Kapal Nelayan Mati Mesin di Padang

BREAKING NEWS: Kapal Nelayan Mati Mesin di Perairan Padang, 3 Pemancing Terombang-ambing di Laut

Tim SAR Padang menerima adanya laporan satu perahu milik nelayan mengalami mati mesin di sekitar perairan Kota Padang, Provinsi Sumate

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA/SAR KOTA PADANG
Kakansar Basarnas Padang, Asnedi 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Tim SAR Padang menerima adanya laporan satu perahu milik nelayan mengalami mati mesin di sekitar perairan Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (10/10/2021).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang, Asnedi, mengatakan pihaknya mendapatkan informasi pada Minggu sekitar pukul 20.22 WIB malam.

Menurut Asnedi, peristiwa tersebut bermula pada Minggu sekitar pukul 18.45 WIB kemudian pihaknya langsung menuju lokasi kejadian.

"Informasi sementara, perahu tersebut dinaiki tiga orang pemancing yang berangkat dari Muara Bungus, Kota Padang," kata Asnedi saat dikonfirmasi wartawan, Minggu malam.

Namun, perahu itu mengalami mati mesin, sehingga terombang-ambing di laut yakni sekitar perairan Kota Padang.

"Untuk namanya ketiga korban yaitu Edison (50), Edirman (44), dan Adek (51)," kata Asnedi.

Baca juga: Kapal Mati Mesin, Nelayan Terombang-ambing di Tengah Laut Pasaman Barat Semalaman

Terombang-ambing di Tengah Laut 

Dilansir TribunPadang.com, peristiwa serupa juga dialami seorang nelayan terombang-ambing di tengah laut Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), selama satu malam beberapa waktu lalu.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang, Asnedi saat dihubungi TribunPadang.com mengatakan, warga tersebut bernama Buyung Herman (39) yang merupakan nelayan pencari kepiting.

Korban merupakan warga Jorong Pondok Sasak, Kabupaten Pasaman Barat.

Baca juga: Ratusan Angkutan Barang Mulai Lewati Perbatasan Sumbar-Riau, 38 Kendaraan Disuruh Putar Balik

"Kita mendapatkan informasi adanya kondisi membahayakan manusia, yaitu warga pencari kepiting hilang di laut Pantai Sasak, Kabupaten Pasaman Barat," ujar Asnedi.

Kata dia, pihaknya mendapatkan laporan tersebut dari Kepala Jorong Pondok Nagari Sasak.

"Korban berangkat mencari kepiting sejak Minggu (16/5/2021) sekitar pukul 08.05 WIB menggunakan perahu," katanya.

Namun, korban yang mencari kepiting tersebut tidak kunjung kembali sehingga membuat pihak keluarga khawatir.

Baca juga: Ambulans Bantuan Pemko Padang Bantu Warga Palestina, Gubernur Mahyeldi: Alhamdulillah Bermanfaat

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved