Sumatera Barat
Pedagang Bunga Tabur Raup Untung Jelang Ramadan 2026 di TPU Tunggul Hitam
Masyarakat datang untuk membersihkan makam, menaburkan bunga, dan mendoakan keluarga yang telah meninggal dunia.
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Muhammad Afdal Afrianto
Ringkasan Berita:
- Jelang Ramadan 2026, TPU Tunggul Hitam, Padang, dipadati warga yang berziarah, Minggu (15/2/2026).
- Pedagang bunga kuburan mengalami peningkatan penjualan pada puncak ziarah.
- Devi mengaku sudah menjual 200 bungkus bunga hingga siang hari, seharga Rp5.000 per bungkus.
- Tahun lalu, penjualan saat puncak ziarah bisa mencapai 500 bungkus per hari.
- Tradisi ziarah jelang Ramadan membawa berkah bagi pedagang di sekitar TPU.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Menjelang Ramadan 2026, pedagang bunga tabur kuburan meraup keuntungan pada puncak ziarah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Minggu (15/2/2026).
Tradisi ziarah kubur jelang Ramadan membuat TPU dipadati warga sejak pagi hari.
Masyarakat datang untuk membersihkan makam, menaburkan bunga, dan mendoakan keluarga yang telah meninggal dunia.
Baca juga: Penjual Bunga Tabur di Padang Raup Untung hingga Rp500 Ribu Jelang Ramadan
Salah seorang pedagang, Devi, mengaku penjualannya meningkat signifikan pada hari puncak ziarah tersebut.
Ia mulai berjualan sejak pukul 06.00 WIB hingga menjelang magrib.
“Hari ini dari pukul 06.00 WIB sampai 12.00 WIB sudah laku 200 bungkus. Kalau tahun lalu bisa sampai 500 bungkus, saya kira hari ini juga bisa segitu,” ujarnya.
Dalam sehari, Devi mampu menjual hingga 200 bungkus bunga dengan harga Rp5.000 per bungkus.
Satu bungkus berisi daun pandan yang sudah dipotong kecil, bunga mawar, dan bunga kamboja.
Baca juga: Jelang Ramadan, Penjual Bunga Tabur Musiman Raup Berkah dari Tradisi Ziarah Kubur di Padang
Hal serupa disampaikan pedagang lainnya, Gustina. Ia mengaku hingga siang hari telah menjual lebih dari 100 kantong bunga kuburan.
“Ramai hari ini karena puncak ziarah. Sampai siang sudah laku 100 kantong lebih,” katanya.
Meningkatnya jumlah peziarah menjelang Ramadan membawa berkah tersendiri bagi para pedagang bunga di kawasan TPU Tunggul Hitam.
| Gubernur Mahyeldi: Tambang Emas Tradisional Masih Ditoleransi, Penggunaan Alat Berat Harus Ditindak |
|
|---|
| Mahyeldi Dorong Legalisasi Tambang Rakyat, Usulkan 15 Ribu Hektare WPR ke Kementerian ESDM |
|
|---|
| Pemprov Sumbar Siapkan Skema WFH ASN, Gubernur: Rumah Sakit dan Layanan Publik Tetap Jalan |
|
|---|
| Aturan WFH ASN Tiap Jumat, Pemprov Sumbar Tunggu Surat Resmi dari Pusat |
|
|---|
| Gubernur Mahyeldi Sebut KNKT Rekomendasikan Jalur Sitinjau Lauik Ditutup karena Rawan Kecelakaan |
|
|---|