Tabuik Piaman 2025

Festival Tabuik 2025 Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata Kota Pariaman

Keramaian yang diciptakan pada setiap prosesi secara tidak langsung menumbuhkan daya beli masyarakat.

Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Panji Rahmat
TABUIK PIAMAN 2025 - Prosesi Tabuik Naik Pangkek di Simpang Pasa Rakyat, Kota Pariaman, Sumatera Barat, Minggu (6/7/2025). Keramaian yang diciptakan pada setiap prosesi secara tidak langsung menumbuhkan daya beli masyarakat. 

TRIBUNPADANG.COM, PARIAMAN - Festival Tabuik Piaman 2025, bukan hanya sekedar pergelaran budaya bagi masyarakat setempat, lebih dari itu, sebagai tonggak ekonomi dan pariwisata.

Pergelaran yang dibuat setiap 1 Muharam ini berjalan minimal 10 hari, setiap tahunnya bahkan lebih, sesuai dengan waktu pelaksanaan.

Selama pergelaran, ada sejumlah prosesi yang mengundang kerumunan masyarakat bahkan menarik wisatawan lokal maupun nasional.

Keramaian yang diciptakan pada setiap prosesi secara tidak langsung menumbuhkan daya beli masyarakat.

Seperti halnya satu hari menjelang prosesi puncak, sejumlah pedagang memilih untuk menetap bahkan bermalam di rumah tabuik.

Baca juga: Mengintip Kekuatan Magis Ritual Tabuik, Prosesi Sakral yang Mengikat Pariaman

Pilihan ini mengingat pengunjung seringkali membludak saat hari terakhir jelang prosesi puncak, sewaktu fisik tabuik dikebut anak tabuik.

Gairah sektor ekonomi pada Festival Tabuik, makin menjadi ketika hari puncak, mulai dari penginapan, kuliner hingga retribusi parkir dadakan.

Pada bagian penginapan, para perantau dan wisatawan luar Pariaman hampir rutin membanjiri penginapan dan home stay yang ada di Kota Pariaman.

Di sektor kuliner, para pedagang bisa membuka lapak di sekitar simpang tabuik hingga pasar Pariaman, ragam kuliner mulai jajanan hingga kedai nasi.

Di sektor parkir dampaknya terasa karena masyarakat bisa membuka lahan parkir sendiri di halaman rumahnya, dengan catatan tidak melakukan penaikan tarif harga.

Baca juga: Rumah Tabuik Subarang Selesaikan Prosesi Tabuik Naiak Pangkek, Hujan Lebat Guyur Pariaman

Wawako Pariaman, Mulyadi, mengatakan, efek ekonomi ini sangat jelas terasa setiap kali Festival Tabuik berlangsung.

“Efek ekonomi ini tidak terelakkan, kunjungan wisatawan memberikan dampak besar pada pergerakan roda ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Selain sektor ekonomi, Mulyadi yakin bahwa tabuik bisa memberikan dampak pada sektor pariwisata.

“Melalui kunjungan pada festival tahunan ini, pengunjung secara tidak langsung bisa melihat keindahan wisata alam Kota Pariaman,” ujarnya.

Menurut Mulyadi, kehadiran tabuik ini merupakan tonggak penting bagi sektor ekonomi dan wisata Kota Pariaman. 

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved