Gempa di Sumbar

Update Gempa Akibat Sesar Sianok Sumbar, Bupati Tanah Datar: Rumah dan Warung Mengalami Rusak Ringan

"Akibat gempa tadi, satu unit rumah di Nagari Andaleh dan satu warung di Gunung Rajo Batipuah mengalami retak ringan.

Tayang:
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
GEMPA TANAH DATAR- Bupati Tanah Datar, Eka Putra saat diwawancarai TribunPadang.com di Bandara Internasional Minangkabau, Jumat (2/5/2025). Eka Putra, menyebut dampak gempa yang terjadi akibat aktivitas Sesar Sianok menyebabkan kerusakan ringan pada satu rumah dan satu warung di daerahnya. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengungkapkan dampak gempa yang terjadi akibat aktivitas sesar Sianok mengakibatkan satu unit rumah dan warung mengalami kerusakan ringan pada Jumat (2/5/2025).

"Akibat gempa tadi, satu rumah dan satu warung di Nagari Andaleh dan Gunung Rajo Batipuah mengalami retak ringan. Untuk sementara, kerusakan yang terjadi masih tergolong ringan," kata Eka Putra saat ditemui TribunPadang.com di Bandara Internasional Minangkabau.

Ia mengatakan, pihaknya tetap bersiaga mengantisipasi kemungkinan gempa susulan dan telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk terus waspada.

“Tim kami di Tanah Datar tetap siaga. Kami juga meminta masyarakat, terutama pada malam hari, agar tetap waspada dan tidak lengah,” katanya.

Baca juga: BMKG Catat 4 Kejadian Gempa Bumi Akibat Sesar Sianok di Sumbar, BPBD Belum Terima Laporan Kerusakan

Eka menambahkan, tim BPBD Tanah Datar telah disiagakan sejak gempa terjadi dan menyiapkan berbagai kebutuhan darurat.

"Tim BPBD sudah menyiapkan tenda-tenda dan perlengkapan lainnya untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk," ucapnya.

Terkait kerusakan yang terjadi, Eka memastikan pemerintah daerah akan memberikan bantuan kepada warga terdampak.

“Untuk dua bangunan yang rusak ini, pemerintah daerah akan memberikan bantuan. Saat ini kami masih terus memantau dan mendata dampak gempa lainnya,” tutupnya.

Baca juga: BMKG: 4 Gempa Bumi Guncang Padang Panjang dan Tanah Datar Tak Berkaitan dengan Erupsi Gunung Marapi

Gempa Bumi di Padang Panjang dan Tanah Datar

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya empat kejadian gempa bumi yang berpusat di Kota Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 4,8 terjadi pukul 14.07 WIB di wilayah Padang Panjang, Sumbar.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0.45° LS ; 100.41° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 2 km timur laut Padang Panjang, pada kedalaman 10 km.

Untuk gempa yang terjadi di Padang Panjang tersebut disebabkan karena adanya aktivitas sesar Sianok.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala BMKG Padang Panjang, Suaidi Ahadi dalam laporannya, Jumat (2/5/2025).

"Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman, gempa yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar Sianok," beber Suaidi.

Lalu kata Suadi, berdasarkan estimasi peta guncangan, gempa bumi dirasakan di Padang Panjang III - IV MMI.

"Getaran dirasakan oleh banyak orang dan terasa nyata dalam rumah, seakan-akan ada truk berlalu," sebutnya.

"Jendela, pintu, atau dinding berbunyi," sambungnya.

Gempa terasa di berbagai daerah, mulai dari Bukittinggi, Padang Pariaman, Pariaman, Payakumbuh II sampai III MMI.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," terangnya.

Lebih lanjut, Suadi menjelaskan bahwa saat ini sudah terjadi sebanyak empat kali aktivitas gempa bumi.

"Gempa pertama dengan magnitudo 4,8, lalu gempa susulan sebanyak 3 kali," terangnya.

Gempa susulan pertama dengan magnitudo 3,9.

Aftershock kedua, magnitudo 3,4 terjadi pada koordinat 0.42 LS,100.69 BT, episenter gempa berada di 11 km Timur Laut, Batusangkar, Tanah Datar.

"Gempa susulan ketiga, magnitudo 2,5 terjadi di Padang Panjang. Koordinat 0.53 LS,100.34 BT," bebernya.

Gempa Dirasakan di Bukittinggi

Getaran gempa dirasakan juga di Bukittinggi, dan membuat warga berhamburan keluar pada Jumat (2/4/2025) siang.

Sejumlah warga, termasuk nasabah Bank, dilanda panik dan berlarian keluar ruangan untuk menyelamatkan diri saat gempa terjadi.

Pantauan TribunPadang.com di dalam Bank Mandiri cabang Bukittinggi, getaran gempa cukup kuat sehingga para nasabah bank berhamburan keluar.

Di dalam bank, kursi-kursi bergoyang dan para nasabah berteriak "gempa".

Satpam pun dengan sigap membuka pintu bagi para nasabah yang panik saat gempa terjadi.

Di luar bank, plang-plang di pinggir jalan juga bergetar kuat. Gempa berlangsung sekitar beberapa detik lalu berhenti.

Setelah reda, para nasabah masuk kembali ke dalam bank.

Salah seorang masyarakat, Afrizal menyebut ia saat itu berada di dalam bank dan kaget saat kursi bergetar.

"Saat terasa gempa, saya langsung berdiri namun tidak panik," ungkap Afrizal.

"Posisi saya tetap di dalam bank, dan tidak berlari keluar," sambungnya.

Beruntung, kata Afrizal, getaran gempa tidak sampai menimbulkan kerusakan bangunan, hanya getaran saja.

"Alhamdulillah, gempa tidak begitu kuat dan menimbulkan kerusakan pada bangunan," terangnya.

Diketahui, gempa bumi dengan magnitudo 4,8 terjadi pada Jumat, 2 Mei 2025 pukul 14.07 WIB, mengguncang wilayah Padangpanjang, Sumatera Barat. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto/Muhammad Iqbal)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved