Ibadah Haji 2025

Kisah Parmi, Jemaah Haji Embarkasi Padang: Satu Mata dan Pakai Kursi Roda, Optimis Tunaikan Ibadah

Dipojok ruang tunggu bandara, diatas kursi roda ia duduk menatap ratusan jemaah. Matanya satu, namun ia menatap dengan jelas objek didepannya.

|
Editor: Rahmadi
Kemenag Sumbar
PELAKSANAAN IBADAH HAJI : Parmi, salah seorang calon jemaah haji Embarkasi Padang asal Bengkulu saat sedang menunggu naik pesawat menuju tanah suci. Ia memiliki kekurangan namun tak menyurutkan semangatnya pergi beribadah haji. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Ia tak banyak bicara, bibirnya terus berkomat kamit melafazkan kalimat zikir. Dipojok ruang tunggu bandara, diatas kursi roda ia duduk menatap ratusan jemaah. Matanya satu, namun ia menatap dengan jelas objek didepannya.

Namanya Parmi Amad Rejo, usianya 85 tahun. Ia jemaah haji Kloter 5 Embarkasi Padang asal Bengkulu tepatnya Kabupaten Muko-Muko.

“Mata saya dulu sakit, katanya sarafnya rusak, saat operasi harus dibuang satu karena sudah tidak berfungsi,” ungkapnya lirih.

Parmi dulu mendaftar haji bersama almarhum suaminya, tahun 2014. Karena wabah Covid-19, keberangkatannya ditunda dua tahun. Ia masuk daftar tunggu lansia.

“Saya dulu daftar sama almarhum suami tetapi beliau meninggal dan digantikan anak saya Sugeng Tugimin. Mudah-mudahan pahala hajinya tetap ngalir ke suami,” katanya.

Baca juga: Dukung Program 100 Hari Kerja Bupati-Wabup Dharmasraya, Pemkab Gelar Operasi Katarak Gratis

Dikisahkan nenek dari 3 anak ini, perjuangannya untuk bisa berhaji cukup Panjang. Selama belasan tahun ia menyisihkan uang hasil panen dari kebun sawitnya yang dikelola orang lain. Tak banyak, hanya dua hektar untuk bekal hidupnya di hari tua bersama sang suami.

“Saya dulu daftar haji 2014 bersama almarhum suami. Saya menabung emas dari hasil sawit yang dikelola tentangga dikampung. Setiap panen ia menyisihkan 50 ribu. Saya nabung itu sampai belasan tahun,” katanya.

Parmi juga lebih suka menabung menggunakan emas. Karena nilainya tidak akan berkurang, bahkan saat ia mau berangkat haji harga emas malah melambung tinggi.

"Kita bersyukur diberi rezki oleh gusti Allah untuk menunaikan ibadah haji, rukun Islam kelima,” ucapnya.

Meski memiliki panca indra yang tidak sempurna, tak mengurangi semangatnya untuk berhaji. Parmi optimis bisa melaksanakan ibah haji dengan baik, walaupun hanya dengan satu mata.

“Mata saya memang satu tapi saya bisa melihat dengan jelas. Insyaallah saya optimis bisa menjalankan rangkaian ibadah di tanah suci,” ujarnya.

Baca juga: 7 Pemancing Hilang di Padang Ditemukan Selamat, Tim SAR Hadapi Cuaca Ekstrem Evakuasi!

Ia meyakini walaupun matanya tinggal satu, tapi mata hatinya masih sangat terang. Ia memiliki keyakinan Allah selalu bersama hambaNya yang penuh syukur dan yakin untuk beribadah.

Bukan hanya kekurangan satu mata, Parmi juga harus menggunakan kursi roda. Kakinya tidak bisa berjalan dengan sempurna karena menderita asam urat.

“Kaki saya sakit karena asam urat, susah jalan karena bengkak. Saya berdoa sampai di tanah suci bisa melaksanakan rangkaian haji. Jika tidak akan dibadalkan,” katanya.

Namun Parmi juga bangga dengan petugas, ia dilayani dan dituntun dengan baik.

“Petugasnya baik-baik, makanannya juga enak, sampai di Padang dikasih rendang. Terimakasih petugas haji,” ungkapnya.

Parmi bersama anaknya terbang dari Bandara International Minangkabau (BIM) menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah Sabtu, 10 Mei 2025 pukul 18.40 WIB dan tiba di Madinah tadi malam pukul 23.50 WIB.(Fajar Alfaridho Herman)

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved