Kota Pariaman
Personel Polres Pariaman Dilaporkan Melakukan Intimidasi, Diduga Terbawa Emosi
Sebagai ayah AM mengaku terbawa emosi atas hal yang telah dialami oleh anaknya, karena berdampak secara psikologis dan mental.
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rezi Azwar
TRIBUNPADANG.COM, PARIAMAN - Provos Polres Pariaman proses laporan tindak intimidasi oleh seorang personel berinisial AM terhadap diduga pelaku yang telah mencabuli anaknya, Selasa (12/8/2025).
Diduga pelaku ini berjumlah dua orang dengan jenis kelamin laki-laki, berdasarkan keterangan anak AM, keduanya telah melakukan tindakan pencabulan.
Tindakan pencabulan terjadi pada Juli 2025, saat AM pergi menjalankan ibadah umroh.
Tindakan cabul itu dilakukan pada anak laki-lakinya di pos pemuda tempatnya tinggal.
Baca juga: Alwi Farhan Bikin Penasaran Tetangga Malaysia, Besok Undian Kejuaraan Dunia 2025 di Kuala Lumpur
Saat ini, AM dilaporkan atas intimidasi oleh keluarga pelaku setelah melakukan makian dengan nada tinggi serta pembentakan pada tanggal 31 Juli 2025.
Wakapolres Pariaman Kompol Jon Hendri, mengatakan laporan itu masih dalam tahap proses tindak lanjut internal melalui prosedur yang ada di kepolisian.
Ia menerangkan, laporan ini masuk pada awal Agustus 2025, setelah AM menjemput diduga pelaku saat sedang bermain futsal untuk dibawa ke rumahnya.
Saat menjemput diduga pelaku yang berstatus korban dalam laporan provos tersebut, sejumlah temannya melihat AM mengeluarkan nada tinggi penuh intimidasi.
Baca juga: Andre Rosiade Dorong Percepatan Program Makan Bergizi Gratis di Sumbar, Siap Bantu Perbaikan Sekolah
“Keterangan dari AM, korban ia bawa ke rumah dan menyuruhnya untuk mengaku atas perbuatannya,” ujar Kompol Jon Hendri.
Hanya saja dalam kondisi itu, AM terbalut oleh emosional yang memuncak sehingga melakukan tindak intimidasi berlebihan dengan membuka pakaiannya.
“Atas perbuatannya tentu AM akan mendapat sanksi yang setimpal dari internal kami. Sedangkan dengan pihak keluarga, AM sedang menjalankan proses mediasi untuk menempuh jalur damai,” ujar Waka.
Waka menyebut AM sudah mengutarakan permintaan maaf atas tindakannya pada keluarga korban.
Sebagai ayah AM mengaku terbawa emosi atas hal yang telah dialami oleh anaknya, karena berdampak secara psikologis dan mental. (TribunPadang.com/Panji Rahmat)
| Serap Aspirasi dari Dunia Pendidikan, Wako Yota Balad Kunjungi Ponpes Ibnu Abbas di Pariaman Utara |
|
|---|
| Menilik Buayan Kaliang yang Tetap Eksis di Pariaman, Tradisi Lebaran Sejak 70 Tahun |
|
|---|
| Pria Ditemukan Meninggal di Mobil Pikap Parkir di Pariaman, Tubuh Basah Bensin |
|
|---|
| Wako Pariaman Beri Santunan dan Jamin Beasiswa Anak Warga yang Diduga Minum Racun |
|
|---|
| Kematian Wanita di Pariaman Diduga Minum Racun, Wako Yota Balad Tegaskan Bukan karena Faktor Ekonomi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Wakapolres-Pariaman-Kompol-Jon-Hendri-1282025.jpg)