Idul Fitri 2026
Polresta Padang Siagakan 11 Pos Pengamanan dan Pelayanan Selama Arus Mudik Lebaran 2026
"Rekayasa, jika ada pastinya di Jalan Samudera atau kawasan tepi laut (Taplau). Jika terjadi kepadatan, maka akan dilakukan satu arah," ujarnya.
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Polresta Padang menggelar Operasi Ketupat 2026 mulai dari tanggal 13 Maret sampai 25 Maret 2026.
- Polresta Padang menyiagakan sebanyak 11 pos pengamanan dan pelayanan guna mengawal kelancaran arus mudik serta balik Lebaran 2026.
- Belasan pos ini ditempatkan di sejumlah titik strategis guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama masa mudik berlangsung.
- Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan sesuai kondisi dan situasi yang terjadi di lapangan, khususnya kawasan Pantai Padang.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Polresta Padang bersiap menggelar Operasi Ketupat 2026 dengan menyiagakan 11 pos pengamanan dan pelayanan.
Langkah ini diambil guna mengawal kelancaran arus mudik serta balik Lebaran di wilayah hukum Kota Padang.
Suasana hangat Lebaran kini mulai terasa. Momen ini selalu dinanti masyarakat yang memilih pulang dari tanah perantauan demi melepas rindu dengan orang tua serta sanak saudara di kampung halaman.
Guna memastikan tradisi tahunan ini berjalan aman, 11 pos tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis.
Baca juga: Antisipasi Macet Lembah Anai, Pemko Padang Panjang Siapkan Terminal Busur Jadi Lokasi Parkir Pemudik
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi volume kendaraan yang diprediksi akan meningkat signifikan.
"Untuk pos, kita ada 11 pos. Terdiri dari satu pos terpadu, enam pos pelayanan, dan empat pos pengamanan," kata Kabag Ops Polresta Padang, Kompol Afrides Roema, Selasa (10/3/2026).
Selain jalur masuk kota, titik keramaian saat Lebaran 2026 diperkirakan terjadi di pusat Kota Padang.
Polisi pun telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang akan diberlakukan sesuai kondisi di lapangan.
Baca juga: Pengendara dari Padang Belok Kiri di Simpang Kampung Baru, Cek Rute One Way Padang Panjang
"Rekayasa, jika ada pastinya di Jalan Samudera atau kawasan tepi laut (Taplau). Jika terjadi kepadatan, maka akan dilakukan satu arah," ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunPadang.com, Operasi Ketupat 2026 ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 13 Maret sampai 25 Maret 2026.
Titik Rawan Macet di Sumbar
Polda Sumatera Barat memetakan sejumlah titik rawan kemacetan di berbagai daerah yang diprediksi mengalami lonjakan kendaraan saat arus mudik dan balik Lebaran 2026. Sejumlah strategi penguraian kemacetan pun disiapkan agar lalu lintas tetap lancar.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Pol M Reza Chairul Akbar Sidiq, mengatakan kepolisian telah mengidentifikasi beberapa kawasan yang berpotensi mengalami kepadatan kendaraan, terutama di jalur utama menuju daerah wisata dan lintasan antar kota.
“Beberapa titik rawan kemacetan sudah kami petakan, mulai dari kawasan pasar, simpang jalan, hingga jalur menuju destinasi wisata yang biasanya dipadati kendaraan saat libur Lebaran,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Di Kabupaten Padang Pariaman misalnya, potensi kemacetan diperkirakan terjadi di perlintasan Pasar Usang, Pasar Lubuk Alung, Pasar Sicincin hingga Simpang Manunggal.
Baca juga: Operasi Ketupat 2026 di Sumbar Libatkan 4.427 Personel, Rekayasa Lalin Disiapkan di Lembah Anai
Kemudian di Kota Padang Panjang, kepadatan kendaraan diprediksi terjadi di Simpang Mifan, kawasan Sate Mak Syukur, serta Simpang MTsN Gantiang.
Sementara di Kabupaten Tanah Datar, titik rawan macet berada di kawasan Rumah Makan Sukur, Lembah Anai, Rumah Makan Aie Badarun, hingga Pasar Koto Baru.
“Di Kabupaten Agam juga ada sejumlah simpang yang menjadi perhatian, seperti Simpang Padang Dua, Simpang Jambu Aia, Simpang Biaro, Simpang Tanjung Alam, Simpang Canduang, serta Pasar Baso,” jelasnya.
Selain itu, kepadatan kendaraan juga diprediksi terjadi di Simpang Piladang dan Lembah Harau di Kabupaten Limapuluh Kota, Simpang Bypass Mandiangin di Kota Bukittinggi, kawasan Danau Kembar dan Simpang Lubuk Selasih di Kabupaten Solok, serta Simpang Salayo di Kota Solok.
Baca juga: Polda Sumbar Berlakukan One Way di Lembah Anai Selama Arus Mudik Lebaran 2026
Untuk mengantisipasi kepadatan tersebut, Polda Sumbar menyiapkan sejumlah strategi penguraian kemacetan, di antaranya dengan mendirikan pos terpadu di jalur strategis.
Pos tersebut akan ditempatkan di jalur utama seperti Padang Panjang, Padang Tarok, dan Lembah Anai, serta di beberapa titik lain di luar jalur one way seperti Simpang Padang Luar, Sicincin, dan Simpang Ombilin Singkarak.
Selain itu, kepolisian juga menerapkan pengaturan lalu lintas secara situasional atau dynamic traffic management, yakni penyesuaian pola rekayasa lalu lintas berdasarkan kondisi di lapangan secara real time.
“Petugas di lapangan bersama Dinas Perhubungan akan melakukan pengaturan secara situasional jika terjadi peningkatan volume kendaraan,” katanya.
Baca juga: Festival Takbir Keliling Idul Fitri 1447 H di Pariaman, Perdana Libatkan Anak-Anak dan Remaja
Penguatan manajemen simpang juga menjadi langkah penting untuk menghindari penumpukan kendaraan, terutama di kawasan wisata.
Pengaturan keluar-masuk kendaraan akan dilakukan secara bertahap, termasuk memanfaatkan kantong parkir sementara agar tidak mengganggu arus utama.
Di sisi lain, Polda Sumbar juga mengoptimalkan penyebaran informasi lalu lintas kepada masyarakat melalui media sosial, radio, serta papan informasi di jalur mudik.
Informasi yang disampaikan mencakup jadwal rekayasa lalu lintas, kondisi kepadatan kendaraan, hingga jalur alternatif.
Selain itu, teknologi pemantauan lalu lintas juga dimanfaatkan melalui drone dan sistem kecerdasan buatan yang terhubung dengan Regional Traffic Management Center (RTMC) untuk mendeteksi potensi kemacetan lebih dini.
“Kami berharap dengan pemetaan titik rawan dan strategi penguraian ini, arus mudik dan balik Lebaran di Sumatera Barat dapat berjalan lebih lancar dan aman,” ujarnya.(*)
| Padang Diserbu 183 Ribu Wisatawan Selama Libur Lebaran 2026, Pantai Air Manis Masih Jadi Primadona |
|
|---|
| Main Air Sepuasnya Hanya Rp10.000, Pemandian Lubuk Minturun Jadi Primadona Wisata Murah di Padang |
|
|---|
| Penumpang di BIM Meningkat 4,6 Persen pada Arus Balik Lebaran 2026, Jumlahnya Capai 57.735 Orang |
|
|---|
| Lubuk Minturun Padang Kembali Ramai, Tawarkan Wisata Air Segar dengan Tarif Bersahabat |
|
|---|
| Arus Lalin Tersendat di Simpang MTsN Ganting Padang Panjang, Polisi: Imbas Bus Menanjak Pelan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Pos-Pelayanan-di-Padang-1032026.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.