Kota Pariaman

Dua Kali ke Final Nasional, Kini Persikopa Pariaman Gagal Tampil Akibat Tak Ada Dana dan Pengurus

Persikopa Pariaman, tim yang dua kali menembus final nasional Piala Soeratin U17, kini terpaksa absen di turnamen tahun ini.

Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Panji Rahmat
PERSIKOPA PARIAMAN - Wakil Ketua Harian Persikopa Pariaman Erasmus, Sabtu (26/7/2025). Nasib Naas sedang menghampiri insan sepak bola Kota Pariaman, Tim kebanggaan masyarakat, Persikopa Pariaman tidak terurus oleh pengurus. 

TRIBUNPADANG.COM, PARIAMAN – Persikopa Pariaman, tim yang dua kali menembus final nasional Piala Soeratin U17, kini terpaksa absen di turnamen tahun ini.

Tim kebanggaan Kota Pariaman itu terhenti bukan karena kalah di lapangan, melainkan karena tak ada anggaran dan tak ada pengurus yang mengurus.

Turnamen Piala Soeratin tingkat Sumbar akan digelar di Lapangan Persikatim, Kota Pariaman.

Namun Persikopa, yang seharusnya jadi tuan rumah sekaligus unggulan, hanya akan jadi penonton di kampung sendiri.

Runner up Piala Soeratin U17 nasional dua kali berturut ini, mengalami kendala finansial untuk berlaga di turnamen berskala nasional tersebut.

Baca juga: PT Semen Padang Dorong Koperasi Kelurahan Kembangkan Maggot dan Kaliandra

Masalah finansial tim ini dibenarkan oleh Wakil Ketua Harian Persikopa Pariaman Erasmus, yang sangat kecewa dengan situasi ini.

Ia menyebut baik di tingkat usia 13 tahun, 15 tahun dan 17 tahun, Persikopa Pariaman tidak mengirimkan satupun wakilnya.

“Situasi Persikopa Pariaman hari ini sangat miris, anggaran tidak ada yang menguruspun tidak ada,” ujarnya, Sabtu (26/7/2025).

Ia menyebut, masalah anggaran ini terjadi karena ada peralihan pos anggaran yang berada di Disdikpora Kota Pariaman, lebih kurang Rp500 juta.

Jumlah itu ia sampaikan sesuai dengan besaran anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah intuk Persikopa Pariaman beberapa tahun belakang.

Baca juga: Respek pada Hokky Caraka Meski Sempat Disoraki, Erick Thohir Sebut Miliki Mental yang Kuat

Pergesaran anggaran ini, membuat bonus para pemain yang sudah bersibah keringat untuk mengharumkan nama Kota Pariaman menguap begitu saja.

Kendati nasi sudah menjadi bubur, Erasmus, selaku pengurus sempat menempuh jalur audiensi Ketua Umum Persikopa Pariaman Yota Balad.

Wali Kota Pariaman Yota Balad, terpilih sebagai Ketua Umum, sesuai dengan aturan kepengurusan sejak dibenahi oleh wako sebelumnya Genius Umar.

“Merujuk aturan yang ada Wali Kota Pariaman otomatis menjadi ketua umum. Jadi selaku pengurus dan insan sepak bola saya sempat mengambil langkah audiensi untuk mengatur ulang langkah dari Persikopa Pariaman,” ujarnya.

Erasmus yang juga merupakan Komdis Asprov Sumbar ini, sejak bulan April 2025 sudah berusaha lebih 10 kali menyempatkan diri untuk mencari waktu bertemu.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved