Bencana Sumbar
Akses Malalak–Bukittinggi Sudah Bisa Dilalui Roda Dua, Berlaku Tiga Waktu Operasional
Akses lalu lintas Malalak–Bukittinggi yang sempat terputus akibat bencana hidrometeorologi kini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua.
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Muhammad Afdal Afrianto
Ringkasan Berita:
- Akses Malalak–Bukittinggi yang sempat terputus kini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua.
- Jalur di Jorong Limo Badak, Nagari Malalak Timur, dibuka sejak 20 Februari 2026 dan masih bersifat sementara.
- Roda dua hanya boleh melintas sebelum pukul 08.00 WIB, pukul 12.00–13.00 WIB, dan pukul 17.00 WIB.
- Kendaraan roda empat dan lebih belum diizinkan melintas karena material longsor masih tersisa.
- Warga diminta berhati-hati serta menggunakan jalur alternatif di luar jam operasional.
TRIBUNPADANG.COM, AGAM – Akses lalu lintas Malalak–Bukittinggi yang sempat terputus akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 kini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua.
Hal tersebut disampaikan Camat Malalak, Ulya Satar, saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Minggu (22/2/2026).
Ia menjelaskan, akses yang sebelumnya terputus berada di Jorong Limo Badak, Nagari Malalak Timur, Kabupaten Agam.
Menurut Ulya, pembukaan akses telah dilakukan sejak Jumat (20/2/2026). Namun, jalur tersebut sementara ini hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua.
Baca juga: Cek Prakiraan Cuaca Selasa 23 Februari 2026, Dharmasraya Bepotensi Diguyur Hujan Ringan
“Untuk kendaraan roda empat dan ke atasnya, belum dapat melintasi lokasi tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, kendaraan roda dua pun hanya diperbolehkan melintas pada tiga waktu tertentu, yakni sebelum pukul 08.00 WIB, pukul 12.00–13.00 WIB, serta pukul 17.00 WIB.
Di luar waktu tersebut, pengendara diminta tidak melintasi kawasan itu.
“Di luar waktu operasional, tidak bisa melintas. Silakan tunda perjalanan atau cari jalur alternatif lain,” terangnya.
Ulya menegaskan, pembukaan akses ini masih bersifat sementara.
Material tanah dan bebatuan sisa longsor masih terdapat di lokasi sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Pembatasan waktu ini diterapkan sebagai langkah pengendalian lalu lintas dan mitigasi risiko di titik rawan,” tambahnya.
Sebelumnya Terputus Total
Sebelumnya, akses jalan di kawasan Malalak kembali terputus akibat tanah terban dan longsor yang terjadi sejak Selasa (25/11/2025).
Peristiwa tersebut menyebabkan badan jalan ambrol hingga separuh ke bawah, terutama di perbatasan Malalak Timur dan Malalak Selatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono, menjelaskan kondisi terparah terjadi pada titik tanah terban.
“Yang Malalak itu bukan hanya longsor, tapi ada tanah terban tepatnya di perbatasan Malalak Timur dan Malalak Selatan. Artinya badan jalan itu sudah habis ke bawah,” ujar Rahmad, Rabu (26/11/2025).
| Nasib Petani Sumbar Menggantung, Anggaran Perbaikan Lahan Rusak Berat Akibat Bencana Belum Ada |
|
|---|
| Kementan Targetkan Pemulihan Lahan Pertanian Sumbar Rampung Satu Bulan, Dinas Percepat Cairkan Dana |
|
|---|
| Ribuan Hektare Sawah Terdampak Bencana di Sumbar Mulai Pulih, Petani di Solok Segera Panen Mei 2026 |
|
|---|
| Anggaran Cair, Pemulihan Sawah Terdampak Banjir di Sumbar Sasar Ribuan Hektare Lahan Petani |
|
|---|
| Gubernur Sumbar Minta Daerah Dilibatkan Langsung Percepat Rehabilitasi Pascabencana |
|
|---|