Universitas Negeri Padang
SKK Ganto UNP Raih Dua Penghargaan di Anugerah Pers Mahasiswa AJI Padang
SKK Ganto UNP sukses meraih dua penghargaan pada ajang Anugerah Pers Mahasiswa yang digelar AJI Padang.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Surat Kabar Kampus (SKK) Ganto Universitas Negeri Padang (UNP) sukses meraih dua penghargaan pada ajang Anugerah Pers Mahasiswa yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang.
Penghargaan diberikan pada malam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 AJI Padang yang berlangsung di Pustaka Steva, Sabtu (24/1/2026).
Ajang yang sudah diselenggarakan tiga kali ini mengusung tema “Persma Mengawal Isu Lingkungan”.
Sekretaris AJI Padang, Habil Ramanda, mengatakan pers mahasiswa berperan penting dalam menjaga keberlanjutan jurnalisme.
Menurutnya, kampus adalah “rahim jurnalisme” tempat lahirnya jurnalis kritis dan berintegritas.
Baca juga: AJI Padang Peringati HUT ke-21, Tegaskan Peran Pers Kawal Pemulihan Ekologis Sumatra
“Regenerasi jurnalis harus dimulai dari kampus. Kami terkesan dengan kreativitas peserta dalam menyuarakan isu lingkungan. Banyak karya yang menunjukkan kepedulian nyata terhadap krisis iklim,” ujar Habil.
Anugerah Pers Mahasiswa memiliki tiga kategori, yakni Indeks Reporting, Video Jurnalistik, dan Pengelolaan Media Sosial. SKK Ganto UNP berhasil memenangkan kategori Indeks Reporting lewat karya berjudul “Rezeki Harimau di Pesisir Padang” dan kategori Pengelolaan Media Sosial, yang diraih untuk ketiga kalinya berturut-turut.
Ketua AJI Padang, Novia Herlina, mengapresiasi seluruh lembaga pers mahasiswa di Sumatera Barat. Ia berharap penghargaan ini memotivasi pers mahasiswa untuk terus menghasilkan karya kritis, berani, dan berpihak pada kepentingan publik.
“Pers mahasiswa harus mengedepankan keberanian, integritas, dan kepedulian terhadap isu penting bagi masyarakat,” kata Novia.
Peringatan HUT ke-21 AJI Padang juga mengusung tema “Mengawal Sumatra Pulih”, sebagai penegasan komitmen pers dalam menjaga kepentingan publik di tengah krisis bencana ekologis di Sumatera, khususnya Sumatera Barat.
Diskusi lintas sektor turut digelar melibatkan jurnalis, akademisi, aktivis lingkungan dan HAM, komunitas pendidikan, kelompok perempuan, mahasiswa, serta masyarakat umum. Narasumber yang hadir antara lain Amalya Reza (Trend Asia), Aidil Ikhlas (AJI Padang), Mitra Oktavia (LBH Padang), dan Khalid Syaifullah (Posko Sumbar Peduli), dengan moderator Yola Sastra (AJI Padang).
Baca juga: Bantuan Bencana di Luar Huntara Menanti, Mendagri Minta Daerah Gesit Mendata Penerima
Amalya Reza menyoroti bencana ekologis di Sumatera sebagai fenomena polikrisi, saat krisis iklim berkelindan dengan krisis sosial, ekonomi, dan tata kelola. Aidil Ikhlas menekankan dampak bencana tidak hanya bersifat material, tetapi juga sosial dan ekologis.
Mitra Oktavia menambahkan, bencana ekologis erat kaitannya dengan pelanggaran HAM struktural, sementara Khalid Syaifullah menekankan pentingnya pemulihan berbasis risiko, ruang hidup warga, dan pelibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan.
Sebagai penutup, AJI Padang menyalurkan donasi bagi anak-anak korban bencana ekologis sebagai bentuk solidaritas terhadap kelompok rentan.
| UNP Tekankan Tiga Keberanian bagi Wisudawan di Tengah Tantangan Global dan Era AI |
|
|---|
| 1.681 Mahasiswa UNP Diwisuda, Rektor Tekankan Tantangan Masa Depan |
|
|---|
| Sidang Terbuka Senat, UNP Kembali Kukuhkan Sembilan Guru Besar |
|
|---|
| UNP Lepas 1.562 Wisudawan Periode 141, Hari Pertama Diikuti 764 Orang |
|
|---|
| UNP dan Kementerian Ekonomi Kreatif Siap Kembangkan Talenta Digital dan Industri Kreatif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/ganto.jpg)