Kapal Nelayan Mati Mesin di Padang

7 Pemancing Hilang di Padang Ditemukan Selamat, Tim SAR Hadapi Cuaca Ekstrem Evakuasi!

Sebanyak tujuh orang pemancing yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat kapal yang mereka tumpangi mengalami mati mesin

|
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rahmadi
SAR Padang
PENYELAMATAN PEMANCING - Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Padang, Hendri. Dia menyebut Ketujuh korban berhasil diselamatkan oleh tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang beberapa jam setelah laporan diterima. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Sebanyak tujuh orang pemancing yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat kapal yang mereka tumpangi mengalami mati mesin di Perairan Pulau Air, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

Ketujuh korban berhasil diselamatkan oleh tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang beberapa jam setelah laporan diterima.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Padang, Hendri, mengatakan bahwa tim SAR langsung bergerak setelah menerima laporan.

“Setelah menerima laporan pada pukul 22.43 WIB, tim langsung menuju lokasi yang dilaporkan. Kemudian pada pukul 23.40 WIB, Alhamdulillah korban berhasil ditemukan,” kata Hendri kepada wartawan, Minggu (11/5/2025).

Setelah ditemukan, ketujuh korban langsung dievakuasi dari lokasi kejadian.

Baca juga: Ibu Pembuang Bayi yang Dimakan Biawak di Pinggir Sungai Sijunjung Ditangkap Polisi

“Korban langsung kami evakuasi, dan tiba di daratan sekitar pukul 00.50 WIB,” katanya.

Menurut Hendri, seluruh korban ditemukan dalam kondisi selamat dan sehat.

“Semua korban telah kami serahkan kepada pihak keluarga masing-masing dalam keadaan selamat dan sehat,” jelasnya.

Namun, proses evakuasi sempat mengalami kendala akibat kondisi cuaca yang cukup ekstrem di perairan tersebut.

“Saat proses evakuasi, cuaca cukup ekstrem,” tutup Hendri.

Baca juga: Perahu Nelayan Berisi Pemancing Dilaporkan Terombang-ambing di Padang, Tim SAR Bantu Pencarian

Identitas tujuh korban selamat:

1. Revi, 38 tahun, warga Kelurahan Tabing, Kota Padang.

2. Didi, 46 tahun, warga Batusangkar, Tanah Datar.

3. Sukri, 44 tahun, warga Sragen, Jawa Tengah.

4. Edi, 40 tahun, warga Ciamis, Jawa Barat.

5. Agus, 47 tahun, warga Surakarta, Jawa Tengah.

6. Andi, 41 tahun, warga Muara Anai, Padang Pariaman.

7. Isap, 50 tahun, warga Muara Anai.

Baca juga: Agar Hasil Tangkapan Meningkat, Fadly Amran Serahkan Bantuan Mesin Perahu Kepada Nelayan di Padang

PERAHU MATI MESIN- Petugas Kantor SAR Padang saat bersiap menuju lokasi perau mati mesin di perairan Pulau Air, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (10/5/2025). Kantor SAR Padang mengerahkan sebanyak enam orang petugas membantu dalam melakukan pencarian dan pertolongan terhadap pemancing yang terombang ambing akibat kapalnya mengalami mati mesin.
PERAHU MATI MESIN- Petugas Kantor SAR Padang saat bersiap menuju lokasi perau mati mesin di perairan Pulau Air, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (10/5/2025). Kantor SAR Padang mengerahkan sebanyak enam orang petugas membantu dalam melakukan pencarian dan pertolongan terhadap pemancing yang terombang ambing akibat kapalnya mengalami mati mesin. (Dokumentasi/Kantor SAR Padang)

Sebelumnya diberitakan, sebuah kapal nelayan yang mengangkut tujuh pemancing dilaporkan hilang di kawasan Perairan Pulau Air, Kota Padang, pada Sabtu (10/5/2025).

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan dari Polresta Padang pada pukul 18.50 WIB.

Lokasi kejadian berada di koordinat 0°52'39.53"S - 100°12'50.67"T, atau sekitar 7,98 nautical mile (NM) dari Kantor SAR Padang dengan estimasi waktu tempuh sekitar 1 jam.

Abdul Malik menjelaskan bahwa ketujuh pemancing berangkat pada pukul 05.00 WIB menggunakan perahu nelayan.

“Pada tanggal 10 Mei 2025 sekitar pukul 05.00 WIB, mereka berangkat memancing bersama menggunakan perahu nelayan. Namun, sekitar pukul 17.00 WIB, perahu mengalami mati mesin dan terombang-ambing di sekitar Perairan Pulau Air,” jelasnya.

Baca juga: POPULER SUMBAR: Kecelakaan di Batang Anai, ODGJ Serang Warga, hingga Nelayan Hilang di Pessel

Setelah menerima laporan, tim rescue SAR Padang diberangkatkan pukul 19.05 WIB menuju titik koordinat terakhir (Last Known Position/LKP) dengan enam personel.

Tim membawa sejumlah peralatan, di antaranya mobil rescue double cabin, RIB 02, peralatan SAR air, perlengkapan medis, perlengkapan komunikasi, dan peralatan SAR lainnya.(*)

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved