Banjir di Padang
Trauma Pascabanjir, Warga Gurun Laweh Padang Cemas Setiap Hujan Deras Turun
“Sudah ada imbauan untuk tidak tinggal di rumah yang dekat sungai, tapi mau bagaimana lagi, hanya ini tempat tinggal kami,” kata Yusni.
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rezi Azwar
Namun, tingginya curah hujan membuat debit air sungai kerap meningkat sehingga proses penanganan belum berjalan maksimal dan erosi tanah terus terjadi.
Puluhan Rumah di Hanyut Terseret Banjir
Salah seorang warga, Desni (54), mengatakan sebelum banjir bandang terjadi, aliran Sungai Batang Kuranji berada cukup jauh dari permukiman warga, yakni sekitar 200 hingga 300 meter.
Namun, pascabencana, aliran sungai kini semakin mendekati rumah-rumah warga.
“Dulu sebelum banjir itu aliran sungai jauh dari sini. Tapi sejak banjir bandang kemarin, aliran sungainya jadi dekat ke rumah kami,” ujar Desni.
Baca juga: Berulang Kali Diterjang Banjir, Warga Tabing Banda Gadang Minta Pemerintah Segera Lakukan Penanganan
Desni mengungkapkan, lebih dari 30 rumah warga dilaporkan hilang atau hanyut akibat banjir bandang tersebut, termasuk rumah miliknya dan rumah anaknya.
Rumah yang telah ia tempati selama lebih dari 30 tahun bersama mendiang suaminya itu kini tak lagi bisa digunakan.
“Sedih sekali melihat lokasi rumah kami sekarang. Kalau ada waktu senggang, saya sering datang ke sana sekadar melepas rindu kepada almarhum suami dan mengenang perjuangan kami dulu,” tuturnya.
Saat ini, Desni bersama anak, menantu, dan cucu-cucunya terpaksa menyewa rumah sebagai tempat tinggal sementara.
Baca juga: Sungai di Batu Busuk Padang Meluap Gegara Diguyur Hujan, Zalhendri: Kembali Menghantam Rumah Warga
Ia mengaku belum ada kepastian terkait hunian tetap bagi korban banjir bandang.
“Kami sekarang ngontrak tidak jauh dari sini. Sempat ditawarkan hunian sementara, tapi setelah didata ternyata sudah penuh. Akhirnya kami diberi bantuan uang sewa untuk tiga bulan ke depan,” katanya.
Desni juga menyebutkan bahwa satu komplek perumahan yang terdiri dari sekitar 20 rumah dan berada paling dekat dengan aliran sungai kini sudah tidak tersisa.
“Ada satu komplek dekat sungai, sekitar 20 rumah, semuanya hanyut tersapu banjir bandang,” ujarnya.
Baca juga: Banjir Kembali Rendam Puluhan Rumah di Tabing Banda Gadang, 23 Jam Berlalu Air Masih Setinggi Betis
Ia menambahkan, ancaman kerusakan masih terus terjadi.
“Yang terbaru, kemarin ada satu rumah lagi yang hancur dan hanyut karena tanahnya terus terkikis air, lokasinya di belakang rumah saya dulu,” tambahnya.
Yusni, Desni, dan warga lainnya berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret dan berkelanjutan untuk mengatasi kondisi tersebut agar tidak semakin banyak rumah warga yang rusak atau hanyut, serta demi keselamatan masyarakat yang masih bertahan di sekitar aliran Sungai Batang Kuranji. (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)
| Pemko Padang Siapkan Rp100 M untuk Atasi Banjir, Fokus Benahi Titik Genangan di Gajah Mada & Rawang |
|
|---|
| Tanggul Guo Lapau Munggu Jebol Lagi, Pemko Padang Siapkan Solusi Permanen |
|
|---|
| Kondisi Banjir Kampung Guo Padang: Sempat Setinggi Pinggang, Kini Sisakan Lumpur Sebetis |
|
|---|
| Dapur Dipenuhi Lumpur Usai Banjir, Warga Kampung Guo Padang Tak Sempat Siapkan Sarapan Pagi |
|
|---|
| Update Banjir Kampung Guo Padang, Camat Kuranji Sebut 150 Jiwa Terdampak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/banjir-di-nanggalo-padang-rumah-rusak-112026.jpg)