Penemuan Mayat di Padang

Belum Ada Identitas, Polisi Lakukan Autopsi Jasad Mr.X yang Ditemukan di Sungai Padang Sumbar

Polisi lakukan tindakan autopsi terhada jasad Mr. X yang sebelumnya ditemukan tersangkut bebatuan di kawasan aliran Sungai Batang Lori, Kelurahan Lubu

Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rahmadi
Dokumentasi/Kantor SAR Padang
EVAKUASI MAYAT- Petugas saat mengevakuasi mayat seorang pria tanpa identitas di aliran sungai Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (30/6/2025). Mayat pria tanpa identitas tersebut ditemukan di antara bebatuan yang ada di aliran sungai. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Polisi lakukan tindakan autopsi terhada jasad Mr. X yang sebelumnya ditemukan tersangkut bebatuan di kawasan aliran Sungai Batang Lori, Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (8/7/2025).

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara, Kompol dr. Harry Andromeda mengatakan bahwa pihaknya melakukan otopsi dan visum pagi hari tadi.

"Tindakan visum baru kami lakukan pagi tadi terhadap jasad yang sebelumnya ditemukan tersebut," kata Harry.

Terkait hasil dari visum dan otopsi, Harry menyebutkan akan menyerahkannya terlebih dahulu kepada pihak penyidik.

"Nanti setelah selesai, akan kami serahkan ke penyidik, nanti tindakan selanjutnya atau yang menyampaikan hasil nantinya penyidik," pungkasnya.

Baca juga: Dituntut Maksimal, In Dragon Dinilai Keji Atas Kasus Pembunuhan dan Pemerkosaan di Sumbar

Sebelumnya diberitakan jasad seorang pria tanpa identitas (Mr. X) yang ditemukan di aliran Sungai Batang Lori, Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, hingga kini masih belum teridentifikasi.

Meski hampir sepekan berlalu sejak penemuan pada Senin (30/6/2025), belum ada pihak keluarga yang mengonfirmasi kehilangan anggota keluarga yang sesuai dengan ciri-ciri korban.

Kapolsek Koto Tangah melalui Kanit Reskrim Polsek Koto Tangah, Iptu Jamaldi, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan masyarakat terkait kehilangan anggota keluarga yang mengarah kepada korban tersebut.

“Sampai saat ini masih belum ada pihak keluarga yang datang ke RS Bhayangkara dan mengaku sebagai keluarga korban. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemuka masyarakat sekitar, dan informasi sudah dibagikan melalui media sosial. Namun, hasilnya masih nihil,” ujarnya, Senin (7/7/2025).

Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan koordinasi dengan RS Bhayangkara dan Dinas Sosial (Dinsos) untuk tindak lanjut penanganan jasad korban, apabila tidak ada keluarga yang datang hingga batas waktu yang ditentukan.

Baca juga: In Dragon Berbelit dan Tak Minta Maaf, Jaksa Tuntut Hukuman Mati di Sidang PN Pariaman Sumbar

“Jika dalam waktu seminggu masih belum ada keluarga, kami akan berkoordinasi dengan RS Bhayangkara untuk dilakukan visum dalam. Selanjutnya, jenazah akan kami serahkan kepada Dinas Sosial agar dapat dimakamkan secara layak,” lanjutnya.

Jamaldi juga menegaskan bahwa proses identifikasi masih terus berlangsung, namun waktu penantian tidak bisa terlalu lama mengingat kondisi jasad yang akan terus memburuk.

“Sesuai prosedur, kami menunggu konfirmasi keluarga hingga sekitar satu minggu. Karena jika dibiarkan terlalu lama, kondisi jasad tentu akan berubah,” pungkasnya.

Hingga kini identitas korban masih misterius. Pihak kepolisian terus mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera menghubungi Polsek Koto Tangah atau mendatangi RS Bhayangkara Padang.(*)

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved