Kabupaten Solok Selatan

Kopi hingga Rendang Solok Selatan Tembus Pasar Jepang dan Eropa, Hasil Program UMKM Naik Kelas

Salah satu komoditas unggulan, yakni kopi Solok Selatan, kini telah merambah pasar Jepang, Australia, Amerika Serikat, hingga Korea Selatan.

Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/Pemkab Solok Selatan
UMKM- Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, terus memperkokoh fondasi ekonomi domestik melalui penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan strategi terintegrasi untuk menjadikan UMKM sebagai tulang punggung kesejahteraan masyarakat. 

Dampak dari kebijakan ini mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Keberadaan UMKM telah membuka lapangan kerja baru dan menjadi ruang pemberdayaan bagi kelompok rentan, terutama kaum perempuan dan generasi muda.

Di tangan mereka, potensi lokal seperti kerajinan tangan, bordir, hingga kuliner bertransformasi menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Strategi yang diterapkan pemerintah daerah bersifat simultan dan berkelanjutan. Dukungan tidak berhenti pada pemberian modal atau alat, tetapi dilanjutkan dengan konsultasi bisnis secara berkala.

Pendampingan langsung ke lokasi usaha menjadi kunci untuk memahami kendala riil yang dihadapi para pengusaha di lapangan.

Menurut Azizah Mutia, Kepala Bidang Koperasi dan UKM Disperindagkop dan UKM Solok Selatan, sektor UMKM di daerah ini terbagi dalam tujuh kategori utama.

Sektor tersebut meliputi akomodasi makanan dan minuman, perdagangan, industri pengolahan, jasa, kerajinan, serta sektor pertanian dan peternakan yang menjadi kekuatan tradisional wilayah ini.

Baca juga: Wabup Leli Arni Kunjungi Solok Selatan, Soroti Potensi Kopi untuk Dikembangkan di Dharmasraya

Keberhasilan program ini mulai terlihat dengan masuknya produk lokal ke pasar mancanegara. Salah satu komoditas unggulan, yakni kopi Solok Selatan, kini telah merambah pasar Jepang, Australia, Amerika Serikat, hingga Korea Selatan.

Kualitas biji kopi lokal yang khas terbukti mampu memenuhi standar kurasi internasional yang ketat.

Tak hanya kopi, produk olahan makanan seperti Rendang Uni Lili juga telah menembus pasar Eropa. Pencapaian ini membuktikan bahwa dengan pengemasan dan standardisasi yang tepat, kuliner tradisional mampu diterima oleh lidah global.

Selain itu, produk sulaman khas daerah juga telah menjangkau konsumen di negara tetangga hingga Timur Tengah.

Keberlanjutan program ini pun telah terjamin secara konstitusional daerah.

Pemberdayaan UMKM telah dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Hal ini menandakan bahwa penguatan ekonomi kerakyatan akan tetap menjadi prioritas utama dalam visi dan misi pemerintah daerah di masa depan.

Baca juga: Ribuan Warga Hadiri Sarantau Sasurambi Balimau Season V, 3.000 Porsi Makanan UMKM Dibagikan Gratis

Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah kabupaten telah mengalokasikan dana sebesar Rp 817,8 juta. Dana tersebut ditargetkan untuk menyasar 420 pelaku UMKM dalam rangka peningkatan kapasitas usaha.

Anggaran ini difokuskan pada pengayaan keahlian teknis dan manajemen manajerial bagi para pengusaha muda.

Sebagai langkah konkret saat ini, sebanyak 400 sertifikat halal baru tengah dalam proses pengurusan melalui kerja sama dengan Pusat Kajian Halal LDPM Bukittinggi.

Upaya jemput bola ini dilakukan untuk memastikan produk-produk Solok Selatan memiliki jaminan kualitas dan kepatuhan standar yang mutlak diperlukan dalam perdagangan modern.(*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved