Kuota Kerja Luar Negeri
414 Ribu PMI Berangkat ke Luar Negeri Sepanjang 2024-2025, Jepang hingga Korea Jadi Tujuan Utama
Sepanjang tahun 2024 hingga pertengahan 2025, sebanyak 414.015 Pekerja Migran Indonesia (PMI) telah berangkat ke luar negeri.
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Sepanjang tahun 2024 hingga pertengahan 2025, sebanyak 414.015 Pekerja Migran Indonesia (PMI) telah berangkat ke luar negeri.
Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan minat tenaga kerja Indonesia untuk mengisi kuota kerja luar negeri yang tersedia.
Hal ini disampaikan Dwi Setiawan Susanto selaku Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia KP2MI saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Auditorium Universitas Negeri Padang, Sabtu (28/6/2025).
Dwi Setiawan Susanto menyebutkan bahwa KP2MI sudah menyusun langkah-langkah strategis nasional dalam promosi, pemetaan, dan pemanfaatan peluang kerja luar negeri yang kini semakin terbuka luas bagi talenta Indonesia.
"Salah satu pendekatan utama yang dilakukan adalah melalui pemetaan permintaan peluang kerja luar neger, dengan melibatkan kolaborasi aktif bersama kedutaan besar negara tujuan, asosiasi profesi, serta perwakilan Indonesia di luar negeri," katanya, Sabtu (28/6/2025).
Baca juga: BPBD Catat 100 Lebih Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang di Muaro Bodi dan Palangki Sijunjung
Kerja sama bilateral dan multilateral dijalankan untuk membuka akses pasar kerja di negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, Kanada, dan Australia, terutama di sektor-sektor strategis seperti kesehatan, pertanian, konstruksi, dan hospitality.
“Langkah ini merupakan bentuk nyata komitmen negara untuk memastikan pekerja migran Indonesia mampu bersaing secara kompetitif di pasar internasional,” katanya.
Selain itu, pemanfaatan teknologi digital menjadi fondasi utama strategi KP2MI. Dengan memaksimalkan database terintegrasi seperti SISKOP2MI, SIAPKERJA, dan platform digital lainnya, pemerintah melakukan job matching secara efisien dan berbasis data. Sistem informasi ini digunakan untuk mengelola data peluang kerja global dan profil calon pekerja.
Dalam pemetaan supply dan potensi PMI, KP2MI menggandeng berbagai pihak, mulai dari BP3MI, Dinas Tenaga Kerja, hingga lembaga pelatihan seperti LPK dan SMK.
Data ini kemudian dianalisis menggunakan tools digital, termasuk GIS dan analitik berbasis Artificial Intelligence, untuk menciptakan peta jabatan dan prediksi kebutuhan tenaga kerja.
Baca juga: Angin Kencang Terjang Sijunjung, Puluhan Rumah Rusak di Muaro Bodi dan Palangki
KP2MI juga memaparkan skema penempatan PMI yang telah diatur sesuai regulasi nasional dan internasional, antara lain skema G-to-G (Government to Government), G-to-P (Government to Private), Private to Private, UKPS, dan Mandiri.
Dwi mengungkapkan, sepanjang tahun 2024 hingga pertengahan 2025, sebanyak 414.015 PMI telah diberangkatkan ke luar negeri. Negara tujuan terbesar di antaranya Jepang, Korea Selatan, Jerman, Arab Saudi, dan Taiwan.
Jabatan terbanyak masih didominasi oleh perawat, pengasuh, buruh pertanian, pekerja sektor konstruksi, dan asisten rumah tangga.
Selain itu, untuk tahun 2025 menjadi tahun strategis bagi penempatan PMI. Berdasarkan data KP2MI, tersedia 1.575.221 kuota kerja yang siap diakses oleh tenaga kerja Indonesia. Peluang terbesar datang dari sektor kesehatan, pertanian, dan manufaktur di Jepang, Jerman, dan Korea Selatan.
"Di sektor kesehatan, Jepang membuka 300 kuota untuk perawat dan careworker dengan gaji mencapai 200.000 yen. Jerman membuka 600 kuota untuk perawat dengan gaji mencapai 2.800 euro, Korea Selatan melalui skema E-8 Seasonal Worker juga menawarkan peluang bagi pemetik buah dengan durasi kerja 5–8 bulan dan rekrutmen dua kali dalam setahun," jelasnya.
Baca juga: Satresnarkoba Polres Solok Sergap 2 Lelaki Kedapatan Simpan Sabu, dan Lagi Asik Karaokean
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.