Ibadah Haji 2025

Kanwil Kemenag Sumbar Evaluasi Pelayanan Ibadah Haji 2025, Terutama bagi Jemaah Khusus

Sejumlah Kelompok Terbang (Kloter) Calon Jemaah Haji (CJH) dari Embarkasi Padang sudah diberangkatkan ke tanah suci.

Tayang:
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rahmadi
Kemenag Sumbar
PELAKSANAAN IBADAH HAJI 2025 : Kakanwil Kemenag Sumbar, Mahyudin, bersama stakeholder terkait saat meninjau ruangan layanan one stop service, Kamis (8/5/2025). Mahyudin menyebutkan akan melakukan sejumlah evaluasi terhadap sejumlah pelayanan pelaksanaan ibadah haji 2025. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sejumlah Kelompok Terbang (Kloter) Calon Jemaah Haji (CJH) dari Embarkasi Padang sudah diberangkatkan ke tanah suci.

Namun menurut Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Mahyudin, ada sejumlah pelayanan yang akan dievaluasi.

Mahyudin mengatakan dari 3 kloter keberangkatan jemaah haji, ada beberapa catatan yang perlu diperbaiki diantaranya, layanan transportasi (bus) dari asrama ke bandara, pelayanan one stop service, prioritas lansia dan pelayanan lain yang butuh perubahan skema.

"Saat pemberangkatan jemaah kloter 1 dari asrama menuju BIM, salah satu bus pendinginnya mati, ini tentu akan mengganggu pelayanan. Kita minta pihak Lion Air, segera memperbaiki dan mengganti unit yang sesuai dengan spek yang telah ditentukan sebelumnya," ujarnya, Kamis (8/5/2025).

"Pelayanan transportasi harus menjadi poin penting, karena jemaah akan menunggu lama proses boarding dari aula menuju bus," sambungnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kampus FKM Unand Jati Terbakar, Damkar Padang Kerahkan 7 Armada Padamkan Api

Begitu juga layanan one stop service (pelayanan satu atap), Mahyudin meminta jemaah tidak menunggu terlalu lama, apalagi harus berdiri.

Ia menyarankan untuk jemaah lansia, disabilitas dan resiko tinggi harus diprioritaskan dan diutamakan.

"Jemaah haji lansia, disabilitas dan resiko tinggi harus menjadi prioritas PPIH. Kapan perlu ketika bus jemaah sampai di asrama petugas langsung menaiki bus untuk membantu jemaah, dan memberikan layanan dengan menjemput bola," katanya.

Untuk itu, kepada Kemenag kabupaten dan kota, Mahyudin mengimbau bagi jemaah lansia, resiko tinggi dan disabilitas posisi duduknya didepan. Masing-masing bus didampingi oleh petugas daerah terutama bagi jemaah lansia, resiko tinggi dan disabilitas.

"Untuk memudahkan layanan, sesampai di embarkasi panitia akan memasang kokarde atau Id card kepada jemaah lansia, resiko tinggi dan disabilitas. Sehingga petugas lebih cepat mengenali jemaah tersebut. Ketika berangkat id card akan diambil kembali oleh petugas," katanya.

Baca juga: Ramai-Ramai Menteri ke Sumbar, Pengamat Ungkap Peran Besar 14 Anggota DPR & Komitmen Prabowo

Selain itu, Mahyudin juga meminta ada peningkatan suhu ruangan atau AC disetiap layanan bagi jemaah haji.

"Karena jemaah kita 423 orang maka perlu pendingan ruangan yang maksimal agar jemaah tidak kelelahan. Karena saat ini cuaca cukup panas," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved