Kisah Mimi Verawati, Ibu di Padang yang Lumpuh karena Tulang Keropos dan Alat Medis Tak Kunjung Ada
Sudah satu tahun lebih Mimi Verawati (44) hanya bisa terbaring lemah di sebuah kamar sederhana di Jalan Kampung Baru Berok, RT 04 RW 04, Kelurahan
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Mona Triana
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Sudah satu tahun lebih Mimi Verawati (44) hanya bisa terbaring lemah di sebuah kamar sederhana di Jalan Kampung Baru Berok, RT 04 RW 04, Kelurahan Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang.
Ibu empat anak ini hanya bisa meringis menahan sakit setiap hari. Kadang ia menangis, kadang menjerit karena rasa nyeri yang tak kunjung reda di bagian pinggulnya.
Penyakit Mimi bermula dari pengapuran tulang yang dideritanya sejak awal 2024. Namun, keluarga meyakini akar masalahnya sudah muncul jauh sebelumnya sekitar sepuluh tahun lalu, saat Mimi terjatuh dari sepeda motor.
Sayangnya, saat itu ia tidak menjalani pengobatan medis, hanya mengonsumsi obat pereda nyeri.
Baca juga: POPULER SUMBAR: Polisi Sita 3,8 Kilo Ganja dan Sapi Kurban Presiden dari Bukittinggi Terjual
“Waktu jatuh dulu dia cuma minum obat, tidak diurut apalagi berobat ke dokter. Nah, awal tahun ini baru terasa sakit di pinggul,” tutur sang ibu, Yulia Selfia (67), sambil mengusap air mata saat ditemui TribunPadang.com, Minggu (1/6/2025) sore.
Pada Februari 2024, Mimi menjalani operasi pertamanya di sebuah rumah sakit swasta di Padang. Saat itu, pengapuran parah ditemukan di bagian pinggul kiri.
Tulang yang rusak dikeluarkan dan dokter menjadwalkan pemasangan alat penyangga tulang atau bone spacer.
“Operasinya ditanggung BPJS. Tapi setelah operasi pertama itu, sakitnya belum hilang,” kata Yulia.
Lima bulan kemudian, rasa sakit kembali menyerang, kali ini di pinggul sebelah kanan.
Baca juga: POPULER PADANG: Inspektorat Usut Dugaan Penolakan Pasien di RSUD dr Rasidin dan Kebakaran Lahan
Mimi pun kembali dioperasi pada Juli 2024 di rumah sakit negeri di Padang. Namun, bone spacer yang seharusnya dipasang tidak tersedia.
“Dokter hanya mengangkat tulangnya, tapi tidak bisa pasang bone spacer karena belum ada alatnya. Sampai sekarang belum juga datang,” keluh Yulia.
Keluarga sudah berulang kali mendatangi rumah sakit untuk menanyakan kejelasan alat tersebut, namun belum ada kepastian. Sementara kondisi Mimi kian mengkhawatirkan.
“Sekarang berat badannya turun drastis. Untuk menggeser posisi tidur saja tidak bisa. Kakinya juga mulai mengecil,” ujar sang adik, Aris.
Tak hanya itu, pinggul kiri yang dulu dioperasi juga kini mengalami infeksi. Mimi hanya bisa menangis menahan rasa nyeri yang semakin menjadi.
Baca juga: Inspektorat Padang Akan Minta Keterangan Keluarga Terkait Dugaan Penolakan Pasien di RSUD dr Rasidin
“Dia tidak bisa bangun. Setiap hari cuma terbaring di tempat tidur. Kami hanya ingin dia bisa sembuh,” kata Aris lirih.
Kesulitan keluarga tak berhenti sampai di situ. Suami Mimi, yang dulunya bekerja serabutan, kini juga mengalami sakit serupa. Ia tidak bisa berjalan akibat luka bisul di bagian pinggul yang makin parah.
“Suami kakak kami juga sakit, jadi tidak ada pemasukan sama sekali. Padahal mereka punya empat anak yang masih sekolah,” lanjut Aris.
Mimi sendiri hanya berharap bisa kembali sehat. Dalam kondisi lemah, ia masih sempat mengungkapkan harapannya kepada tim TribunPadang.com.
“Cuma ingin sembuh. Sakit sekali, nyeri terus tiap hari,” ucapnya pelan dengan suara terbata.
Keluarga Mimi berharap pihak rumah sakit segera menyediakan bone spacer yang dijanjikan, agar Mimi dapat melanjutkan proses pemulihan dan kembali menjalani kehidupan normal bersama keluarganya.
Cuaca Kota Padang Jumat 29 Agustus 2025, Waspada Hujan Ringan Siang hingga Sore |
![]() |
---|
Prakiraan Cuaca Sumatera Barat Jumat, 29 Agustus 2025: Kota Padang Hujan Ringan |
![]() |
---|
3 Berita Populer Padang: Hujan Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Tutup Jalan, Info Cuaca |
![]() |
---|
Angin Kencang Hantam Padang: Pohon Tumbang Tutup Jalan di Lubeg, Kabel Telkom Ikut Tertimpa |
![]() |
---|
Waspada Hujan Disertai Angin Kencang di Padang, BPBD: Pohon Tumbang Menghambat Akses Jalan di Lubeg |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.