Menyapa Nusantara
Menuai Altruisme Timbal Balik dari Bencana Sumatera
Fenomena berbagi yang penuh pencitraan kian tampak saat bencana di Sumatra. Empati sejati seharusnya lahir dari nurani, bukan dari sorotan kamera.
Sebagai publik atau masyarakat, kita juga dapat berperan aktif dengan terus mengawal kebijakan pemerintah dalam memitigasi dan perbaikan pascabencana ekologis ini.
Pasalnya banjir yang melanda Sumatera juga bermuara dari praktik deforestasi yang tergambar jelas lewat terbawanya gelondongan kayu yang hanyut oleh banjir.
Persoalan yang sangat pelik mengingat dampak kerusakan yang besar dari bencana yang menimpa di pulau Sumatera ini bisa sangat parah karena perusakan hutan dan alih fungsi lahan, termasuk di wilayah hulu daerah aliran sungai (DAS).
Ditampar oleh bencana besar ini, pemerintah harus serius dalam membenahi tata kelola lahan dan hutan secara menyeluruh demi menyelamatkan ekosistem dari tragedi bencana iklim.
Ironi setelah bencana Sumatera harus dijadikan pemantik bagi pemerintah untuk membuat skenario-skenario mencegah bencana ketimbang menanganinya. Bisa saja esok, tanpa kebijakan yang bernalar, bencana akan melanda wilayah yang lain.
Kini sudah saatnya memprioritaskan kebijakan yang tidak kasatmata seperti konservasi lahan, pencegahan bencana hingga peka terhadap krisis iklim. (ANTARA)
Oleh Fajar Satriyo
| Misi Mengembalikan Anak ke Sekolah: Kemendikdasmen Terjunkan Relawan di 10 Daerah |
|
|---|
| Indonesia Membangun Identitas Halal: Target Sertifikat Gratis Naik Jadi 1,35 Juta di 2026 |
|
|---|
| Presiden Prabowo Targetkan Obat Generik Murah Tersedia untuk Rakyat dalam Setahun |
|
|---|
| Infografik: Catatan Akhir Tahun, Memperkuat Pilar Kesehatan Indonesia |
|
|---|
| Mendikdasmen Serahkan Penjadwalan UAS ke Pemda Terdampak Bencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/antara-1-bencana.jpg)