wartawan TribunPadang.com, Muhammad Iqbal, menyaksikan pada pukul 09.49 WIB, korban bencana tampak duduk di depan bangunan hunsela yang sudah disediakan.
Hunsela ini diinisiasi oleh Karang Taruna Kapalo Koto dan KPA Bias dan dibantu pendanaannya oleh berbagai donatur.
Pada bagian depan bangunan hunsela, sedang berlangsung pembangunan hunian tetap (huntap) korban banjir.
Baca juga: Gubernur Mahyeldi Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian dan Persatuan di Momen Idul Fitri
Korban banjir merasakan pada momen Lebaran 2026, ada yang kurang dan berbeda.
Salah satu warga, Eva Susanti, yang baru saja merayakan Idul Fitri 2026 mengaku momen Lebaran tahun ini sangat jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Pascabencana, Eva harus menetap di hunsela dengan suami dan empat orang anaknya.
"Lebaran tahun ini berbeda, karena kebahagian kurang, uang tidak ada, hati bersedih," ungkapnya saat ditemui di kediamannya.
Baca juga: Pengalaman Wulan Open House Perdana di Rumah Gubernur Sumbar, Diajak Kawan Selepas Shalat
Bagi Eva, sebagus apapun cuaca pada Lebaran tahun ini, namun dirinya masih diliputi rasa sedih akibat bencana galodo atau banjir bandang.
Dirinya tidak bisa lepas dari bayang-bayang masa lalu, di mana banjir bandang merenggut semua harta benda miliknya.
"Fasilitas di sini (hunsela) juga terbatas, ingin buat kue tidak semangat, tapi tetap juga dibuat, kalau sebelum terkena bencana rasanya sangat semangat buat kue," jelasnya.
Sementara untuk salat Idul Fitri, ia melaksanakan di Masjid Taqwa, Koto Tuo, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Lokasinya berjarak sekira satu kilometer dari hunsela, berdekatan dengan gerbang Kampus Universitas Andalas (Unand).
"Tadi kami dalat di luar, Masjid Taqwa, dekat gerbang Unand, lokasinya cukup jauh, jalan rusak, karena masih bertanah dan habis hujan pagi tadi," tambahnya.(*)
| Mata Pencaharian yang Terkubur: Menagih Janji Pemulihan Ekonomi di Batu Busuk Padang |
|
|---|
| Anggota DPRD Iskandar Minta Penyintas Bencana di Huntara Kapalo Koto Sabar Tunggu Bantuan Lauk Pauk |
|
|---|
| 32 KK di Huntara Kapalo Koto Padang Belum Terima Bantuan Jadup Rp1,3 Juta, Ini Daftar Namanya |
|
|---|
| Penyintas Banjir di Kapalo Koto Terima Bantuan Lauk Pauk, Afrianti: Saya Menerima Rp16.100.000 |
|
|---|
| Penyintas Bencana Belum Terima Bansos Lauk Pauk, Kadinsos Padang: Didata Lagi dan Diajukan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/korban-banjir-di-padang-2132026.jpg)