Solok Selatan
HUT ke-22 Solok Selatan, Ketua DPRD Ingatkan Pemda Keluar dari Ketergantungan Dana Pusat
Martius, menegaskan bahwa perubahan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk bertahan di tengah tekanan ekonomi dan dampak bencana alam.
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Muhammad Afdal Afrianto
Ringkasan Berita:
- Peringatan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Solok Selatan menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah serius dalam tata kelola pemerintahan.
- Ketua DPRD Solok Selatan, Martius, menegaskan bahwa perubahan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan.
- Kondisi ini dipicu oleh akumulasi berbagai tantangan global dan nasional yang berdampak langsung ke tingkat lokal.
- Ketergantungan terhadap dana pusat dinilai tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini.
TRIBUNPADANG.COM, SOLOK SELATAN - Momentum peringatan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Solok Selatan menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah serius dalam tata kelola pemerintahan.
Ketua DPRD Solok Selatan, Martius, menegaskan bahwa perubahan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk bertahan di tengah tekanan ekonomi dan dampak bencana alam yang terjadi di Sumatera, khususnya di Sumbar.
Dalam rapat paripurna istimewa yang digelar di Kantor DPRD Solok Selatan, Rabu (7/1/2026), Martius menyoroti bagaimana dinamika tahun 2026 menjadi ujian berat bagi ketahanan daerah.
Kondisi ini dipicu oleh akumulasi berbagai tantangan global dan nasional yang berdampak langsung ke tingkat lokal.
Baca juga: HUT Ke-22 Solok Selatan, Merayakan Usia dengan Kepedulian untuk Korban Bencana Sumatera
Ketergantungan terhadap dana pusat dinilai tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini.
Martius mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan untuk mulai melepaskan diri dari zona nyaman "dana transfer" dan bertransisi menuju otonomi fiskal yang nyata.
"Kabupaten harus menjadi lebih mandiri dan berotonomi. Kita harus menjadikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai motor penggerak utama dalam membiayai pembangunan daerah," tegas Martius dalam rapat paripurna istimewa.
DPRD Solok Selatan menekankan bahwa transformasi yang dimaksud tidak boleh hanya menyentuh permukaan.
Perubahan harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup restrukturisasi birokrasi, perubahan budaya kerja, hingga pola penyusunan anggaran yang lebih tepat sasaran.
Etos kerja aparatur sipil negara (ASN) dituntut untuk lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Pola-pola lama dalam penyelenggaraan pemerintahan harus ditinggalkan guna menciptakan birokrasi yang lebih lincah dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Baca juga: Jawara Lomba Cerdas Quran Meriahkan HUT ke-22 Solok Selatan, Wabup: Program Rumah Tahfidz Berjalan
Meski sedang merayakan hari jadi kabupaten, Martius tidak melupakan duka yang menyelimuti wilayah lain.
Di penghujung pidatonya, ia mengajak seluruh yang hadir dalam rapat paripurna istimewa untuk mengheningkan cipta dan mendoakan para korban bencana hidrometeorologi yang terjadi di Sumbar, Sumatera Utara, dan Aceh.
Ia mengimbau masyarakat Solok Selatan yang relatif lebih aman dari bencana tersebut untuk menunjukkan solidaritas nyata.
Bantuan berupa doa maupun sumbangan materi diharapkan dapat meringankan beban saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah.
| Bupati Solok Selatan Lantik Pejabat Baru, Tegaskan Tak Ada Titipan Jabatan |
|
|---|
| Hardiknas 2026, Pemkab Solsel Fokus Tingkatkan Kesejahteraan dan Kompetensi Guru |
|
|---|
| Transformasi Pendidikan di Solok Selatan: Deep Learning hingga Beasiswa Guru Jadi Fokus Utama |
|
|---|
| Tiga Nagari di Pauh Duo Solok Selatan Ditetapkan BPS Jadi Desa Cinta Statistik |
|
|---|
| Daftar Harga Pangan Stabil di Solok Selatan April 2026: Telur Ayam dan Daging Sapi Tak Bergeming |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Ketua-DPRD-Solok-Selatan-Martius-menegaskan-bahwa-perubahan-bukan-lagi-sekadar-pilihan.jpg)