Padang
Usai Viral Kibaran Bendera Putih, Alat Berat Mulai Normalisasi Sungai di Griya Permata II
Warga mengatakan pengerahan alat berat tersebut baru dilakukan setelah kondisi di kawasan tersebut mendapatkan perhatian luas.
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Muhammad Afdal Afrianto
Ringkasan Berita:
- Dua Alat berat mulai diturunkan untuk melakukan normalisasi aliran Sungai Batang Kuranji.
- Warga sempat mengibarkan bendera putih di bantaran sungai sebagai bentuk kelelahan dan ketidaksanggupan menghadapi banjir bandang yang terus berulang.
- Warga setempat mengatakan pengerahan alat berat tersebut baru dilakukan setelah kondisi di kawasan tersebut mendapatkan perhatian luas.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Alat berat mulai diturunkan untuk melakukan normalisasi aliran Sungai Batang Kuranji serta membersihkan lumpur di Komplek Griya Permata II, Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (5/1/2026).
Pantauan TribunPadang.com di lokasi, sedikitnya tiga unit alat berat tampak mulai beroperasi sejak pagi hari.
Dua unit difokuskan untuk mengeruk material sedimen dan memperlebar alur Sungai Batang Kuranji, sementara satu unit lainnya membersihkan lumpur tebal yang menutup akses jalan serta permukiman warga.
Material lumpur sisa banjir bandang terlihat masih menumpuk di sejumlah titik.
Bahkan, di beberapa lokasi, lumpur sudah mulai mengeras dan menyulitkan aktivitas warga di lokasi.
Salah seorang warga setempat, Ujang Masril, mengatakan pengerahan alat berat tersebut baru dilakukan setelah kondisi di kawasan tersebut mendapatkan perhatian luas.
“Hari ini baru mulai bekerja. Sekitar tiga alat berat diturunkan, dua di sungai untuk normalisasi aliran dan satu di perumahan untuk membersihkan lumpur,” kata Ujang Masril kepada TribunPadang.com.
Baca juga: Sungai Batang Kuranji Terus Gerus Permukiman, Warga Griya Permata II Kibarkan Bendera Putih
Ia menyebutkan, sebelum alat berat datang, warga sempat mengibarkan bendera putih di bantaran sungai sebagai bentuk kelelahan dan ketidaksanggupan menghadapi banjir bandang yang terus berulang.
“Pemasangan bendera putih itu spontan dari masyarakat. Kami sudah sangat lelah dan tidak sanggup lagi menghadapi bencana ini tanpa penanganan serius,” ujarnya.
Sementara itu, warga lain Juwita, menjelaskan bahwa banjir bandang di kawasan tersebut telah terjadi berulang kali sejak akhir November 2025 lalu dan menyebabkan belasan rumah warga rusak hingga hanyut.
“Sejak 27 November, sungai terus menggerus. Total sekitar 11 rumah sudah hanyut atau amblas akibat banjir bandang,” katanya.
Menurutnya, setelah status tanggap darurat bencana Kota Padang dihentikan, penanganan di lapangan sempat terhenti dan membuat masyarakat merasa terlupakan.
“Setelah tanggap darurat dihentikan, alat berat ditarik dan pemerintah jarang terlihat, padahal aliran sungai terus menggerus,” ujar Ujang.
Akibat ancaman banjir dan longsor yang masih tinggi, sebagian besar warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Baca juga: Berulang Kali Diterjang Banjir, Warga Tabing Banda Gadang Minta Pemerintah Segera Lakukan Penanganan
| Pulang Basamo di Teluk Bayur Hidupkan Wisata dan UMKM, Perantau Diajak Jelajahi Padang |
|
|---|
| Pria di Pauh Padang Ditangkap Polisi, Diduga Masuk Rumah Kos dan Curi Pakaian Dalam Wanita |
|
|---|
| Kasus Campak Meningkat di Padang, Puskesmas Dadok Catat 24 Orang Terinfeksi pada 2026 |
|
|---|
| ASN Pemko Padang WFH saat Lebaran Bisa Pakai Mobil Dinas, Wajib Izin Bila Dibawa Keluar Kota |
|
|---|
| Pengunjung Terjebak di Lift Transmall Padang, Lift Ternyata Hanya untuk Teknisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Tabing-Banda-Gadang.jpg)