Kebakaran Pabrik Karet

Api Pabrik Karet di Lubeg Padang Terus Berkobar, Puluhan Armada dari Luar Kota Datang Membantu

Kobaran api kebakaran di kawasan pabrik karet PT Teluk Luas yang berada di kawasan Tanjung Saba Pitameh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang,

Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman
KEBAKARAN PABRIK KARET : Salah satu unit armada Damkar dari Kota Padang Panjang yang datang membantu memadamkan kebakaran di PT Teluk Luas, Kota Padang, Minggu (28/5/2025). Puluhan armada dari luar Kota Padang datang membantu pemadaman 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kobaran api kebakaran di kawasan pabrik karet PT Teluk Luas yang berada di kawasan Tanjung Saba Pitameh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat semakin besar dan sulit di padamkan.

Pantauan TribunPadang.com di lapangan hingga pukul 16.00 WIB, api masih tampak besar, asap hitam masih tampak mengebul ke langit.

Selain itu, tampak juga tambahan armada dari pemadam kebakaran yang berasal dari luar daerah.

Tampak sejumlah armada dari Damkar Padang Panjang, Padang Pariaman, Sawahlunto, Kabupaten Solok, Kota Bukittinggi, PT Pelindo, Semen Padang, Lantamal dan masih banyak armada lainnya.

Baca juga: Asap Kebakaran Pabrik Karet di Lubeg Padang Membubung Tinggi, Tampak Puluhan Kilometer dari Lokasi

Armada-armada tersebut secara bergantian masuk dan berlalu lalang di sekitar lokasi kebakaran.

"Iya benar ada tambahan armada dari luar kota padang," kata salah seorang petugas Damkar, Ridwan.

Ridwan merinci, sekitar 30 unit lebih armada pemadam kebakaran yang saat ini sedang berjibaku memadamkan api.

"Mungkin sekitar 30 unit lebih, Padang Panjang dua unit, Pariaman dua unit, Kabupaten Solok dua unit, Lantamal, Pelindo, Semen Padang, dan yang lainnya masih dijalan," ujarnya.

Baca juga: FOTO Kebakaran Pabrik Karet di Padang

Menurut Ridwan, pantauan di dalam PT Teluk Luas, kemungkinan yang terbakar berasal dari gudang karet.

"Kalau di lihat-lihat tadi mungkin gudang penyimpanan karetnya yang terbakar," katanya.

"Selain itu, karena angin cukup kencang, maka kami cukup sulit memadamkan api," pungkasnya.

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved