Kunci Jawaban
Kunci Jawaban BMR Kelas 8 Bab 1 Kurikulum 2013 Pilihan Ganda dan Esai
Berikut kunci jawaban BMR Kelas 8 evaluasi Bab 1 pilihan ganda lengkap sesuai Kurikulum 2013 terbaru.
TRIBUNPADANG.COM - Artikel berikut mengulas tentang kunci jawaban Budaya Melayu Riau (BMR) untuk Kelas 8 SMP/MTs Bab 1: Saujana Perkampungan Melayu Riau.
Materi tercantum di buku Muatan Lokal (Mulok) Budaya Melayu Riau (BMR) kelas VIII SMP/MTs Kurikulum 2013 terbitan Narawita Swarna Persada, yang ditulis oleh Derichard H. Putra, dkk.
Siswa akan diminta menjawab pertanyaan di bagian pilihan ganda.
Kunci Jawaban Budaya Melayu Riau Kelas 8 Bab 1 Pilihan Ganda
B. EVALUASI PENGETAHUAN
Pilihlah satu jawaban yang benar!
1. Perkampungan di alam Melayu merupakan lingkungan sosiokultural terbentuk berdasarkan…
a. geografis dan kultural yang berkembang secara evolutif
b. geografis dan individu
c. dusun dan teratak
d. ekologi sungai dan daratan
Jawaban: a. geografis dan kultural yang berkembang secara evolutif
Penjelasan: Perkampungan Melayu terbentuk dari pengaruh kondisi geografis (misalnya, lokasi geografis dan kondisi alam) serta faktor kultural yang berkembang secara evolutif seiring waktu.
2. Kampung dikenali dengan ciri khas kehidupan sosial terjalin dalam ikatan kekeluargaan yang kuat. Sifat kekeluargaan akan tampak pada, kecuali…
a. warga saling mengenal satu dengan yang lainnya
b. menyelesaikan suatu permasalahan secara bersama-sama
c. kepedulian antar sesama warga yang tinggi
d. penduduk kampung memiliki sifat individual yang tinggi
Jawaban: d. penduduk kampung memiliki sifat individual yang tinggi
Penjelasan: Kampung biasanya dikenal dengan kekuatan ikatan kekeluargaan dan solidaritas sosial yang tinggi, sehingga sifat individual yang tinggi bukanlah ciri khas dari kehidupan kampung.
3. Kampung dipimpin oleh seorang kepala kampung yang lazim disebut…
a. penghulu, orang gedang, datuk, atau batin
b. ninik mamak, kemenakan, orang-orang tua
c. datuk-datuk adat
d. mentri, dubalang, dan batin
Jawaban: a. penghulu, orang gedang, datuk, atau batin
Penjelasan: Kepala kampung dalam kehidupan Melayu biasanya disebut dengan salah satu dari penghulu, orang gedang, datuk, atau batin, tergantung pada tradisi lokal dan wilayahnya.
4. Dalam menjalankan kepemimpinan, kepala kampung dibantu oleh pembesar-pembesar kampung yang terdiri dari pucuk-pucuk suku dan orang-orang besar suku. Maksud dari pucuk-pucuk suku adalah…
a. pemimpin atau kepala suku
b. orang-orang besar suku
c. ninik mamak dan kemenakan
d. orang patut kampung
Jawaban: a. pemimpin atau kepala suku
Penjelasan: Pucuk-pucuk suku merujuk kepada para pemimpin atau kepala suku yang membantu kepala kampung dalam menjalankan tugas kepemimpinan di kampung.
5. Lingkup alam kampung ditandai dengan ketersediaan wilayah yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Bagian-bagian dari lingkup kampung adalah, kecuali…
a. tanah pekarangan
b. rimba
c. tanah peladangan
d. bandar
Jawaban: d. bandar
Penjelasan: Bandar bukan bagian dari lingkup alam kampung, melainkan wilayah yang berada di luar kampung yang merupakan pusat perkotaan.
6. Perkembangan evolutif geografis dan kultur suatu kampung umumnya dimulai dengan dari…
a. teratak
b. negeri
c. dusun
d. bandar
Jawaban: a. teratak
Penjelasan: Perkembangan geografis dan kultural suatu kampung biasanya dimulai dari teratak, yang merupakan rumah panggung sederhana yang menjadi cikal bakal perkampungan.
7. Hutan-tanah menjadi lambang tuah dan marwah, harkat dan martabat suatu kaum, suku dan puak. Orang tidak memiliki hutan-tanah disebut…
a. terbuang dan dipandang rendah
b. fakis dan miskin
c. tidak beradat
d. anak dagang yang merantau
Jawaban: a. terbuang dan dipandang rendah
Penjelasan: Orang yang tidak memiliki hutan-tanah dianggap terbuang dan dipandang rendah dalam masyarakat Melayu karena hutan-tanah adalah simbol kehormatan dan identitas.
8. Barangsiapa tidak berhutan-tanah,
hilang tuah habislah marwah
Apabila hutan-tanah sudah hilang,
hidup hina marwah terbuang
Makna yang bisa disimpulkan dari ungkapan adat di atas adalah…
a. hutan-tanah harus dipelihara, dijaga, dan dibela oleh Orang Melayu
b. hutan-tanah boleh diperjualbelikan oleh Orang Melayu
c. hutan-tanah adalah identitas Orang Melayu
d. hutan-tanah adalah tuah dan marwah bagi orang Melayu
Jawaban: d. hutan-tanah adalah tuah dan marwah bagi orang Melayu
Penjelasan: Ungkapan ini menggambarkan pentingnya hutan-tanah sebagai sumber kehidupan, identitas, dan kehormatan bagi masyarakat Melayu, yang harus dipelihara dan dijaga.
9. Penyebutan kampung halaman bagi Orang Melayu bermakna…
a. kampung tempat lahir
b. ladang dan kebun
c. tepian mandi
d. hutan-tanah yang menjadi tuah dan marwah
Jawaban: a. kampung tempat lahir
Penjelasan: Kampung halaman adalah tempat di mana seseorang dilahirkan dan dibesarkan, yang memiliki makna khusus dalam kehidupan sosial dan budaya orang Melayu.
10. Berikut adalah wilayah-wilayah yang terdapat di tanah perkampungan, kecuali…
a. tanah pekarangan, yaitu tempat untuk membangun rumah
b. tanah koto, tempat pembangunan masjid, balai adat, rumah adat, dan lamat silat
c. tanah pekuburan, tempat pemakaman yang digunakan oleh anggota masyarakat
d. kawasan perairan dan hutan kepungan sialang
Jawaban: d. kawasan perairan dan hutan kepungan sialang
Penjelasan: Kawasan perairan dan hutan kepungan sialang bukanlah bagian dari tanah perkampungan, melainkan bagian dari lingkungan alam sekitar yang dimanfaatkan oleh masyarakat.
11. Rimba larangan (hutan lindung) adalah hutan yang dilindungi oleh ketentuan-ketentuan dan hukum-hukum adat. Rimba larangan berfungsi sebagai…
a. simpanan air
b. tempat tumbuh dan berkembang berbagai jenis flora
c. tempat berkembang biak berbagai jenis fauna
d. membangun perkampungan dan rumah
Jawaban: b. tempat tumbuh dan berkembang berbagai jenis flora
Penjelasan: Rimba larangan berperan penting sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya berbagai jenis flora yang dilindungi oleh adat.
12. Rimba kepungan sialang adalah…
a. rimba tempat tumbuh pohon sialang sebagai tempat lebah bersarang
b. rimba yang dikepung oleh perumahan
c. rimba yang digunakan sebagai tempat bermain
d. rimba yang diperbolehkan untuk berladang dan berkebun
Jawaban: a. rimba tempat tumbuh pohon sialang sebagai tempat lebah bersarang
Penjelasan: Rimba kepungan sialang adalah hutan di mana banyak pohon sialang tumbuh, yang digunakan sebagai tempat lebah bersarang dan menghasilkan madu.
13. Bandar adalah kota yang berfungsi sebagai…
a. perdagangan barang dan jasa
b. pusat ekonomi
c. pusat sosial dan budaya
d. tempat berkebun dan berladang
Jawaban: a. perdagangan barang dan jasa
Penjelasan: Bandar merupakan pusat perdagangan barang dan jasa, serta memiliki peran penting sebagai pusat ekonomi dan kegiatan sosial-budaya.
14. Berikut adalah ruang-ruang pada saujana perkampungan Melayu, kecuali…
a. hulu
b. hilir
c. baruh/pesisir
d. utara
Jawaban: d. utara
Penjelasan: Hulu, hilir, dan baruh/pesisir adalah ruang-ruang pada saujana perkampungan Melayu yang mengacu pada arah atau lokasi tertentu dalam konteks geografis kampung.
15. Secara umum, tanah peladangan terdapat pada…
a. darat
b. baruh/pesisir
c. hulu
d. hilir
Jawaban: a. darat
Penjelasan: Tanah peladangan umumnya terletak di daratan (darat), yang digunakan untuk kegiatan berladang dan bertani oleh masyarakat kampung.
Dengan demikian, jawaban-jawaban tersebut telah dijelaskan sesuai dengan konteks dan pengetahuan mengenai perkampungan Melayu dan lingkungannya.
II Esai
Jawablah pertanyaan berikut dengan benar dan ringkas!
1. Jelaskan fungsi hutan-tanah bagi Orang Melayu!
2. Jelaskan bagaimana sistem pemanfaatan hutan-tanah dalam budaya Melayu!
3. Jelaskan bagaimana proses evolutif perkampungan Melayu!
4. Jelaskan unsur-unsur bandar yang terdapat di alam Melayu!
5. Sebutkanlah beberapa bandar di Riau yang Kamu ketahui, dan jelaskan ciri khas bandar tersebut!
JAWABAN:
1. Fungsi Hutan-Tanah bagi Orang Melayu
Hutan-tanah memiliki fungsi yang sangat penting bagi Orang Melayu, yaitu:
- Sumber kehidupan: Hutan-tanah menyediakan berbagai kebutuhan hidup bagi Orang Melayu, seperti kayu bakar, bahan bangunan, hasil hutan (rotan, damar, dll.), dan sumber air.
- Sumber ekonomi: Hutan-tanah menjadi sumber pendapatan bagi Orang Melayu melalui kegiatan seperti berburu, memancing, mencari hasil hutan, dan berladang.
- Simbol budaya dan identitas: Hutan-tanah dianggap sebagai lambang tuah dan marwah, harkat dan martabat bagi Orang Melayu. Kepemilikan hutan-tanah menjadi simbol status sosial dan identitas budaya.
- Tempat suci dan keramat: Hutan-tanah sering dianggap sebagai tempat suci dan keramat bagi Orang Melayu. Di hutan-tanah terdapat banyak situs budaya dan religi yang dihormati oleh masyarakat.
- Penjaga keseimbangan alam: Hutan-tanah berperan penting dalam menjaga keseimbangan alam dan kelestarian lingkungan. Hutan-tanah membantu mencegah erosi tanah, mengatur aliran air, dan menjaga keanekaragaman hayati.
2. Sistem Pemanfaatan Hutan-Tanah dalam Budaya Melayu
Orang Melayu memiliki sistem pemanfaatan hutan-tanah yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, yaitu:
- Hutan-tanah ulayat: Hutan-tanah yang dimiliki dan dikuasai oleh suatu kaum atau kelompok masyarakat secara turun temurun. Hutan-tanah ulayat dikelola berdasarkan hukum adat dan tradisi.
- Rimba larangan: Hutan yang dilindungi oleh ketentuan-ketentuan dan hukum-hukum adat. Rimba larangan tidak boleh ditebang atau dirusak.
- Hutan-tanah peladangan: Hutan yang dibuka untuk dijadikan ladang. Setelah beberapa tahun, ladang tersebut ditinggalkan dan hutan kembali tumbuh.
- Hutan-tanah perkebunan: Hutan yang ditanami dengan tanaman tertentu, seperti karet, kelapa sawit, dan kopi.
3. Proses Evolutif Perkampungan Melayu
Perkembangan evolutif perkampungan Melayu umumnya dimulai dengan dari:
- Teratak: Rumah panggung sederhana yang merupakan cikal bakal perkampungan Melayu.
- Kampung: Perkampungan kecil yang terdiri dari beberapa teratak.
- Negeri: Perkampungan besar yang dipimpin oleh seorang penghulu, datuk, atau batin.
- Bandar: Kota yang berfungsi sebagai pusat perdagangan, ekonomi, sosial, dan budaya.
Perkembangan perkampungan Melayu dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti:
- Pertumbuhan penduduk: Semakin banyak penduduk, semakin besar pula kebutuhan akan ruang dan sumber daya.
- Perkembangan ekonomi: Perkembangan ekonomi mendorong pembangunan infrastruktur dan fasilitas di perkampungan.
- Perubahan sosial: Perubahan sosial, seperti masuknya agama Islam, membawa perubahan pada budaya dan tradisi di perkampungan.
4. Unsur-Unsur Bandar yang Terdapat di Alam Melayu
Unsur-unsur bandar yang terdapat di alam Melayu adalah:
- Pasar: Tempat jual beli barang dan jasa.
- Masjid: Tempat ibadah umat Islam.
- Balai adat: Tempat pertemuan dan musyawarah adat.
- Rumah adat: Rumah tradisional yang menunjukkan identitas budaya.
- Istana: Tempat tinggal raja atau pemimpin bandar.
- Benteng: Tempat pertahanan bandar dari serangan musuh.
- Pelabuhan: Tempat berlabuh kapal dan pusat perdagangan maritim.
5. Bandar di Riau dan Ciri Khasnya
Berikut adalah beberapa bandar di Riau dan ciri khasnya:
- Pekanbaru: Ibukota Provinsi Riau, dikenal dengan julukan "Kota Bertuah". Ciri khas Pekanbaru adalah Masjid Raya Pekanbaru, Istana Siak Sri Indrapura, dan Tugu Zapin.
- Siasat: Kota yang terkenal dengan sejarahnya sebagai pusat kerajaan Melayu Riau Lingga. Ciri khas Siak adalah Istana Siak Sri Indrapura, Makam Sultan Syarif Kasim II, dan Masjid Sultan Syarif Kasim II.
- Tembilahan: Kota yang terkenal dengan hasil perkebunan kelapa sawitnya. Ciri khas Tembilahan adalah Masjid Agung Indragiri Hilir, Tugu Tunjuk Arah, dan Taman Hutan Kota Tembilahan.
- Bengkalis: Kota yang terkenal dengan wisata pantainya. Ciri khas Bengkalis adalah Pantai Tanjung Batu, Jembatan Bengkalis, dan Masjid Raya Bengkalis.
- Dumai: Kota yang terkenal dengan industri minyak dan gasnya.
*) Disclaimer:
Artikel ini hanya ditujukan kepada orang tua untuk memandu proses belajar anak.
Sebelum melihat kunci jawaban, siswa bisa menjawab sendiri, setelah itu Anda bisa menggunakan artikel ini untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa.
(TribunPekanbaru.com)
| Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 5 Halaman 106 Kurikulum Merdeka: Kalimat Opini atau Fakta |
|
|---|
| Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 5 Halaman 104 Kurikulum Merdeka: Menemukan Akronim |
|
|---|
| Kunci Jawaban PAI Kelas 9 Halaman 63 Kurikulum Merdeka: Etika Pergaulan dalam Islam |
|
|---|
| Kunci Jawaban PAI Kelas 9 Halaman 61 Kurikulum Merdeka: Pesan-pesan dalam Pantun Islami |
|
|---|
| Kunci Jawaban PAI Kelas 9 Halaman 57 Kurikulum Merdeka: Soal Esai tentang Hari Akhir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/kunci-jawaban-BMR-Kelas-8-evaluasi-Bab-1-Kurikulum-2013.jpg)