Idul Fitri 2026

Sosok Riski Rafandi Mahasiswa UIN Bukittinggi Jadi Khatib Salat Ied Jemaah Naqsabandiyah di Padang

Sosok yang fasih berkhutbah menggunakan bahasa Arab ini ternyata merupakan seorang mahasiswa dari salah satu kampus Islam ternama di Sumatera Barat.

|
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
LEBARAN 2026- Riski Rafandi (20), selaku khatib dalam pelaksanaan salat Idul Fitri 1447 H di Masjid Jami’ Lubuk Sarik, Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Rabu (18/3/2026) pagi. Menurutnya, jemaah di Lubuk Kilangan telah memulai ibadah puasa Ramadan sejak tanggal 16 Februari lalu, sehingga hari ini puasa mereka genap 30 hari. 
Ringkasan Berita:

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Mengenakan pakaian rapi, Riski Rafandi (20) tampak tenang saat melangkah menuju mimbar Masjid Jami’ Lubuk Sarik, Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Rabu (18/3/2026) pagi.

Meski usianya tergolong masih sangat muda, pemuda ini memikul tanggung jawab besar sebagai khatib dalam pelaksanaan salat Idul Fitri 1447 H bagi puluhan jemaah Tarekat Naqsabandiyah.

Kehadiran Riski di atas mimbar menjadi pusat perhatian, mengingat jemaah ini merayakan lebaran lebih awal mendahului ketetapan pemerintah maupun organisasi Islam lainnya.

Baca juga: Breaking News: Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Lubuk Kilangan Padang Gelar Salat Idul Fitri Hari Ini

LEBARAN 2026- Suasana pelaksanaan salat Idul Fitri yang diikuti oleh jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Masjid Jami', Lubuk Sarik, Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Rabu (18/3/2026).
LEBARAN 2026- Suasana pelaksanaan salat Idul Fitri yang diikuti oleh jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Masjid Jami', Lubuk Sarik, Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Rabu (18/3/2026). (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)

Siapa sangka, sosok yang fasih berkhutbah menggunakan bahasa Arab ini ternyata merupakan seorang mahasiswa dari salah satu kampus Islam ternama di Sumatera Barat.

Riski Rafandi saat ini tercatat sebagai mahasiswa aktif semester empat di Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

Sesuai dengan peran religiusnya di masyarakat, Riski mengambil program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) di kampus tersebut.

Di hadapan puluhan pasang mata, mahasiswa PAI ini menyampaikan khutbah raya dengan tetap menjaga tradisi literasi klasik yang dipertahankan jemaah secara turun-temurun.

Baca juga: 23 Kasus Campak di Puskesmas Ambacang Padang Meledak Jelang Lebaran, Januari Terbanyak

Riski menuturkan bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya merupakan bagian dari proses belajar dan pengabdian kepada komunitas tarekat.

Dalam penyampaiannya, Riski menjelaskan bahwa penetapan 1 Syawal bagi jemaah Naqsabandiyah didasarkan pada perhitungan matang menggunakan Kitab Munjid (Munjib).

Menurutnya, jemaah di Lubuk Kilangan telah memulai ibadah puasa Ramadan sejak tanggal 16 Februari lalu, sehingga hari ini puasa mereka genap 30 hari.

"Kami sudah menunaikan puasa sejak 16 Februari. Jadi, hari ini hitungannya sudah genap satu bulan penuh atau 30 hari," ujar Riski seusai pelaksanaan salat Id.

Baca juga: Pemprov Sumbar dan Tanah Datar Bahas Percepatan Pemulihan Pertanian Pascabencana

Metode Hisabul Rukyat yang digunakan tidak sekadar hitungan di atas kertas, tetapi juga mencocokkannya dengan fenomena alam yang teramati.

Meskipun terdapat perbedaan waktu lebaran dengan pemerintah, Riski menegaskan bahwa hal tersebut tidak untuk memicu perpecahan.

"Perbedaan ini bukan untuk perpecahan. Ini adalah bagian dari ketaatan kami pada guru-guru dan kitab rujukan yang kami pelajari secara mendalam,"tutupnya. (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved