Idul Fitri 2026

Gubernur Mahyeldi Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian dan Persatuan di Momen Idul Fitri

Ia menekankan, nilai-nilai yang dibangun selama Ramadan, seperti kepedulian dan kebersamaan, harus terus dijaga setelah bulan suci berakhir.

|
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
IDUL FITRI 2026- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, ditemui seusai melaksanakan salat Idul Fitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026). Menurut Mahyeldi, Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan proses kembali kepada kesucian setelah menjalani ibadah Ramadan selama sebulan penuh. 
Ringkasan Berita:
  • Gubernur Mahyeldi ajak masyarakat memaknai Idulfitri 1447 Hijriah sebagai momentum kembali kepada fitrah.
  • Sekaligus memperkuat kepedulian sosial dan persatuan umat.
  • Idulfitri bukan sekadar perayaan, melainkan proses kembali kepada kesucian setelah menjalani ibadah Ramadan selama sebulan penuh.
  • Masyarakat diingatkan agar tidak mudah terprovokasi oleh upaya adu domba yang dapat memecah belah umat.
  • Selain itu, Mahyeldi menyoroti pentingnya zakat sebagai bentuk nyata kepedulian sosial.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengajak masyarakat memaknai Idul Fitri 1447 Hijriah sebagai momentum kembali kepada fitrah, sekaligus memperkuat kepedulian sosial dan persatuan umat.

Hal itu disampaikannya usai pelaksanaan salat Idul Fitri, Sabtu (21/3/2026).

Menurut Mahyeldi, Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan proses kembali kepada kesucian setelah menjalani ibadah Ramadan selama sebulan penuh.

Asah Empati dan Kepedulian Sosial

“Idul Fitri itu kembali kepada kesucian setelah ditempa selama Ramadan. Kita merasakan bagaimana sulitnya orang yang tidak makan dan minum, sehingga diharapkan tumbuh kepedulian sosial, terutama kepada masyarakat yang kurang mampu,” ujarnya kepada TribunPadang.com.

Baca juga: Objek Wisata dan Kuliner Bukittinggi yang Sayang Dilewatkan saat Libur Lebaran

Ia menekankan, nilai-nilai yang dibangun selama Ramadan, seperti kepedulian dan kebersamaan, harus terus dijaga setelah bulan suci berakhir.

Pentingnya Menjaga Persatuan Umat

Mahyeldi menyebut, semangat persatuan juga menjadi pelajaran penting selama Ramadan, di mana umat Islam terbiasa melaksanakan ibadah secara berjemaah, mulai dari salat wajib hingga tarawih.

“Persatuan itu penting, karena tidak ada kesuksesan tanpa persatuan. Kita harus merawat kebersamaan dan menghindari hal-hal yang memecah belah,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh upaya adu domba yang dapat memecah belah umat.

Zakat sebagai Wujud Nyata Berbagi

Selain itu, Mahyeldi menyoroti pentingnya zakat sebagai bentuk nyata kepedulian sosial.

Ia berharap, kebiasaan berbagi selama Ramadan dapat terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Wali Kota Padang Ajak Jemaah Salat Idul Fitri Doakan Muslim di Palestina

“Kita harapkan selepas Ramadan ini kita tetap ringan membantu yang susah, menguatkan yang lemah, dan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat kurang mampu,” ujarnya.

Ajakan Pola Hidup Sederhana

Mahyeldi juga mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sederhana di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi bangsa.

“Kita harus menunjukkan keprihatinan dengan hidup sederhana. Anggaran harus digunakan secara efektif dan tepat sasaran, terutama untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Baca juga: Opor Ayam hingga Bubur Ketan di Open House Gubernur Sumbar, Tamu Pilih Berfoto dengan Mahyeldi

Ia berharap, nilai-nilai fitrah yang diperoleh selama Ramadan dapat terus dijaga dan menjadi kekuatan dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.

“Mudah-mudahan nilai-nilai ini tetap kita pelihara setelah Ramadan, sehingga bisa menguatkan dan membantu menyelesaikan permasalahan di negeri ini,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved