Banjir di Padang

Kisah Handoko Bertahan Satu Jam di Atap Rumah saat Banjir Melanda Lubuk Minturun Padang

Ketinggian air mulai surut sekitar jam 08.00 WIB dan langsung menyelamatkan diri dengan bekal baju yang melekat di badan.

Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
BANJIR DI PADANG- Warga yang tinggal di Perumahan Luminpark Cluster, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, mulai beraktivitas kembali dan membersihkan rumahnya usai dilanda banjir pada Kamis (27/11/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Seorang warga bernama Handoko bertahan dengan naik ke atap rumah saat terjadi banjir di Lubuk Minturun, Kota Padang, Kamis (27/11/2025).
  • Handoko naik ke atap rumahnya di perumahan Lumin Park Cluster selama satu jam.
  • Ketinggian air mulai surut sekitar jam 08.00 WIB dan langsung menyelamatkan diri dengan bekal baju yang melekat di badan.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Handoko menjadi korban yang selamat dari banjir yang melanda Lubuk Minturun, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.

Ia menuturkan banjir mulai memasuki rumahnya pada Kamis (27/11/2025) pagi.

Air dengan cepat memasuki rumahnya dengan ketinggian awal setinggi lutut.

“Melihat air yang semakin deras akhirnya kami sekeluarga terdiri dari enam enam orang langsung naik ke atap bertahan di sana selama satu jam,” katanya sembari membersihkan motor yang sudah terendam banjir.

Baca juga: Gerimis Tak Kurangi Semangat Pelajar Sangir Balai Janggo Terima Seragam Gratis dari Bupati Solsel

Lanjutnya, dentuman air sangat keras hingga merusak rumah dan memporak-porandakan isinya.

Ketinggian air mulai surut sekitar jam 08.00 WIB dan langsung menyelamatkan diri dengan bekal baju yang melekat di badan.

Ia kaget pertama kali melihat banjir seganas ini, sebelumnya tidak parah dan kini menelan korban jiwa.

Tiga motor yang terendam pun satu persatu dibersihkan berharap bisa dipakai kembali.

Baca juga: Sekolah Diliburkan, Fadly Amran Minta SPPG Alihkan Makanan untuk Pengungsi di Padang

Kini hanya baju berwarna merah bercampur lumpur di badan yang bisa dibawa dan menemani keluar rumah.

“Banjir besar tidak pernah diduga akan terjadi, padahal termasuk daerah aman dari bencana namun tidak kali ini,” jelasnya.

Handoko juga menyebut pasca banjir ini membuat sungai yang dekat rumahnya semakin besar.

Dentuman air yang keruh terdengar semakin keras dari biasanya.

Baca juga: Ratusan Pengungsi Banjir Bandang di Malalak Agam Terisolir Akibat Jalan Penghubung Putus

Serta material lumpur dan kayu masih ada dimana-mana memenuhi pemukiman.

Bahkan ada kayu sebesar pangkuan orang dewasa terletak di salah satu rumah warga di Perumahan Lumin Park Cluster.

Material lumpur turut memenuhi puluhan rumah serta mobil juga hanyut.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved