Kebakaran Lahan

Antisipasi Karhutla di Sumbar, Dinas Kehutanan Prediksi Kemarau Berlangsung hingga Agustus 2025

Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memprediksi musim kemarau akan berlangsung hingga Agustus 2025.

Tayang:
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rezi Azwar
BPBD Padang
KEBAKARAN HUTAN DAN LANDANG- Sejumlah petugas Dinas Damkar Padang saat berusaha memadamkan kebakaran di Balai Gadang, Jumat (27/6/2025). Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memprediksi musim kemarau akan berlangsung hingga Agustus 2025. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memprediksi musim kemarau akan berlangsung hingga Agustus 2025.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar, Ferdinal Asmin.

Ferdinal memperkirakan musim kemarau masih akan berlangsung hingga Agustus mendatang.

Oleh karena itu, pihaknya terus mengantisipasi agar kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak meluas.

Baca juga: Polsek Lubuk Alung Wakil Satu-satunya Polda Sumbar di Kompolnas Award 2025

"Berdasarkan prediksi BMKG, kemarau masih akan terjadi hingga Agustus," ujarnya saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Senin (7/7/2025).

"Selama periode itu, kami akan terus berupaya menekan angka Karhutla agar tidak semakin meluas," lanjutnya.

Pihaknya mencatat sebanyak 43 kasus Karhutla terjadi sepanjang tahun 2025.

"Selama tahun 2025 ini, kami mencatat sebanyak 43 kejadian karhutla di Sumbar. Kejadian ini tersebar di beberapa kabupaten dan kota," ujarnya.

Baca juga: Total Penerima Makan Bergizi Gratis Hampir Tembus 7 Juta Orang

Ferdinal menyebutkan, kasus Karhutla tersebut terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Solok, Sijunjung, Lima Puluh Kota, Pasaman, Pesisir Selatan, Dharmasraya, dan Kota Padang.

"Dari sejumlah daerah itu, yang paling parah terjadi di Kabupaten Solok dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Laporan kejadian paling banyak juga datang dari Kabupaten Solok, khususnya di sekitar Danau Singkarak," jelasnya.

Total luas lahan yang terbakar hingga saat ini mencapai sekitar 75 hektare, yang sebagian besar berada di Areal Penggunaan Lain (APL) serta sebagian di kawasan hutan lindung.

"Berdasarkan data yang kami terima, lahan terbakar mencapai 75 hektare dari 43 kasus kebakaran. Sekitar 88 persen di antaranya berada di lahan APL, dan sisanya di kawasan hutan lindung," paparnya.

Baca juga: 75 Hektare Lahan di Sumbar Hangus Sepanjang 2025, Kebakaran Dipicu Pembukaan Lahan

Lebih lanjut, Ferdinal menyebut penyebab utama Karhutla diduga karena kelalaian masyarakat saat membuka lahan secara masif, hingga api merembet ke area lain.

"Menurut analisis sementara, Karhutla ini dipicu oleh kelalaian masyarakat dalam membuka lahan. Api kemudian merembet ke lokasi sekitar," ucapnya.

Menanggapi kejadian ini, Pemprov Sumbar telah mengambil sejumlah langkah pencegahan untuk meminimalisir dampak kebakaran.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved