Banjir di Padang
Warga Pasar Lalang Desak Tanggul Air yang Jebol Segera Dibangun, Nilai Respons Pemerintah Lamban
Untuk antisipasi, Melati membangun pagar seng di belakang rumahnya dengan harapan saat banjir datang, tak lagi berdampak besar atau parah.
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Warga kawasan Pasar Lalang, Padang, masih mengalami kecemasan pascabanjir berulang yang merusak rumah hingga menimbun area persawahan.
- Warga merasa khawatir dikarenakan tanggul air yang jebol belum kunjung dibangun atau diperbaiki kembali.
- Akibatnya, beberapa warga memilih memasang pagar seng di belakang rumahnya, agar saat adanya banjir tidak berdampak parah.
- Warga menilai respons pemerintah lambang, dikarenakan tanggul penahan air yang jebol belum kunjung diperbaiki.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Warga Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang menilai kinerja pemerintah lamban dalam membangun tanggul dan melakukan pengerukan dasar sungai pasca banjir.
Diketahui, daerah tersebut sudah dihantam empat kali kejadian berulang sejak akhir November 2025 lalu.
Terakhir kalinya pada Sabtu (31/1/2026), banjir menerjang rumah dan lahan pertanian masyarakat di Pasar Lalang, Kota Padang.
Kejadian banjir berulang membuat sebanyak tiga rumah rusak berat, tanaman padi tertimbun lumpur, dan kondisi tersebut masih menyisakan ketakutan bagi warga.
Baca juga: Cegah Bencana Berulang, Pemprov Sumbar akan Bongkar Paksa Bangunan di Lembah Anai
Hal itu dikarenakan, kehawatiran masyarakat akan kejadian serupa dapat kembali terjadi hingga mengancam keselamatannya.
Ditambah tanggul penahan debit air di pinggir aliran sungai di Pasar Lalang belum kunjung dibangun, usai 10 hari kejadian banjir terbaru.
Salah satu masyarakat, Melati, menyebut sampai sekarang tanggul dan alat berat belum masuk ke daerahnya untuk melakukan pengerjaan.
Bahkan ia menilai kinerja Pemerintah Kota (Pemko) Padang sangat lamban terhadap antisipasi kejadian berulang.
Ia juga mengaku stres setiap hujan datang, perasaan cemas kian menghantui.
Baca juga: Warga Guo Bangkit Usai Diterjang Galodo, Syafrizal Perbaiki Rumah Orang Tua Pakai Material Bekas
"Kami stres setiap datang hujan, kinerja pemerintah sangat lamban, takutnya banjir kembali terjadi karena tanggul dan sungai belum juga dikeruk," ungkapnya, saat memberikan keterangan, Selasa (10/2/2026).
Untuk antisipasi, Melati membangun pagar seng di belakang rumahnya dengan harapan saat banjir datang, tak lagi berdampak besar atau parah.
Tak hanya itu, dinding belakang rumahnya yang sempat jebol akibat dua kali diterjang banjir, juga sudah diperbaiki kembali.
Kekhawatirannya kembali muncul, jika usahanya menjadi sia-sia karena lambannya pergerakan dari pemerintah.
"Belakang rumah sudah dipagari seng, bahkan tembok yang sempat jebol juga sudah diperbaiki dan diplester," katanya.
Baca juga: Warga Pasar Lalang Dihantui Kecemasan, Tanggul Tak Kunjung Dibangun dan Banjir Susulan Mengancam
Senada, warga lainnya bernama, Trisnawati, mengatakan pemerintah lambat dalam membangun tanggul usai banjir keempat kali di Pasar Lalang.
Ia yang masih bertahan di kontrakan di daerah tersebut sangat cemas jika banjir kembali terjadi.
Tak banyak yang ia pinta, hanya pembangunan tanggul dan pengerukan sungai dilakukan secepat mungkin.
"Sangat cemas, semoga cepat dibangun tanggul dan sungai ini dikeruk. Agar warga yang masih tinggal di sini tak lagi cemas," pungkasnya. (Tribunpadang.com/Muhammad Iqbal)
| Mata Pencaharian yang Terkubur: Menagih Janji Pemulihan Ekonomi di Batu Busuk Padang |
|
|---|
| Anggota DPRD Iskandar Minta Penyintas Bencana di Huntara Kapalo Koto Sabar Tunggu Bantuan Lauk Pauk |
|
|---|
| 32 KK di Huntara Kapalo Koto Padang Belum Terima Bantuan Jadup Rp1,3 Juta, Ini Daftar Namanya |
|
|---|
| Penyintas Banjir di Kapalo Koto Terima Bantuan Lauk Pauk, Afrianti: Saya Menerima Rp16.100.000 |
|
|---|
| Penyintas Bencana Belum Terima Bansos Lauk Pauk, Kadinsos Padang: Didata Lagi dan Diajukan |
|
|---|